Pimpinan Pusat PGLII Sikapi Tragedi Bom di Samarinda

416 dibaca
Gereja Kristen Oikoumenen (GKO) Samarinda yang dibom.

BERITANARWASTU.COM. Pada Senin, 14 November 2016 lalu, Redaksi Majalah NARWASTU menerima surat pernyataan sikap dari

Pimpinan Pengurus Pusat Persekutuan Gereja Gereja dan Lembaga Lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang dipimpin Pdt. DR. Ronny R. Mandang, M.Th (Ketua Umum) dan Pdt. Dr. Freddy  Soenyoto, M.Th (Sekretaris Umum) terkait soal pemboman gedung Gereja Kristen Oikoumene di Samarinda, Kalimantan Timur. Berikut pernyataan sikap yang disampaikan.

           Menanggapi pemboman yang terjadi di Gereja Kristen Oikumene (GKO)  Samarinda pada Minggu, 13 November 2016  jam 9.25 WIT  yang mengakibatkan korban beberapa anak terluka dan meninggal dunia serta hancurnya beberapa mobil dan motor milik anggota jemaat GKO. Dan pelaku pemboman  telah tertangkap tangan dan telah diserahkan kepada Polres Samarinda.

Bahwa peristiwa pemboman itu telah melukai perasaan umat Kristen dan mencederai persatuan rakyat Indonesia. Memperhatikan pula semakin  berkembangnya berbagai isu dan opini di medsos elektronik maupun cetak bernuansa politik adu domba dan SARA, sehingga sangat berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa dan NKRI. Maka dengan ini Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga Lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang beranggotakan 97 sinode gereja dan 106 lembaga/yayasan dan menjadi bagian dari 600 juta anggota kaum Injili di 129 negara di dunia, menyatakan  sebagai berikut.

Pertama, bahwa berdasarkan Firman Allah, Surat Roma 13:1-5, yaitu; Ayat 1. Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah yg tidak berasal dari Allah, dan pemerintah-pemerintah yang ada ditetapkan oleh Allah. Ayat 2, sebab itu barang siapa melawan pemerintah , ia melawan ketetapan Allah dan siapa yg melakukannya akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Ayat 3, sebab jika seseorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat  jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah?

Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Ayat 4, karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika  engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang.  Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalas murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Ayat 5, sebab itu perlu kita menaklukkan diri bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.

Oleh karenanya kami mendukung langkah-langkah Pemerintah untuk membela dan mempertahankan 4 pilar bangsa, Bhinneka Tunggal Eka, NKRI, Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kedua, mendukung penuh usaha-usaha pemerintah untuk menegakkan hukum sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya tanpa pandang bulu terhadap pihak manapun. Ketiga, menolak segala bentuk kekerasan, pemaksaan kehendak dan cara-cara yang tidak terpuji serta bertentangan dengan kepribadian bangsa dalam mencapai tujuan.

Keempat, mengecam keras atas  terjadinya pemboman  Gereja Kristen  Oikumene (GKO) Samarinda yang telah mengakibatkan beberapa korban terluka dan meninggal dan kerugian material milik jemaat GKO. Kelima,  menyatakan keprihatinan dan bela sungkawa yg mendalam kepada keluarga korban dan jemaat GKO Samarinda atas meninggalnya korban pemboman.  Dan meminta kepada pemerintah setempat untuk memberikan perhatian sepenuhnya.

Keenam, mengimbau kepada segenap umat Kristiani di manapun berada untuk tetap tenang dan senantiasa berdoa serta mengedepankan kasih dan menghindari sikap dan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan Firman Allah melainkan bergantung  sepenuhnya kepada  Allah sumber kehidupan. Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia sebagai hak dan tanggung jawab selaku warga negara sekaligus anak bangsa yg merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia. ED

Berita Terkait