Tokoh Kristiani 2016 Pilihan NARWASTU, Ir. Soleman Matippanna, S.T.
Peduli Terhadap Kaum Muda Gereja dan Narapidana

517 dibaca
Ir. Soleman Matippanna, S.T. Aktif, dinamis, cerdas dan religius.

                BERITANARWASTU.COM. Kaum muda Kristen mesti melihat persoalan bangsa ini ke depan. Jangan hanya menyalahkan masa lalu. Bagaimana kaum muda itu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan dan terus mengembangkan diri, itu yang sangat penting diperhatikan. Hal itu ditegaskan tokoh muda nasionalis, religius dan humanis, Ir. Soleman Matippanna, S.T. saat berbincang-bincang dengan Majalah NARWASTU baru-baru ini. Selama ini pria berdarah Toraja dan mantan Koordinator Kerukunan Mahasiswa Kristen Oikoumene di Fakultas Tehnik Universitas Hasanuddin, Makassar, ini dikenal figur yang peduli pada pelayanan dan kaum muda.

             Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha muda, Direktur PT. Rande Buana Tehnik ini masih punya kepedulian untuk melayani kaum muda dan narapidana lewat Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI). YKMI yang dipimpin Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Min juga peduli terhadap orang-orang kurang beruntung, dan kerap mengadakan diskusi pencegahan bahaya narkoba bersam kaum muda. Dan Soleman Matippanna dipercaya sebagai Pembina YKMI.

                Alumnus Jurusan Tehnik Elektro dari Universitas Hasanuddin, Makassar, ini adalah salah satu figur yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan Majalah NARWASTU.” Soleman dipilih, karena dia dikenal sosok muda yang aktif, dinamis, nasionalis, religius dan peduli pada persoalan gereja dan masyarakat. Ketika ditanya bagaimana perasaannya saat terpilih dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan NARWASTU”, Soleman dengan terharu dan bangga menerangkan, “Saya tak pernah berpikir sedikitpun soal apresiasi dari NARWASTU ini. Namun saya yakin semua karena anugerah Tuhan. Tuhan memakai NARWASTU untuk memberi apresiasi kepada orang-orang terpilih,” katanya.

                “Istri saya merasa bangga dengan penghargaan dari lembaga, seperti media NARWASTU. Penghargaan ini tentu memotivasi saya agar semakin giat melayani. Istri pun mendukung saya di tengah kesibukan bekerja dan melayani,” ujar suami tercinta Mariske Prisella, AMF ini. Bahkan, ada koleganya mengatakan, ternyata di tengah kesibukannya dalam meniti karier, ia sangat giat dalam pelayanan. “Teman itu vice presiden di sebuah bank, dan seorang Kristen. Teman-teman saya dulu saat SMA di Bone, bahkan setelah mereka tahu saya masuk dalam Tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU, mereka pun memberi apresiasi,” papar Soleman.

                Mereka, kata Soleman, menyatakan salud dengan keaktifan Soleman Matippanna yang dihargai karena keaktifannya di pelayanan dan urusan kemanusiaan. “Namun menjadi Tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU, bebannya tidak ringan. Di balik reward yang kita terima ini ada beban yang dipikul, namun itulah pelayanan. Dan saya senang, karena penghargaan ini bisa menginspirasi teman-teman kaum muda. Ketika apa yang kita capai bisa menjadi kesaksian bagi kaum muda, itu sesuatu yang bagus,” tukasnya.

                Keluarga besar Soleman Matippanna, imbuhnya, juga mengapresiasi penghargaan yang diterimanya itu. Tapi, ujarnya, biarlah itu untuk kemuliaan Tuhan. Menurutnya, ia sudah pernah dua kali mendapat tawaran untuk menerima penghargaan sebagai “Tokoh Entrepreunership” dan “Top Young Entrepreunership Indonesia”, namun Soleman merasa kurang tertarik untuk menerimanya. “Saat itu ada lembaga yang bekerja secara silent mengumpulkan data-data kegiatan transaksi perusahaan kami, dan mereka ada koordinasi dengan instansi pemerintah. Mereka menelepon saya, dan saya  ditawari penghargaan, karena dilihat keberadaan usaha kami,” pungkasnya.

             “Hanya saja entah kenapa, saya belum tertarik menerimanya,” tukasnya. Namun, pada 13 Januari 2017 lalu, kembali PT. Rande Buana Tehnik yang dipimpin Soleman mendapat penghargaan “Indonesia Business & Company Award 2016” di Jakarta. PT. Rande Buana Tehnik dinilai: winners as catagory of best suppying Mechanical, Elecrical & Intrumentation products. Namun saat itu yang menerima penghargaan tersebut mewakili PT. Rande Buana Tehnik, yaitu General Manager dan Sales Manager PT. Rande Buana Tehnik. Pasalnya, pada waktu yang bersamaan Soleman Matippanna mesti menerima penghargaan dari Majalah NARWASTU.

