Seminar Politik ala Gerkindo Menjelang Pilpres 2019

369 dibaca
Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) mengadakan seminar "Bagaimana Sikap Politik Kristen Menuju Pemilu 2019" di Aula IBM-ASMI Jakarta, pada Sabtu, 18 November 2017 lalu.

         Beritanarwastu.com. Pilpres 2019 merupakan momen yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden RI tersebut menjadi hal yang amat penting, karena menyangkut masa depan bangsa ini. Untuk itulah menjadi hal yang mendasar bagi setiap warga negara Indonesia, khususnya umat Kristiani dalam hal memilih dan menyalurkan hak suaranya kepada para kandidat yang tampil.

         Menyikapi hal itu, Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) sebagai salah satu lembaga Kristen yang peduli akan nasib bangsa ini, mengadakan seminar  dengan mengangkat tema "Bagaimana Sikap Politik Kristen Menuju Pemilu 2019" di Aula IBM-ASMI Jakarta, pada Sabtu, 18 November 2017 lalu. Seminar yang membahas mengenai peran politik umat Kristen dalam pembangunan bangsa itu, dibuka dengan pemaparan yang disampaikan oleh pengamat politik UKI, Dr. Merphin Panjaitan.

         Merphin mengatakan,  sebagai warga negara khususnya umat Kristen, sudah seharusnya kita menjadi pembawa terang dan memiliki karakter untuk melayani. Sebab, baik buruknya Negara, setiap kita punya andil untuk ikut menentukan keberlangsungan republik ini. Sedangkan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Angelica Tengker yang juga didapuk sebagai pembicara, menyoroti masalah perempuan yang juga harus terwakilkan dalam politik. Dan, katanya, peran perempuan perlu ditingkatkan dengan lebih memperbanyak pendidikan dan pengkaderan politik.

          "Keterlibatan perempuan Kristen dalam politik harus didasari oleh karakter Kristen. Dan harus menjadikan politik sebagai ladang pelayanan. Perempuan Kristen dalam politik haruslah menjadi agen perubahan yang membawa kasih dan kebenaran untuk kesejahteraan bangsa," kata Angelica semangat. Sementara pakar politik dari  CSIS, Dr. Josep Kristiadi sebagai pembicara pamungkas menuturkan, dalam sebuah pemilu suara umat Kristen harus bulat dan bersatu supaya peran politik kekristenan semakin berpengaruh dan diperhitungkan.

           "Orang Kristen jangan pernah merasa sebagai minoritas, baik dari segi politik maupun agama. Karena NKRI itu tidak akan lengkap tanpa adanya orang Kristen," ujar J. Kristiadi lantang. Acara yang berlangsung dari siang hingga petang hari tersebut cukup menyedot antusiasme dari peserta. Di akhir acara, Ketua Umum Gerkindo, Pdt. Yerry Tawalujan, M.Th yang ditemui Majalah NARWASTU mengungkapkan, ia berharap lewat acara ini agar umat Kristiani mendapatkan wawasan dan pengetahuan mengenai politik, termasuk gereja dan hamba Tuhan. BTY

Berita Terkait