Seruan Moral Jaringan Perempuan Lintas Iman

342 dibaca
Jaringan Perempuan Lintas Iman menyampaikan seruan moral di Kantor Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) di Jalan Cempaka Putih Barat XXI/34, Jakarta, pada Selasa, 6 Maret 2018.

            BERITANARWASTU.COM. Menyikapi berbagai bentuk ketegangan dan kekerasan yang muncul, karena politisisasi identitas berbasis agama maupun etnik, serta dalam rangka menjaga dan memperjuangkan kebhinnekaan agar tetap menjadi warna dan nuasa Republik Indonesia, Jaringan Perempuan Lintas Iman menyampaikan seruan moral di Kantor Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Jalan Cempaka Putih Barat XXI/34, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Dalam seruannya mereka menegaskan, pertama, merawat, menjaga dan memperjuangkan kebhinnekaan Indonesia pada dasarnya merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa dari berbagai latar belakang primordial berbasis suku atau etnis, agama, ras, golongan dan daerah. Maka kita semua harus mengeluarkan segenap upaya yang efektif untuk mencegah dan menangani setiap ancaman atas kebhinnekaan tersebut.

Kedua, para kontestan Pilkada, Pileg dan Pilpres, tim sukses, para pendukung dan simpatisan agar menempatkan persaudaraan dan persatuan bangsa di atas kepentingan politik pragmatis dan tidak menyalahgunakan agama bagi tujuan primordial dan sesaat. Ketiga, Pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum agar melakukan penegakan aturan dan hukum secara tegas, adil dan transparan kepada siapa pun, khususnya pelaku tindakan yang berorientasi memecah belah bangsa. Pemerintah dan aparat perlu mengupayakan pencegahan dini terhadap aksi-aksi pemecah belah dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk perempuan.

Keempat, seluruh umat beragama dan anak bangsa Indonesia agar mempromosikan nilai-nilai cinta kasih dan antikekerasan yang merupakan esensi ajaran semua agama dan kepercayaan yang hidup di Indonesia. Di antaranya, melalui tradisi dan kearifan lokal yang mendukung penguatan hubungan silaturahim antaragama, memperbanyak ruang-ruang perjumpaan untuk mengenal perbedaan, dan acara-acara keagamaan dan upacara-upacara adat yang mempererat persaudaraan.

Kelima, para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat agar senantiasa mengutamakan pendidikan dan pengajaran keagamaan yang efektif dan membentuk karakter bangsa yang cinta tanah air dan menghormati perbedaan, serta bergandeng tangan menjaga rumah ibadah dari upaya pecah-belah persatuan bangsa. Keenam, para perempuan dari berbagai agama dan kepercayaan perlu bersatu menyarakan pentingnya perdamaian dan bersatu melawan semua bentuk kekerasan, diskriminasi dan pembodohan, khususnya terhadap perempuan, anak-anak dan kelompok rentan.

Jaringan Perempuan Lintas Iman terdiri dari sejumlah LSM dan lembaga keumatan, di antaranya Biro Perempuan dan Anak PGI, The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API Kartini), Kelompok Peduli Penghapusan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KePPak Perempuan), Yayasan Cahaya Guru, Negeriku Indonesia Jaya (NINJA), Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI), Wanita Katolik Indonesia (WKRI), Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN MATAKIN), Perempuan Penghayat Indonesia (PUAN HAYATI), Wanita Budhis Indonesia (WBI), dan Komunitas Baha’i Indonesia. BK

Berita Terkait