Pemerintah Minta Kerusuhan di Tanjung Balai Tak Terulang

362 dibaca
Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn.) Wiranto.

beritanarwastu.com. Kerusuhan yang terjadi pada akhir Juli 2016 lalu di Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut), yang mengakibatkan lebih dari lima tempat ibadah Budha dan Konhucu terbakar dan hancur, telah menimbulkan  keprihatinan dari para anak bangsa. Akibat aksi massa anarkis dan bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) itulah, sejumlah tokoh negeri ini meminta agar semua elemen bangsa menghargai kemajemukan dan nilai-nilai Pancasila. Karena negeri ini adalah negara yang berdasarkan hukum dan menghargai pluralisme.

Menkopolhukam baru Jenderal TNI (Purn.) Wiranto yang juga mantan Panglima TNI menuturkan, nilai-nilai Pancasila dan persatuan harus dihargai semua pihak di negeri ini. Tidak bisa orang melakukan hal-hal yang kebablasan dalam berdemokrasi. Kalau kebebasan dilanggar, kata pendiri Partai Hanura itu, maka orang tersebut akan berhadapan dengan hukum. Hukum akan ditegakkan untuk memberikan keamanan bagi masyarakat.

Sementara Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menerangkan baru-baru ini, sudah ada 12 orang pelaku yang diamankan Polda Sumut atas kerusuhan di Tanjung Balai. Dan kini aparat kepolisian terus menelusuri siapa pelaku atau penggerak lainnya. Mantan Kapolda Metro Jaya dan bekas Kepala Densus Anti Teror Polri ini menambahkan, warga harus bisa menahan diri kalau ada provokasi lewat media sosial (medsos) untuk melakukan tindakan anarkis. Karena polisi akan bertindak tegas kalau massa tak memahami hukum. TD 

Berita Terkait