Pengacara Muda yang Dipercaya Jadi Ketua Panitia Natal

1475 dibaca
Yosua M. Tampubolon, S.H., M.H. Cerdas dan religius.

                BERITANARWASTU.COM. Pengacara/advokat muda yang cerdas ini, adalah figur muda yang religius dan nasionalis. Di tengah aktivitas yang sibuk sehari-harinya memimpin Kantor Hukum Tampubolon, Tjoe & Partners, Yosua Mahendra Tampubolon, S.H., M.H. masih menyisihkan waktunya untuk pelayanan di gereja. Kini ia berjemaat di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pelita Lubang Buaya, Jakarta Timur. Ia dipercaya di Komisi Musik Gereja sebagai pemain piano atau pengiring lagu. Kemampuannya mengiringi lagu-lagu atau pujian gerejawi memang tak diragukan lagi, apalagi sejak kelas tiga SD ia sudah diarahkan orangtuanya untuk mengikuti les piano.

                Pria Batak yang merupakan lulusan S1 Fakultas Hukum dari Universitas Katolik Atmadjaya, Jakarta, dan S2 dari UI, Jakarta, ini menerangkan, ia merasakan ada panggilan dalam dirinya, sehingga ia bergiat melayani di gereja. “Saya merasakan ada damai sejahtera ketika kita melayani di gereja. Ketika kita mengutamakan Tuhan lebih dulu di dalam kehidupan, maka Dia akan memberkati keluarga kita, memberkati pendidikan kita dan memberkati karier kita. Dan itu saya rasakan,” ujar pria yang masih ada obsesi untuk menempuh S3 ilmu hukum ini.

                Sebelum beraktivitas di tengah hiruk pikuk kota metropolitan DKI Jakarta, Yosua selalu mengawali hari-harinya dengan berdoa atau bersaat teduh dengan istrinya. “Bagi saya, berdoa pagi sebelum kita beraktivitas itu sangat penting. Karena kita lebih dulu mengucapkan syukur kepada Truhan atas segala kebaikanNya. Lewat doa pagi kita memuliakan Dia, dan meminta berkat serta pertolonganNya. Kalau kita meminta yang baik kepada Tuhan, pasti dikabulkan,” papar lulusan SMA Negeri 62 Jakarta ini.

                Sebelum membuka kantor pengacara sendiri, Yosua lebih dulu bekerja selama lima tahun di kantor pengacara Dr. Rufinus Hutauruk, S.H., yang kini sudah jadi anggota DPR-RI, dan setahun bekerja di kantor hukum Makarim & Taira S. Lewat pengalaman dan bekal itulah kemudian ia optimis dan berani membuka kantor hukum sendiri. “Memang persaingan di kalangan pengacara itu ketat. Agar klien yakin dengan kemampuan kantor hukum kita, maka kita harus punya sumber daya manusia (SDM) yang unggul, dan harus terus melakukan inovasi serta selalu mengembangkan diri,” ujar Yosua yang merupakan menantu dari tokoh Kristiani, DR. Ester Sijabat-Hutagalung, Ketua Umum PARKANSA dan aktivis gereja serta pendoa syafaat bagi bangsa dan negara.

                Berbicara soal penegakan hukum saat ini di Indonesia, menurut Yosua, kita masih harus terus berjuang untuk menegakkan hukum di negeri ini agar benar-benar hukum sebagai panglima. “Sebagai advokat/pengacara Kristen, saya pun terpanggil untuk ikut menegakkan hukum di Indonesia, meskipun prosesnya panjang. Tapi kita harus terus berjuang sembari berdoa. Karena sekarang memang penegakan hukum sering dipengaruhi oleh kekuatan politik,” papar Yosua yang lahir di Jakarta pada 4 Juni 1986, dan suami tercinta Eunike Natalia Marsaulina Sijabat, S.Hum, M.M.

                Sementara berbicara tentang peran media massa di tengah gereja dan masyarakat, Yosua berkomentar, “Kekuatan atau pengaruh media itu luar biasa di tengah gereja, masyarakat dan bangsa kita. Media bisa memberitakan fakta-fakta ke publik, sehingga masyarakat jadi tahu. Sehingga media itu kita harapkan bisa mencerdaskan dan membuat publik semakin baik kehidupannya. Karena media pun bisa menghancurkan, karena berita-verita yang disajikan, sehingga kita mesti hati-hati juga menyikapi peran media. Orang-orang media itu luar biasa berpengaruh,” papar putra kedua pasangan Drs. Demak Tampubolon, M.M. dan Artaida Simanjuntak ini bijaksana.

               Terkait dengan pelayanannya, pada Senin, 12 Desember 2016 ini, Keluarga Besar Tampubolon yang tergabung di PPRTB (Punguan Pomparan Raja Tampubolon dohot Boruna) se-Jabodetabek akan  mengadakan ibadah Natal di Sasono Lagen Budoyo TMII, Jakarta Timur, yang bakal dihadiri 1.000 warganya. Dan Yosua dipercaya sebagai ketua panitia. Bagi Yosua, ini merupakan panggilan pelayanan. Kebaktian Natal itu akan mengusung tema, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1:7), dan sub tema “Generasi Penerus Tampubolon Menjadi Manusia Berkualitas, Bermakna, Siap Bersaing dan Sukses Karena Takut akan Tuhan.”

                Bagi Yosua, panggilan melayani di keluarga besar Tampubolon adalah sebuah kehormatan, sehingga ia ingin memberikan yang terbaik untuk acara tersebut, apalagi ibadah itu untuk memuliakan Tuhan. “Bagi saya, pesan Natal adalah, Tuhan membawa damai sejahtera bagi dunia. Sehingga kita orang percaya harus menyebarkan kasih itu kepada sesama. Dan dalam menghadapi Tahun Baru 2017, saya optimis menghadapinya. Dengan mengandalkan Tuhan, maka kita harus siap menyambut Tahun Baru 2017. Banyak program kerja saya di Tahun Baru 2017, dan saya berdoa agar Tuhan memberkati rencana kerja saya dan keluarga saya di tahun baru itu,” pungkas pria gagah, rapih dan berpenampilan tenang ini. KT

Berita Terkait