SEKARANG WAKTUNYA ANAK MUDA MEMIMPIN

• Oleh: Dr. Antonius Natan, Th.M 419 dibaca
• Sekretaris Umum PGLII DKI Jakarta.

Beritanarwastu.com 1 Timotius 4:12, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

            Perubahan zaman berjalan cepat, waktu tidak bisa menanti bahkan waktu akan terus berjalan tanpa menghiraukan panas atau dingin, hujan maupun badai. Sekarang saatnya anak muda memimpin, usia muda tak menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih prestasi di tingkat yang tinggi. Pencapaian anak kuliahan maupun sekolahan dengan jalannya sendiri mampu meraih prestasi, tentu menjadi kebanggaan tersendiri tak hanya bagi dirinya, namun juga bagi keluarga.

Tak hanya di lingkup nasional atau regional, beberapa anak muda mampu meraih prestasi di tingkat internasional. Berkat kemampuan dan kompetensi di atas rata-rata anak muda dinilai berpengaruh bagi Indonesia serta menginspirasi masyarakat.  Generasi milenial berperan sebagai agen perubahan. Predikat baru disematkan bagi yang kreatif dan menerobos tembok kebiasaan yang selalu mengatakan sukses itu perlu waktu dan pengalaman yang sangat panjang.

Namun tidaklah mudah untuk memiliki kemampuan dan keberanian berinovasi. Artinya ketangguhan menjadi kemutlakan bagi anak muda yang ingin menjadi terdepan. Learning by doing atau try and error tidak pernah takut mencoba. Apalagi saat ini tantangan generasi milenial bukan sekadar belajar secara akademik formal, tapi bagaimana anak muda menghadapi dan menjawab tantangan dunia modern dan canggih yang semakin kompleks. Anak muda sebagai agen perubahan tersebut, harus memiliki kemampuan leadership, sense of business, dan social responsibility. Ketiga pilar yang terus diasah menuju Indonesia maju dan modern di tahun 2030.

 

Anak Muda yang Berkarya

Salah satu contoh keberanian dan terobosan yang dilakukan oleh Greta Thunberg, dikenal di berbagai belahan dunia. Wanita berusia 16 tahun mengundang kekaguman karena kegigihan dan keberaniannya berjuang untuk lingkungan. Remaja belasan tahun berasal dari Swedia ini berani membuat kampanye dan mengkritik pemerintah Swedia dan berbicara di parlemen negara lain, terkait momen Hari Bumi 22 April, Thunberg diundang berbicara di depan anggota parlemen Inggris

Gadis dengan ciri khas rambut dikepang dua menjadi pelopor aksi untuk lingkungan dengan menggerakkan aksi mogok sekolah bernama Skolstrejk for Klimatet pada 2018 lalu. Aksi yang berlangsung setiap jumat di depan gedung legislatif. Aksi yang mendorong para anggota legislatif Swedia berbuat lebih konkret untuk mengatasi pemanasan global. Gerakan yang awalnya diremehkan ini justru mendapat simpati orang banyak dan menyebar ke negara-negara lain.

Thunberg kemudian diundang berbicara di COP24, dan bahkan dinominasikan oleh tiga orang anggota parlemen Norwegia sebagai kandidat penerima Piala Nobel. Di Indonesia ada juga anak muda yang berusia muda, baru saja diwisuda sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia, belum memiliki pengalaman bekerja di manapun, tetapi dipercaya oleh masyarakat menjadi anggota parlemen ibukota DKI Jakarta. Sebagai anggota DPRD termuda ditambah lagi pribumi keturunan Tionghoa, William Aditya memiliki keberanian tinggi “membongkar” APBD janggal DKI Jakarta.

Walaupun temuannya dibantah, bahkan diajukan ke Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta, masyarakat merasakan karya anak muda dengan terobosan yang tidak biasa. Sehingga semua orang menjadi peduli apa yang dibahas di parlemen dan turut mengawasi belanja daerah, penggunaannya serta manfaat bagi maslahat orang banyak. Inilah contoh anak muda yang berdampak. Masa depan gemilang ada di tanganya.

 

Tips Bagi Anak Muda

Teori dan konsep menjadi pemimpin yang berhasil ada ratusan, bahkan ribuan jumlahnya. Ada tips bagi yang benar-benar ingin menjadi pemimpin di usia muda, bagi para pembelajar akan terus menyerap pengetahuan dan menerapkan kebijakan dari sumber yangberagam sehingga memiliki kemampuan yang di atas rata-rata. (1) Kerja cerdas dan tekun. Kerja cerdas adalah model kerja anak zaman now, tidak terlalu keras tetapi menghasilkan. Disertai ketekunan yang konsiten akan membuahkan hasil dan menggapai mimpi.

Lalu (2) Menantang risiko dan fokus. Keberhasilan tidaklah mudah dicapai begitu saja, ada banyak tantangan, halangan dan rintangan, anak muda berani menantang risiko dan mempertimbangkannya sebagai jalan pintas menuju keberhasilan. Fokus kepada tujuan awal yang direncanakan akan menuai keberhasilan. (3) Memiliki integritas & pengetahuan.

Anak muda  zaman now memiliki daya pikat dengan cara kerja berintegritas, melakukan jalan pintas tidak selalu melanggar hukum tetapi melakukan terobosan baru dengan cara berpikir yang berbeda dengan pengetahuan yang berinisiatif tinggi dan kreatifitas inovasi di luar nalar kebanyakan orang. Anak muda menjadi penakluk zaman dengan cara pandang yang berbeda dibanding usia sebaya pada masa sepuluh tahun lalu. Zaman berubah, cara berubah, metode diperbaharui pola yang ada dibentuk. Itulah penaklukan kaum muda kepada zaman modern ini.   Tips di atas, akan berwujud nyata kepada anak muda yang memiliki passion dan calling dalam bidangnya. Saatnya anak muda menaklukan dunia modern saat ini. Pro Ecclesia Et Patria.

Berita Terkait