            Menurut Soleman, penghargaan dari Majalah NARWASTU menjadi luar biasa baginya, karena ini bagian dari pelayanan dan kesaksiannya di tengah gereja, masyarakat dan bangsa. “Bagi saya, ini prestasi  YKMI, bukan prestasi saya pribadi. Dan ini menjadi hadiah Natal terindah di akhir tahun 2016 bagi kami,” ujarnya rendah hati. Menurutnya, penghargaan dari NARWASTU tak bisa dilihat hanya secara duniawi atau popularitasnya hebat. “Tapi setelah terpilih apa kesaksian kita ke tengah masyarakat yang kurang beruntung, seperti yang dilakukan Bunda Teresa,” paparnya.

                Melayani, imbuhnya, bukan untuk mencari popularitas atau kehormatan. “Tapi kita melayani karena kepedulian pada sesama dan karena anugerah Tuhan. Bukan rahasia umum lagi, ada orang yang dihargai karena jabatan, harta atau pengaruhnya, setelah itu tak dianggap lagi. Namun kita ingin dihargai karena karya, pelayanan dan prestasi,” pungkasnya.

            YKMI, imbuh Soleman, pada dasarnya ingin melayani banyak jiwa agar diselamatkan. “Misalnya, kalau 20 orang kita layani, dan satu orang bisa bertobat, maka malaikat surga sudah bersukacita. Pelayanan YKMI di lembaga pemasyarakatan (lapas) tujuannya agar narapidana itu bisa bertobat dan mendekat kepada Tuhan dan merasakan kasihNya,” tukasnya.

            “Kalau narapidana yang pernah terlibat narkoba itu dilayani, kita inginkan agar dia jangan lagi menjadi pemakai atau pengedar nmarkoba. Mereka harus diperbaharui secara mental. Dan salah satu musuh bangsa ini adalah narkoba,” ujar Soleman Mattippanna yang bersama Badan Narkotika  Nasional (BNN) giat memerangi bahaya narkoba di tengah generasi muda. Para narapidana yang pernah terlibat bahaya narkoba itu, katanya mesti dibaharui. “Kita inginkan mereka agar kembali ke jalan yang benar dan semakin dekat kepada Tuhan,” terangnya.

                Soleman berpendapat, tokoh-tokoh Kristiani pilihan NARWASTU selama ini dinilainya figur-figur yang luar biasa dari berbagai latar belakang dan profesi. “Ada pemimpin gereja, pengacara, akademi, profesional, politisi dan tokoh organisasi. Dan ketika seseorang mendapat penghargaan, seperti Tokoh Pilihan NARWASTU ini, tentu yang bersangkutan naik kelas, dan figurnya semakin bernilai. Dan ini sesuatu yang luar biasa,” ujar anak bungsu dari 7 bersaudara yang sesungguhnya tak biasa menonjolkan diri di tengah saudara-saudaranya itu.

                Berbicara soal keberadaan Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU (FORKOM NARWASTU), Soleman Matippanna yang sudah pernah ikut di dalam diskusinya menerangkan, tokoh-tokoh tersebut luar biasa, dan berasal dari berbagai latar belakang dan pengetahuan. “Saya lihat di situ ada Pak Pdt. Nus Reimas sebagai pembina rohani, ada sharing dan diskusinya cukup dinamis. Dan saya suka berdiskusi, apalagi saya pun kini menekuni ilmu hukum. Saya sudah terbiasa berdiskusi, berdebat dan adu argumentasi dengan kakak-kakak saya untuk sebuah tujuan yang baik. Dan orangtua pun mendidik seperti itu,” terangnya.

                “Saya senang berdiskusi di FORKOM NARWASTU, dan di situ pembicara atau penanggapnya orang-orang berkualitas. Saya sebagai orang bisnis melihat forum ini sangat positif. Mereka tokoh-tokoh qualified. Namun saya menyarankan agar bisa juga dibuat diskusi di daerah, misalnya, seperti di Makassar ada Ibu Niniek Suryati. Jadi tidak hanya di Jakarta. Misalnya, ada 100 tokoh pilihan itu, kalau 80 orang saja yang aktif, itu sudah luar biasa,” cetusnya.

                Soleman Matippanna berharap agar FORKOM NARWASTU yang di dalamnya ada tokoh dari berbagai suku, gereja dan profesi bisa bersinergi. “Mesti dipertahankan kebersamaan. Bagaimana mensinergikan antara tokoh senior dan tokoh muda, itu tak gampang. Orangtua jangan sampai menganggap orang muda bau kencur, dan sebaliknya orang muda jangan menganggap orangtua akan segera ‘lewat’. Ke depan diskusi-diskusi FORKOM NARWASTU harus lebih luas disosialisasikan, termasuk lewat radio dan media lainnya. Setelah ada diskusi, sangat bagus kalau ada aksi kepada masyarakat. Dan di situlah pentingnya untuk memberdayakan para tokoh itu,” pungkas Soleman Matippanna. TK 

Berita Terkait