Salah Satu Pendiri PAN dan Caleg DPR-RI di Dapil Sumut 2, Ir. Barnabas Yusuf Hura, M.M.

750 dibaca
Ir. Barnabas Yusuf Hura, M.M. salah satu pendiri PAN.

Beritanarwastu.com. Dia adalah salah satu pendiri PAN (Partai Amanat Nasional) dan salah satu Ketua DPP PAN. Ir. Barnabas Yusuf Hura, M.M. semasa mudanya aktif di PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), dan hingga saat ini pun ia masih bergiat di Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) BPN PMKRI. Dan kini dia dipercaya sebagai Wakil Ketua FORKOMA BPN PMKRI. Menurutnya, ia banyak mendapat ilmu dan pengalaman saat berorganisasi di PMKRI. Di PMKRI pula ia mendapat pesan dari para rohaniwan (pastur) bahwa hidup kita ini harus bermakna bagi gereja, masyarakat dan bangsa. Makanya saat refornasi bergulir pada 1998 lalu, ia termasuk salah satu pendiri PAN bersama Prof. Amien Rais (Baca lagi: Majalah NARWASTU Edisi April 2013)

             Menurut Barnabas, PAN adalah parpol nasionalis dan banyak pengurusnya dan anggota dewannya di daerah-daerah yang dihuni umat Kristiani, seperti di kawasan Indonesia Timur. Sehingga melalui PAN ia terpanggil berbuat sesuatu untuk kebaikan dan kesejahteraan bangsa ini. Tokoh pers nasional, Drs. Sabam Leo Batubara (almarhum) yang juga mantan aktivis PMKRI, pernah menyebut kepada Majalah NARWASTU bahwa Barnabas Yusuf Hura sudah bagus berada di PAN untuk ikut berpolitik. "Ajaran Yesus adalah supaya kita bisa menjadi garam dan terang di mana pun kita berada. Dan Barnabas Yusuf Hura ini salah satu kader terbaik kita untuk melayani di panggung politik," ujar mantan Wakil Ketua Dewan Pers dan salah satu dari "21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan Majalah NARWASTU" itu.

           Dalam kiprahnya di panggung politik, Barnabas yang juga peduli untuk membantu anak-anak muda yang kurang mampu guna melanjutkan pendidikan lewat jaringannya itu, sudah pernah bertarung sebagai Caleg DPR-RI di Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Meskipun belum berhasil masuk Gedung Senayan, namun Barnabas Yusuf Hura tak pernah lelah untuk terus berjuang. Dan di Pemilu 2019 ini ia masih bertarung sebagai Caleg di DPR-RI di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 2.

           Menurutnya, ia tidak semata-mata ingin meraih kursi ketika tampil sebagai caleg. Namun yang terpenting adalah dia berkesempatan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat saat tampil sebagai caleg. "Saat saya berbicara politik kepada umat, saya bisa menjelaskan situasi dan kondisi perpolitikan Indonesia. Dan itu sangat penting diketahui masyarakat. Ketika saya menjadi pengurus salah satu parpol nasionalis saya juga berkesempatan untuk berbicara apa hak dan kewajiban masyarakat atau warga negara di negeri ini," ujar Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara (IKKSU), yang ketua umumnya mantan petinggi TNI AD Letjen TNI (Purn.) Cornel Simbolon, yang juga petinggi Partai Demokrat.

         Selain dikenal seorang profesional, Barnabas yang juga anggota FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU), Ketua Bidang Kawasan Industri dan Pergudangan DPP REI dan Ketua Koperasi Taksi Indonesia ini termasuk dalam "21 Tokoh Kristiani 2013 Pilihan Majalah NARWASTU."

         Pemuka masyarakat Nias yang dikenal nasionalis dan religius ini boleh dibilang figur politisi yang peduli terhadap umat Kristiani. "Saya sering diundang memberi ceramah atau pencerahan politik, baik oleh gereja Katolik maupun Protestan. Di situlah saya mempunyai kesempatan untuk memberi pencerahan politik. Saya juga bisa menyampaikan kebijakan  politik dari pusat ke daerah. Karena apa yang muncul di dalam pemberitaan media, belum tentu semua bisa dipahami masyarakat. Sehingga perlu pencerahan politik," pungkas Tenaga Ahli Fraksi PAN di DPR-RI dan Penasihat BPO REI DKI Jakarta ini.

 

Ir. Barnabas Yusuf Hura, M.M. bersama seorang pemuka umat Katolik. 

 

             Mantan Dewan Paroki Santo Nikodemus, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, ini menerangkan, panggilan terjun berpolitik itu adalah sesuatu yang mulia. Melalui politik kita harus berupaya menyampaikan apa hak dan kewajiban warga negara. Politik itu juga harus berpihak pada kepentingan rakyat dan umat serta harus mensejahterakan rakyat.

           "Istri saya pernah pernah menanyakan kepada saya kenapa selalu bersemangat terjun ke politik, apalagi sudah berkali-kali terjun menjadi Caleg DPR-RI. Saya jawab, politik itu berpengaruh dahsyat di dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga kita harus terjun ke politik, apalagi saya termasuk salah satu pendiri PAN. Selama ini banyak kawan-kawan saya yang bersimpati membantu saya di panggung politik, makanya saya tetap semangat di politik," ujar pria yang dikenal dekat dengan tokoh nasionalis Dr. Cosmas Batubara itu. Dan Barnabas pun mengaku, ia banyak belajar tentang politik dan masalah kebangsaan dari tokoh Partai Golkar tersebut.

