Presiden Jokowi Ajak Pemuka Gereja Peduli Lingkungan

760 dibaca
Presiden RI Ir. H. Jokowi dan Ibu Negara saat disambut meriah oleh masyarakat Sumut.

                BERITANARWASTU.COM. Kunjungan kerja Presiden RI Ir. H. Joko Widodo selama empat hari (pada 19-22 Agustus 2016) ke Sumatera Utara (Sumut) memiliki makna yang dalam. Ini merupakan momentum, fenomenal, dan bersejarah. Sebab, belum pernah ada Presiden RI yang sampai empat hari berkunjung ke Sumut.

Sudah barang tentu tidak sekadar melakukan kunjungan kerja biasa, melainkan ada agenda khusus yang dibawa Presiden Jokowi, yakni bagaimana mengangkat daerah-daerah yang dikunjunginya dengan segala potensi yang ada. Perhatian besar Jokowi terhadap Sumut mendapat apresiasi besar dari berbagai pihak. Dalam rangkaian kunjungannya ke Nias, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengadakan dialog dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga.

Presiden menyerukan agar daerah itu fokus pada dua bidang, yakni pariwisata dan perikanan. Presiden juga menyanggupi menambah 25 MW pada akhir 2017. Sehingga total jumlah pasokan listrik yang akan dibangun pemerintah di Kabupaten Nias hingga akhir 2017 sebesar 50 MW. Presiden pun meminta pemerintah daerah setempat untuk bisa mendatangkan investor yang mampu memajukan pariwisata. Sementara itu, runway Bandara Binaka akan diperpanjang mencapai 2.200 meter. Pada tahap berikutnya, pemerintah menyanggupi untuk kembali menambahkan lagi sepanjang 2.800 meter. Dengan begitu, semua jenis pesawat bisa mendarat.

Dalam kunjungan ke Sibolga, Presiden Jokowi melakukan groundbreaking pengembangan Pelabuhan Sambas, Sibolga. Presiden Jokowi mengatakan, Sibolga adalah pelabuhan tertua yang tidak pernah dikembangkan. Untuk itu dirinya memerintahkan kepada jajarannya untuk memeriksa kondisi pelabuhan ini dan ternyata bisa dikembangkan. Presiden meminta agar Pelabuhan Sambas Sibolga ini dapat beroperasi pada akhir 2017.  “Terserah mau dikerjakan pagi, siang, malam, tapi 2017 akhir harus selesai,” tegasnya. Demikian halnya soal industri perikanan di Sibolga diminta untuk dikembangkan.

 

Presiden RI Bertemu Pendeta

Usai dari Sibolga, Presiden RI dan rombongan bergerak menuju Parapat setelah sebelumnya mendarat di Bandara Silangit dan disambut oleh Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan. Di tempatnya menginap Hotel Inna Parapat, Presiden Jokowi didampingi Menteri Maritim dan Sumber Daya, Jenderal TNI (Purn.) Luhut B. Panjaitan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Mensesneg Pratikno, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi bertemu dengan pemuka gereja.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Sekolah Pendeta HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Uskup Agung Medan Mgr. Dr. A.B. Sinaga OFM.Cap, Ketua Moderamen GBKP, Bishop Gereja Methodist Indonesia Darwis Manurung, Ketua Yayasan Sumatera Berdoa J.A. Ferdinandus, Sekjen GKPA, dan sejumlah pemimpin gereja. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menerangkan tentang pentingnya pengembangan sektor pariwisata. Selain menjadi sumber devisa penting bagi negara, juga bisa memperbaiki perekonomian masyarakat lokal dan daerah.

“Wisata paling banyak angkut tenaga kerja, tetapi memang perlu perubahan kultur masyarakat. Karena pada dasarnya masyarakat harus mampu melayani wisatawan yang datang ke kawasan itu,” kata Presiden Jokowi. Karena itu, lanjut Jokowi, ia berharap tokoh masyarakat, pendeta, dan pemuka adat bisa memberi pengarahan kepada masyarakat," kata Jokowi.

 

Peduli lingkungan dan Hadiri Karnaval

Presiden juga mengajak para pemuka gereja untuk menaruh kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu caranya dengan memberikan penyadaran kepada umatnya lewat khotbah-khotbah di setiap peribadahan. “Dengan terus menyuarakan rasa kepedulian pada lingkungan, maka diharapkan muncul kesadaran bersama untuk menjaga dan memelihara lingkungan, baik itu di sekitar Danau Toba maupun hutan yang membentang,” serunya.

Jokowi berkeyakinan bila para pemuka gereja secara konsisten menyuarakan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, maka umat pun akan tergugah, sehingga penebangan liar, pencemaran air, dan sebagainya bisa diminimalisir. Salah satu agenda penting Presiden dan Ibu Negara di sekitar Danau Toba adalah menghadiri Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016.

Saat tiba di lokasi Presiden yang tampak gagah mengenakan ulos kebesaran ragi idup sirara, yang biasa dikenakan para raja dan Ibu Negara yang kelihatan cantik memakai tum-tuman disambut puluhan ribu masyarakat Balige yang telah memadati jalan sejak pagi hari.

             Presiden dan Ibu Negara terus mengembangkan senyum sambil melambaikan tangan. Acara ini diisi pawai bersama yang diikuti langsung oleh Presiden dan Ibu Negara. Tampak ikut mendampingi Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Arief Yahya, Tengku Erry Nuradi, Maruarar Sirait, Parlindungan Purba, serta para Bupati dari daerah di sekitar Danau Toba. Suasana begitu ramai ketika kendaraan Jokowi melintasi kerumunan massa yang tiada henti meneriakkan namanya.

          Bagi Jokowi, keindahan Danau Toba bukan sekadar anugerah dari Tuhan, tapi merupakan warisan berharga turun temurun yang harus dijaga kelestariannya. Pesona Danau Toba yang memikat, kata Jokowi, merupakan kekayaan yang harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

           Kunjungan Presiden Jokowi memang telah berlalu. Namun, berkaca pada begitu besarnya perhatian Presiden Jokowi terhadap Danau Toba dan sekitarnya, maka sudah menjadi kewajiban putra-putri Sumut, khususnya daerah di sekitar Danau Toba untuk ikut serta menggemakannya ke seluruh penjuru dunia. Dan masyarakat yang tinggal di sana juga harus sedia membuka diri dan menjadi tuan rumah yang baik. RN

Berita Terkait