Pendoa dan Salah Satu Penasihat Majalah NARWASTU Dipanggil Tuhan

865 dibaca
Pdt. DR. Benny P. Riung, M.Th (paling kiri) saat hadir di sebuah acara Majalah NARWASTU bersama tokoh-tokoh Kristiani di Gedung LPMI, Jakarta Pusat. Tampak juga salah satu Penasihat NARWASTU, Dr. Victor Silaen, M.A. (kedua dari kanan) sudah dipanggil Tuhan ke sisiNya pada 2015 lalu.

                beritanarwastu.com. Pada Selasa malam, 9 Agustus 2016 pukul 22.00 WIB, kabar dukacita itu kami terima dari Rektor STT IKAT, Jakarta, Pdt. DR. Jimmy M.R. Lumintang, MBA. Diberitahu bahwa pendoa dan salah satu Penasihat Majalah NARWASTU, Pdt. DR. Benny P. Riung, M.Th telah dipanggil Tuhan Yesus dengan damai dan tenang ke sisiNya pada pukul 17.00 WIB pada 9 Agustus 2016. Hamba Tuhan asal Sinode GERMITA (Gereja Masehi Injili Talaud) ini semasa hidupnya tekun melayani di GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Jemaat Bahtera Iman, Ciputat, Tangerang, Banten.

                Semasa hidupnya, Pdt. Benny Riung dikenal pula dosen di STT IKAT, dan pernah dipercaya juga sebagai Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga DPP Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo), dan pernah menjabat sebagai salah satu Penasihat DPP PKDI (Partai Kasih Demokrasi Indonesia). Dan ketika PKDI dilanda konflik pada 2010 lalu, antara kubu Stefanus Roy Rening dan kubu Anna Maria-Michael Lumanauw, ia selalu berupaya mendamaikan agar parpol Kristiani itu tetap eksis dan tidak jadi gunjingan negatif di tengah warga gereja.

              Pdt. Benny Riung sebelum jadi pendeta ia pernah menjadi pejabat di Pertamina Kramat, Jakarta Pusat. Selain itu, di Majalah NARWASTU ia tekun menulis, terutama soal kerohanian dan kuasa doa. Dan tulisan-tulisannya membangkitkan iman yang membaca. Dan setiap ada acara-acara Majalah NARWASTU, seperti kebaktian Natal-tahun baru bersama tokoh-tokoh Kristiani, Pdt. Benny Riung kerap hadir.

              Bahkan, ia sering diminta untuk memanjatkan doa syafaat di acara-acara tersebut. Bahkan, salah seorang cucunya yang berbakat bernyanyi beberapa kali ia tampilkan untuk ikut menyumbang lagu pujian di acara ibadah NARWASTU bersama tokoh-tokoh Kristiani. Sejak dua tahun terakhir ini, kesehatan Pdt. Benny Riung yang berusia 73 tahun memang semakin menurun. Tak heran, kalau aktivitasnya melayani dan berorganisasi dikuranginya.

                Hanya saja, ia punya perhatian yang tinggi untuk Majalah NARWASTU. Bahkan, kalau NARWASTU mau pindah kantor ia selalu berupaya hadir untuk berdoa khusus. “Saya selain memberikan nasihat untuk pengasuh NARWASTU, saya pun selalu berdoa tiap jam lima pagi untuk majalah ini. Doa orang benar sangat besar kuasanya. Jangan anggap remeh kuasa doa. Doa bisa membukakan pintu surga dan mengundang kuasa Tuhan. Saya bangga karena tim NARWASTU tekun berdoa tiap pagi sebelum beraktivitas,” ujarnya suatu saat. Selamat jalan Pak Benny Riung. Kiranya keluarga yang engkau tinggalkan diberikan Tuhan Yesus kekuatan, penghiburan dan berkat surgawiNya, amin. KS

Berita Terkait