Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 Bersama DPR, DPD dan MPR-RI

851 dibaca
Tokoh-tokoh nasional hadir di acara Natal dan Tahun Baru 2017 bersama anggota DPR, DPD dan MPR-RI di Jakarta.

            BERITANARWASTU.COM. Pada Jumat 27 Januari 2017 lalu, anggota DPR, DPD dan MPR-RI menggelar perayaan dan ibadah Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di Kompleks Parlemen, Jakarta. Hadir dalam perayaan tersebut sejumlah anggota dewan, tokoh gereja dan tokoh nasional, seperti Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR-RI Setya Novanto, Ketua DPD-RI Mohammad Saleh, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Sabam Sirait, Letjen TNI (Purn.) E.E. Mangindaan, Trimedya Panjaitan, dan Markus Nari, serta Ketua OJK, Muliaman Hadad.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan, Indonesia merupakan negara yang berdasarkan Pancasila. Karena itu, Indonesia menjamin adanya keragaman, pluralisme dan kebhinnekaan. "Di negara Indonesia, semua warga negara memiliki hak yang sama," tegas Zulkifli Hasan. Dia menambahkan, tidak ada satu orang pun boleh mendapat perlakukan yang istimewa atau sebaliknya terdiskrimnasi. Dalam hal memilih dan dipilih, semua orang juga memiliki hak yang sama.

Dan ini sudah dibuktikan di beberapa daerah di Indonesia. "Perbedaan bukan lagi masalah. Di NTT, yang mayoritas Katolik, Ketua DPRD-nya Muslim. Di Sula, yang 93 mayoritas Muslim, kepala daerahnya non-Muslim. Jadi semua sama kedudukannya," tegas Ketua Umum DPP PAN itu.

Sementara itu, Ketua Panitia Maruarar Sirait, S.IP dalam sambutannya mengatakan, Indonesia merupakan negara yang bhinneka dan pluralis, berdasarkan Pancasila. Keragaman ini tercermin dari kepanitiaan perayaan Natal ini yang berasal dari berbagai fraksi di DPR. “Sekretaris panitia adalah politikus Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo dengan bendahara politikus Partai Demokrat Roslynda Marpaung. Sementara bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina Perayaan Natal adalah E.E. Mangindaan, yang juga politikus Partai Demokrat,” katanya.

Maruarar juga mengatakan, Pancasila merupakan kado terindah umat Islam untuk Indonesia. Umat Islam yang mayoritas mau menerima Pancasila sebagai dasar negara. "Kita lihat ada Pak Gatot dan Pak Tito hadiri di sini. Ini juga menunjukkan TNI dan Polri bersatu dan bergabung menjaga Pancasila dan NKRI," ungkap putra politikus senior Sabam Sirait ini.

Dalam acara ini yang menyampaikan khotbah adalah Pdt. DR. Stephen Tong dari Gereja Reform Injili Indonesia, yang pada awal Desember 2016 lalu ibadah KKR Natal yang dipimpinnya di Bandung, dibubarkan sekelompok massa anarkis. Namun ibadah Natal jemaat itu kembali diadakan, karena Pemkot Bandung,  Kapolda Jawa Barat dan Pangdam Siliwangi menentang sikap antipluralisme itu. Dalam khotbahnya di Natal DPR, DPD dan MPR-RI ini, Pdt. Stephen Tong pun menyinggung soal pemerintah agar jangan membiarkan korupsi. Menurutnya, Jokowi dan Ahok adalah tokoh bangsa yang antikorupsi yang diharpkan mampu membangun Indonesia lebih baik di masa depan. KT 

Berita Terkait