Advokat Senior, Said Damanik, S.H., M.H.
Pengacara Sukses Apa Harus Kaya dan Terkenal?

1196 dibaca
Said Damanik, S.H., M.H. Utamakan pengabdian.

Beritanarwastu.com. Selama ini sering muncul pendapat di masyarakat, bahwa seorang pengacara atau advokat yang sukses atau hebat itu harus kaya raya, terkenal dan sering muncul di televisi atau media. Menanggapi hal tersebut, advokat dan pengacara senior, Said Damanik, S.H., M.H. yang juga mantan Plt. Sekjen DPN PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) dan kini Sekretaris Dewan Kehormatan DPN PERADI menerangkan, kehebatan atau kesuksesan seorang advokat atau pengacara terlalu dangkal kalau dilihat dari properti yang dimilikinya.

Menurut Said yang pernah empat periode menjadi pengurus pusat di AAI (Asosiasi Advokat Indonesia), memang sekarang banyak advokat atau pengacara yang punya mobil mewah, rumah megah dan sering tampil di televisi, namun itu bukan ukuran sukses. “Karena saya orang beriman yang percaya kepada Yesus Kristus yang juga seorang Pembela atau Advokat Agung, jadi seseorang disebut hebat atau sukses bisa diukur dari karakter, kepribadian atau buah dari profesinya. Saya mau tanya, apakah bisa dikatakan seseorang pengacara itu hebat, namun tak punya kepedulian atau kasih kepada sesama,” ujar Wakil Ketua Gereja, Masyarakat dan Agama-agama (Germasa) GPIB Gloria, Kota Bekasi, ini.

Said Damanik yang juga Penasihat PERWAMKI (Persekutuan Wartawan Media Kristiani Indonesia) menambahkan, seorang pengacara atau advokat mesti juga mau membela orang-orang kecil yang tidak mampu memberikan fee atau imbalan. Lalu, apakah pengacara hebat itu mau membantu orang-orang kecil yang tertindas. Kemudian apakah kehidupan sehari-hari pengacara yang disebut hebat tadi sudah mencerminkan pribadi Yesus, yang menjadikan keluarganya hidup terhormat dan ia mengasihi keluarganya tanpa ada gunjingan di masyarakat.

“Jadi kita jangan mudah mengatakan, seseorang pengacara hebat dan sukses. Hebat atau sukses di mananya dulu. Menurut saya, seseorang hebat atau sukses kalau keluarganya pun bisa dijadikan teladan di dalam masyarakat, karakter atau integritas dari yang bersangkutan pun baik, juga jejak rekam yang bersangkutan di bidang hukum atau tengah masyarakat bisa memberikan teladan, inspirasi dan motivasi, serta dia bisa mentransfer nilai-nilai ilmunya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Said Damanik, yang juga seorang pejuang hukum dan HAM.

Dalam kiprahnya sebagai pengacara, pada awal 2004 lalu, Said pernah mengadvokasi jemaat Gereja GPIB Imanuel, Kota Bekasi, yang pernah diamuk sekelompok massa. Selain itu, Said tak jarang membela kaum buruh dan orang-orang kecil yang tidak mampu membayar jasa pengacara demi mendapatkan keadilan, kedamaian dan kebenaran di dalam kehidupannya. Said yang juga pernah mengadvokasi ribuan buruh di kawasan Cikarang, Jawa Barat, di era Orde Baru ini,  dikenal pula pengajar ilmu hukum di sejumlah perguruan tinggi terkemuka. Tak hanya itu, ia sering diundang sebagai narasumber di sejumlah radio nasional dan media untuk berbicara seputar hukum dan sosial kemasyarakatan.

Pria yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2013 dan 2014 Pilihan NARWASTU” ini, semasa mudanya aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan OKP, seperti KNPI dan FKPPI. Sekarang pun ia dipercaya sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Damanik se-Jabodetabek. Semasa muda, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Pemuda GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) Cempaka Putih, Jakarta. Ia pernah pula ikut mendirikan PERMAHI (Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia).

Anggota Komisi Pengawas DPN PERADI yang punya satu anak dan suami tercinta dari Agustina Napitupulu ini, seperti ditulis di profilnya yang dimuat satu halaman di sebuah edisi Suara Pembaruan pada awal 2015 lalu, di dalam menjalankan profesinya sebagai abdi hukum, ia selalu meminta bimbingan atau tuntunan Tuhan dan Roh Kudus agar ia bisa melakukan hal-hal yang berkenan di mata Tuhan. “Saya selalu mengutamakan doa dan bimbingan Roh Kudus agar kita bisa berjalan dengan damai sejahtera. Kalau kita berjalan dengan tuntunan Roh Kudus, maka segala tantangan atau godaan akan bisa diatasi,” ujar mantan Caleg DPR-RI di Pemilu 2009 lalu ini.

Hidup ini, kata Said, seperti yang diajarkan Yesus harus bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. “Seperti saya, yang berprofesi sebagai pengacara, harus bisa memuliakan Tuhan melalui profesi saya. Kalau ada yang tertindas dan butuh bantuan saya, tentu akan kita bantu. Karena kalau kita membantu orang-orang kecil, seperti yang saya imani, itu pun sama dengan memperhatikan Yesus Kristus, karena Yesus hadir dalam wajah orang kecil. Memang tak salah kita sebagai pengacara giat mencari uang yang banyak, karena uang itu pun amat penting untuk kelangsungan hidup kita,” tukasnya.

Seperti ditulis di Kitab Injil Matius 6 ayat 33: Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu, kata Said, itu punya makna yang sangat dalam bagi umat Tuhan. “Sehingga kalau kita mengutamakan hal-hal yang rohani atau spiritual, maka tak usah khawatir, Tuhan akan memperhatikan kebutuhan atau kehidupan kita. Tuhan sangat baik dan kasihNya luar biasa. Dan saya sudah merasakan hal itu,” pungkas Said, yang dijuluki harian sore nasional sekaliber Suara Pembaruan, pengacara papan atas yang rendah hati. KT

Berita Terkait