PGI Gelar Ibadah Syukur Memasuki Tahun 2017

707 dibaca
Suasana acara ibadah awal Tahun Baru 2017 di Grha Oikoumene PGI, Jakarta Pusat.

              BERITANARWASTU.COM. Mensyukuri penyertaan Tuhan di tahun 2016, dan sebagai permohonan untuk memasuki Tahun Baru 2017, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melaksanakan “Ibadah Syukur Awal Tahun 2017” di Auditorium Lantai 5 Grha Oikoumene, Jakarta Pusat, pada Rabu, 4 Januari 2017 lalu. Selain MPH PGI, staf dan karyawan, ibadah tersebut juga dihadiri sejumlah aktivis lintas iman, pimpinan lembaga gerejawi, dan pengurus partai. Ibadah yang berlangsung hikmat ini dipimpin oleh Pdt. Agustinus Setiawidi dari Gereja Kristen Jawa (GKJ).

Pdt. Agustinus dalam khotbahnya menekankan pentingnya kita hidup dalam kesetiaan kepada jalan hidup yang telah ditunjukkan oleh Allah. Sebab, ketidaksetiaan mengakibatkan hukuman. Allah tidak menghendaki dan tidak akan membiarkan adanya ketidaksetiaan, ketidakadilan, kesombongan dan keserakahan. “Allah punya cara sendiri untuk mengingatkan umatNya. Namun sebaliknya, Allah menegaskan penyesalan dan pertobatan akan membuka jalan baru bagi masa depan dan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Inilah, menurut Pdt. Agustinus, sebagai kampanye Ilahi. Kampanye yang sebenarnya bukan janji-janji manis tetapi semacam pengingat, bahwa kamu sudah tahu kita sudah terikat dalam sebuah perjanjian, karena itu marilah sama-sama setia kepada perjanjian yang telah kita sepakati. Kampanye itu mengingatkan kedamaian, keadilan dan kesejahteraan, sudah ada sejak dunia ini diciptakan, dan manusialah yang seringkali menghianatinya.

Dia menambahkan, damai sejahtera sangat terkait dengan keadilan. Damai sejahtera dialami oleh orang yang berkehendak baik, dan damai sejahtera Allah adalah damai yang mengajak manusia untuk ikut serta mewujudkannya. Usai ibadah, mengawali sambutan-sambutan, mewakili mitra kerja PGI, Nia Syarifuddin Koordinator Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) dalam sambutannya mengingatkan, bersama-sama kita harus terus memperjuangkan keadilan karena fakta menunjukkan di sana-sini masih terjadi pelarangan dan penutupan rumah ibadah. Tidak hanya menimpa umat Kristen, tetapi kelompok agama lainnya yang minoritas.

Menurut Nia, kondisi tersebut menjadi hutang dari peradaban kita sekarang ini yang masih harus diperjuangkan. Dan sangat disayangkan, masih saja ada upaya-upaya untuk menyeragamkan. Padahal, keberagaman adalah jatidiri bangsa Indonesia yang tidak bisa dilemahkan, bahkan dihilangkan oleh siapapun. Pada kesempatan itu Nia mengapresiasi keberadaan PGI, yang menurutnya, selama ini telah menjadi rumah bersama, tidak hanya untuk gereja-gereja tetapi juga lintas iman, dalam rangka bersama-sama memperjuangan kebhinnekaan Indonesia.

Sementara itu, mewakili kedutaan besar yang ada di Jakarta, Konselor Palestina untuk Indonesia, Taher Hammad, menyampaikan ucapan selamat Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, serta berharap Tuhan memberkati rakyat Indonesia, demikian pula hubungan antara Indonesia dengan Palestina. Dijelaskan Taher, umat Islam dan Kristen di Palestina hidup berdampingan dalam suasana harmonis.  Mereka saling memberi bantuan dalam setiap kegiatan keagamaan masing-masing.

Sambutan terakhir disampaikan oleh tuan rumah, Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang. Pada kesempatan itu, Pdt. Henriette mengucapkan terima kasih kepada semua mitra PGI yang selama ini telah kerjasama dalam berbagai bentuk, dan diharapkan kerjasama itu dapat terus berlanjut di tahun 2017. Ditambahkan, tantangan ke depan sebagai sesama anak bangsa adalah bagaimana kita bersama-sama berjuang untuk menegakkan Pancasila dan UUD 1945 serta mengentaskan kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, dan kerusakan lingkungan. Di akhir rangkaian “Ibadah Syukur Awal Tahun 2017 PGI” itu, seluruh undangan berjoget Sajojo bersama mahasiswi AKPER Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta, dan santap siang bersama. TS

 

 

Berita Terkait