Dalam dunia politik, kata Barnabas Yusuf Hura, kita harus terus berupaya menjadi garam dan terang. Yang tawar harus digarami dan yang gelap harus diterangi. Dan kita pun harus mencari banyak kawan, bukan mencari musuh. 

          Barnabas yang pernah dipercaya sebagai Penatar BP-7 di DKI Jakarta dan pernah mengikuti kursus LEMHANNAS (Lembaga Ketahanan Nasional) mengatakan, seseorang yang ingin terjun berpolitik harus terus mengembangkan diri. "Saya sendiri pun terus mengembangkan diri, misalnya ikut kursus LEMHANNAS, karena ini sangat bagus dan penting untuk para pemimpin. Juga kita harus mengembangkan diri dengan banyak membaca buku, mendengar para pakar berbicara di acara diskusi dan membaca media massa. Seperti menyimak berita koran Kompas, Tempo dan Majalah NARWASTU itu sudah langganan saya. Saya juga harus banyak membaca agar tahu informasi terbaru," cetus ayah dua anak, Alberus Magnus BYH (28 tahun) dan Andreas BYH (26 tahun) serta suami tercinta Helena Sarumaha ini.

               Berbicara tentang pemilu, Barnabas menerangkan, pemilu ini merupakan sebuah proses berdemokrasi yang dilakukan sekali lima tahun. Dan semua aturannya sudah ditentukan di parlemen, dan yang memilih parlemen (wakil rakyat) itu rakyat. Dengan berdemokrasi diharapkan masyarakat bisa mencapai kehidupan yang adil dan sejahtera. "Tujuan politik itu sebenarnya untuk menata kehidupan masyarakat agar sejahtera," paparnya. 

             Namun, ujarnya, patut kita pertanyakan, apakah rakyat kita kehidupannya sudah sejahtera. Karena itu peraturan atau perundang-undangan harus disederhanakan, dan harus berpihak kepada rakyat dan jangan hanya berpihak pada kaum elite. "Pemilu yang berkualitas itu sesungguhnya mesti adil dan makmur (bonum comune). Jangan pemilu itu hanya buang-buang banyak uang dan banyak pula parpolnya. Sekarang kita lihat saja pemilu kita,  ada 16 parpol. Coba kita lihat biaya sosialisasi, biaya saksi dan biaya pengawalan suara besar sekali dananya," ujarnya.

             Di sisi lain, Barnabas Yusuf Hura menerangkan, saat ini ada degradasi terhadap kaum milenial di negeri ini. "Ada banyak anak-anak SMA tidak tahu lagi tentang siapa nama menteri-menteri di negeri ini, tentang Mukadimah UUD 1945 dan soal ideologi bangsa pun makin banyak yang kurang paham. Sehingga melalui politik kaum milenial perlu diajak kembali agar memahami kehidupan berbangsa dan bernegara. Saat Soeharto jatuh kita di PAN bersama sejumlah tokoh reformasi dan aktivis mendirikan PAN, bukan bergabung dengan tiga parpol yang sudah ada di zaman Orde Baru, agar PAN ini bisa ikut mempengaruhi keadaan bangsa supaya lebih baik," terangnya.

             Bagi caleg yang akan bertarung di Pemilu 2019, Barnabas pun memberikan tips menarik dan penting disimak. "Hidup ini harus benar-benar kita manfaatkan untuk melayani bagi keluarga, masyarakat dan bangsa. Sebab itu, untuk melayani di politik, maka si caleg harus punya tabungan atau modal yang cukup, dan jangan bebani masyarakat. Caleg itu juga harus mau belajar agar punya memampuan seputar politik. Dia juga harus aktif di ormas, masyarakat atau di gereja, serta harus terlibat di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Jangan sampai yang bersangkutan hanya ingin mencari prestise, mencari kerjaan atau cari kekayaan di panggung politik," tegasnya.

            Dan Barnabas menuturkan, kalau ia sekarang berada di PAN dan ia termasuk salah satu pendirinya, "Karena bagi saya, masuk ke PAN itu adalah salib saya. Dan saya harus pikul itu. Semua umat Kristiani kan masing-masing ada salib yang dipikulnya," ujarnya. Ia juga berharap agar di Pemilu 2019 ini semua pihak yang terlibat di dalam penyelenggaraan pesta demokrasi ini bisa berlaku jujur, adil dan saling menghargai.

             "Jangan ada lagi perilaku-perilaku yamg tak terpuji dari oknum-oknum KPU di daerah-daerah. Misalnya suara caleg yang sudah didapat dengan perjuangan habis-habisan bisa hilang. Kalau pemilunya berlangsung adil dan jujur saya yakin sekali saya bisa masuk Senayan. Kita juga harus berupaya mencerdaskan masyarakat lewat politik dan hindari politik uang," ujar Barnabas. Dan ia juga memesankan kepada para caleg yang bertarung supaya jangan sampai stres atau depresi jika kalah, tapi tetaplah berpikir jernih, positif dan perkuat mental serta iman. SK

Berita Terkait