PERNADOS Inginkan Kaum Muda Kristen yang Tangguh

825 dibaca
Jonro I. Munthe, S.Sos ketika berbicara di acara seminar kaum muda PERNADOS di Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Beritanarwastu.com, Sekarang banyak pemuda yang terjerumus pada hedonisme, pragmatisme dan vandalisme, bahkan ada  yang terjerumus pada bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Di sisi lain, banyak kaum muda yang ingin sukses secara instant. Ini mesti disikapi secara bijak agar pemuda bisa menghadapi masa depan yang lebih baik. Kalau ingin sukses, maka kita harus membekali diri dengan iman yang kokoh. Tantangan kaum muda saat ini, termasuk kaum muda Kristen amat berat.

             Sehingga kaum muda harus memperlengkapi diri dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan membekali diri dengan iman yang teguh agar bisa menyikapi tantangan zaman.  Demikian rangkuman dari seminar motivasi “Mengupayakan Pemuda PERNADOS yang Tangguh, Berprestasi dan Peduli Kampung Halaman” yang dimoderatori Aman Lumban Gaol, dan digelar pemuda Kristen yang tergabung di PERNADOS (Persatuan Pemuda asal Kota Dolok Sanggul) se-Jabodetabek pada Minggu, 5 Juli 2015 lalu di Aula Fakultas Ekonomi, UKI (Universitas Kristen Indonesia), Cawang, Jakarta Timur.

Dalam acara itu, kaum muda asal kota Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, ini mengundang Pemimpin Umum/Pemred Majalah Kristiani NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos sebagai pembicara. Seminar ini dihadiri lebih dari 60-an peserta. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” kemudian lagu rohani “Serikat Persaudaraan” serta doa.

Lalu sambutan dari Ketua Umum BPH (Badan Pengurus Harian) PERNADOS, Natal Purba. Lulusan Fakultas Hukum UKI, Jakarta, ini menerangkan, mereka mengundang Jonro I. Munthe sebagai narasumber, karena mereka tahu figur muda yang juga berasal dari Dolok Sanggul ini bukan sosok sembarang, lantaran pengalamannya di bidang media, tak jarang diundang sebagai pembicara di berbagai seminar, berprestasi dan profilnya pernah dimuat koran nasional Suara Pembaruan.

Natal Purba mengharapkan dengan seminar ini, pemuda asal Dolok Sanggul yang banyak berlatar belakang mahasiswa, profesional maupun pekerja kantoran bisa mendapat pencerahan dan motivasi dari seminar ini. Dalam acara seminar ini, menurut Natal, sebenarnya diundang juga Pembina PERNADOS dan tokoh masyarakat Dolok Sanggul, seperti Tonny Pasaribu, Freddy Situmorang dan Arnold Sihite untuk ikut berbicara memberi motivasi, namun mereka berhalangan hadir.

Dalam paparannya, Jonro I. Munthe yang sering diundang sebagai moderator dan pembicara, baik dalam diskusi atau seminar di tengah gereja, sosial kemasyarakatan dan politik mengharapkan agar kaum muda Dolok Sanggul meskipun sibuk di dalam aktivitas studi, keluarga atau karier penting pula memberikan perhatian untuk pengembangan kampung halaman Dolok Sanggul, yang kerap dijuluki “Kota Penghasil Daging Kuda” dan “Gudang Kemenyan.”

                Jonro yang peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia (MPI)” dan penggagas pemberian award setiap akhir tahun kepada tokoh-tokoh Kristen lewat Majalah NARWASTU menegaskan, di organisasi, termasuk di organisasi bersifat kedaerahan seperti PERNADOS sebenarnya kita belajar mengembangkan diri, melayani, membentuk karakter dan ingin berbuat sesuatu untuk kampung halaman.

               “Dengan kata lain di PERNADOS kita memupuk tali kasih antarsesama dari kampung halaman serta melayani. Jadi perkuat kebersamaan. Dengan adanya kebersamaan, misalnya, diadakan acara Natal atau kebaktian bulanan, itu membuat tali tali kasih kita semakin kuat,” ujar lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang pernah menjadi salah satu ketua DPP di sebuah partai nasionalis itu.

