Selamat Mengindonesia dari Pdt. Dr. Andar Ismail

155 dibaca


Beritanarwastu.com. Kembali buku “Seri Selamat” karya Pdt. Dr. Andar Ismail, yang selama ini digemari banyak warga gereja diterbitkan PT. BPK Gunung Mulia. Buku ini sungguh menarik disimak. Selain menambah wawasan, juga 33 renungan di buku ini meneguhkan iman. Ditulis di buku ini, dalam Indonesia sudah terbentuk, namun masih perlu dibentuk. Indonesia sudah jadi, namun masih dalam proses menjadi. Oleh sebab itu, kita terus mengindonesia.

       “Proses panjang penjadian keindonesiaan adalah tugas kita semua, sebab kita semua adalah pemilik Indonesia. Itulah makna kebhinnekaan. Kita berbeda tetapi kita setara. Tidak ada mayoritas atau minoritas. Tidak ada asli atau bukan asli. Buku Seri Selamat ke-30 karya teolog pedagog ini mengajak kita menghayati bahwa kita berbeda bukan untuk saling mencurigai dan membenci, melainkan untuk saling menghargai dan bersinergi,” tulisnya.

          Seperti ditulis Melani Budianta, Guru Besar Sastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Landasannya Injili. Wawasannya lintas disiplin ilmiah. Acuannya mulai dari legenda sampai teori penelitian mutakhir. Ragam sastranya beraneka dari berita, drama, wawancara, ulasan, profil, atau sekadar bercerita. Alurnya komunikatif dan mengalir. Kocak tapi bisa fokus serius. Ringkas padat dan enak dibaca. Persoalan mendasar tersampaikan tanpa kerut kepala. Sungguh, Seri Selamat berbagi berkat.”

              Sementara Pdt. Andar Ismail dalam sambutannya menulis, orang-orang di rumah ini bermacam-macam. Tampangnya ada yang gini, ada yang gitu. Ngomongnya bahasa ini dan itu. Kebiasaannya aneh-aneh. Kesukaannya beda-beda. Adatnya lain-lain. Keyakinannya rupa-rupa. Pokoknya,  kita ini macem-macem-lah. Akan tetapi, kita yang serba beda ini tinggal di satu rumah yang sama. Kita penghuni rumah yang satu ini.

Rumah ini bernama Indonesia. Kita sama-sama adalah warga dari satu negara yang sama. Punya falsafah yang sama. Punya mimpi yang sama. Tinggal bersama di satu rumah tidak gampang. Perkara sepele bisa cekcok. Padahal jiwa yang sehat mencari kedamaian. Oleh sebab itu, setiap penghuni punya andil merawat hubungan tenggang rasa dan kerja sama. Tanpa mengganggu pihak lain, pihak kita mulai berusaha hidup damai. Tertulis, “Dari pihakmu, berusahalah sedapat mungkin untuk hidup damai dengan semua orang” (Rm. 12:18, BIMK). Itulah kebinekaan. Yang aneka menjadi Indonesia. Selamat mengindonesia! Buku karya Pdt. Andar Ismail ini menarik dibaca. LK

Berita Terkait