PGI Sikapi Aksi Teror Bom di Sri Lanka

66 dibaca
Teror bom di Sri Langka sungguh menyayat hati.

            Beritanarwastu.com. Dunia kembali diguncang teror. Serangan bom terjadi pada saat umat Kristen di Sri Lanka merayakan Paskah pada Minggu, 21 April 2019 lalu. Akibatnya 207 orang tewas, dan lebih dari 450 orang lainnya menderita luka-luka. Tiga gereja yang menjadi sasaran serangan bom adalah Gereja St. Anthony di Kochchikade, Gereja St. Sebastian di Negombo dan Gereja Zion di Batticaloa. Selain itu, tiga hotel yang terletak di pusat ibukota Colombo pun terkena ledakan bom pada waktu yang bersamaan.

            Menyikapi peristiwa tersebut, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) mengeluarkan pernyataan sikap. Dalam pernyataan sikapnya, MPH-PGI menegaskan, pertama, menyampaikan simpati dan dukacita mendalam bagi keluarga korban tragedi bom Sri Lanka. Tragedi ini telah menambah luka kemanusiaan, terutama karena deretan serangan bom ditujukan kepada mereka yang sedang melakukan aktifitas keagamaan. Kami berdoa agar keluarga korban mendapat kekuatan dan penghiburanNya dalam menghadapi musibah yang berat ini.

Kedua, mengecam tindakan teror yang dilakukan oleh pelaku yang nampaknya telah direncanakan sebelumnya, sebab berlangsung secara serentak dan beruntun di beberapa tempat di Sri Lanka. Betapa tragisnya bahwa serangan ini ditujukan kepada umat yang sedang beribadah. Segala tindakan kekerasan yang menebarkan teror, kebencian, permusuhan apalagi yang berakhir dengan pembunuhan, bertentangan dengan ajaran agama manapun. Tindakan kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, selain hanya menimbulkan luka yang dalam yang dapat memicu kekerasan baru.

Ketiga, mendukung penuh upaya yang dilakukan pemerintah Sri Lanka dalam mengusut motif, pelaku serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa ini. Peristiwa seperti ini mengingatkan kita untuk tidak pernah mentolerir segala bentuk intoleransi dan kekerasan. Keempat, gereja dan masyarakat di Indonesia diminta untuk tetap tenang dan tetap menjaga hubungan yang harmonis antarumat beragama.

Kami mengajak kita semua untuk mendoakan korban  yang masih dalam perawatan agar dapat mengalami pemulihan.  Semoga pemerintah Sri Lanka mendapat hikmat Ilahi untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Kelima, mendukung dalam doa gereja-gereja di Sri Lanka agar Allah mengaruniakan kekuatan iman dan kearifanNya dalam menghadapi bencana kemanusiaan yang berat ini. LK

 

Berita Terkait