                Jonro Munthe pun mengingatkan agar pemuda PERNADOS jangan melupakan akar budaya daerahnya. “Kita harus ingat akan Dalihan Na Tolu sebagai perekat komunitas orang Batak Toba. Cita-cita orang Batak kebanyakan adalah meraih hamoraon (kekayaan), hagabeon (punya keturunan) dan hasangapon (kehormatan) sebagai puncak kehidupan, untuk meraih itu semua tidak bisa instant, kita harus berjuang. Dalam berjuang itu kita harus andalkan kekuatan dari Tuhan, karena Dia-lah sumber berkat. Banyak tantangan yang kita hadapi di kota besar DKI Jakarta ini, tentunya kita harus berdoa dan bekerja (ora et labora) agar bisa terus bertahan. Dengan mengandalkan Tuhan dan terus berjuang, maka kita akan bisa meraih prestasi,” katanya.

                Menyikapi kondisi di kota Dolok Sanggul yang beberapa bulan terakhir ini heboh, karena ada pembunuhan sadis, juga adanya pemerkosaan plus pembunuhan, serta akan digelarnya Pilkada Humbang Hasundutan untuk memilih bupati, Jonro meminta kaum muda PERNADOS, selain berdoa untuk kebaikan kota itu, juga ia meminta agar kaum muda jangan lelah memberikan pemikiran-pemikiran dan pencerahan yang bersifat motivasi dan konstruktif.

              “Melalui media sosial (medsos) misalnya, kita bisa serukan agar masyarakat selalu tekun berdoa, dan saat akan memilih agar benar-benar dipilih pemimpin berjiwa pelayan dan peduli masyarakat. Sekarang adalah era media sosial, jadi mari kita manfaatkan benar media sosial itu untuk pencerahan masyarakat. Jangan dipakai medsos untuk tujuan negatif atau menciptakan masalah,” pungkasnya.

                Dalam acara ini, PERNADOS juga memilih sosok-sosok muda panutan dan diberi penghargaan. Selain itu, dipilih ketua panitia kebaktian Natal, yang akan diadakan pada Desember 2015 mendatang. Acara yang berlangsung akrab dan familiar serta diakhiri dengan makan bersama dengan menu khas Dolok Sanggul mie gomak itu, diisi pula dengan hiburan lagu-lagu khas daerah.

              Salah satu sosok muda berprestasi yang hadir di acara tersebut adalah Rahel Elita Siahaan (17 tahun), siswa kelas dua SMA Kristen Penabur, Kota Harapan Indah, Bekasi. Rahel merupakan siswa yang berprestasi, dia juara I Story Telling (lomba bercerita dengan Bahasa Inggris) di SMAK Penabur se-Jabodetabek (2014), juara I lomba None Jakarta di SMAK Penabur (2015), juara I lomba Bahasa Inggris tingkat SLTA se-Kota Bekasi (2015) dan juara I lomba lagu-lagu daerah di Sekolah Kristen di Kota Bekasi (2009).

Rahel yang juga keponakan Jonro I. Munthe pernah pula jadi “Duta Anti Narkoba” di SMAK Penabur, dan ia kini aktif sebagai Sekretaris OSIS di sekolahnya, dan giat sebagai guru sekolah minggu di Gereja Isa Almasih (GIA) Taman Harapan Baru, Kota Bekasi. Rahel yang merupakan anak tunggal pasangan Patikkos Siahaan, S.E., Ak dan Roganda Kristina Munthe, S.E. menyatakan, kalau Tuhan berkenan setelah lulus SMA ia ingin kuliah di Singapura atau Korea Selatan.

Dalam kesempatan itu, Rahel menyumbang dua lagu, satu lagu Batak berjudul “Boru Panggoaran” dan satu lagu rohani “Kasih Yang Sempurna.” Natal Purba sebagai Ketua PERNADOS menyatakan, bangga kalau generasi muda di PERNADOS seperti Rahel berprestasi dan bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi kaum muda.

Seusai seminar, Jonro I. Munthe menyerahkan sebuah buku spiritual dan motivasi berjudul “Sikap Antusias Saat Sulit Menyengat, Bertahanlah!” karya putra Dolok Sanggul, Hojot Marluga (Hotman Jonathan Lumban Gaol, S.Th) yang juga seorang wartawan dan penulis produktif sebagai cendera mata kepada pengurus PERNADOS. Jonro menuturkan, buku yang ditulis lulusan STT Doulos, Jakarta, itu berbobot dan penting dibaca kaum muda, karena sarat dengan pesan-pesan Kristen agar tangguh di dalam menghadapi tantangan kehidupan. KT

Berita Terkait