Pdt. Tjepy Jones Budidharma
Siapa Sesungguhnya yang Memunculkan Iblis

Penulis adalah Gembala Sidang GKBI Kasih Karunia, 829 dibaca
Pdt. Tjepy Jones Budidharma

Beritanarwastu.com. Kejadian1:31, ”Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Allah tidak pernah menciptakan setan, tetapi Allah menciptakan Lucifer, malaikat Allah.

Kebenaran Alkitab mengenai bagaimana setan  muncul akan membuat kita berubah dan tidak akan ragu lagi akan otoritas yang Tuhan berikan kepada kita dan semua intimidasi dari iblis akan lenyap dengan sendirinya. Iblis tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kerjasama yang manusia berikan kepadanya. Pada mulanya semua ciptaan Allah adalah  indah termasuk Lucifer yang sangat  luar biasa, tetapi ketidakpuasan Lucifer-lah yang membuat ia jatuh.

                Ucapan mengenai Lucifer ada di Yehezkiel 28 13-14, “Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.”

Banyak orang percaya bahwa Lucifer dibantu  sepertiga dari para malaikat untuk bertempur melawan Allah di surga, lalu mereka dikalahkan dan  dibuang ke bumi. Pengetahuan ini datang dari Kitab Wahyu 12:4, dan  menjadi banyak dikenal orang melalui Bible Commentary yang  ditulis oleh Finis Dake. Kitab Wahyu adalah kitab dengan simbol-simbol, maka harus diterjemahkan hati-hati, lagi pula tidak mungkin satu ayat dalam Kitab Wahyu dijadikan doktrin yang menutupi semua kebenaran yang tertulis di Alkitab. Sebaliknya, kita percaya bahwa pertama sekali Allah mengutuk iblis adalah di taman Eden di bumi.

Lucifer ada di bumi sebagai malaikat kepercayaan Allah yang sebelumnya bertugas untuk melayani Adam dan Hawa dan  menjadi berkat bagi manusia itu. Keberadaan malaikat ditulis oleh Alkitab di Ibrani 1:14, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” Lucifer ditaruh Allah di bumi untuk melindungi dan melayani keluarga Adam dan bukan sebagai lawan atau sparring partner manusia. Lucifer ada dalam  misi illahi dari Allah, tetapi justru di taman Eden-lah  terjadi  pelanggaran melawan Allah yang juga melibatkan manusia dan  hewan ular pada saat itu.          

Selanjutnya Yehezkiel 28:15, ”Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.” Renungkan ini: Bagaimana mungkin Allah menaruh setan di taman Eden untuk mencobai manusia. Sama halnya dengan mungkinkah kita menaruh ular di taman tempat anak kita yang masih kecil bermain-main? Allah tidak akan lakukan hal itu, faktanya bahwa taman Eden adalah tempat Allah berjalan-jalan bersama Adam waktu itu,  seperti digambarkan dalam Kejadian 3:8, “Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk…”

Lalu apa yang membuat Lucifer melawan Allah? Lucifer melihat bahwa Allah melakukan sesuatu untuk manusia yang tidak pernah dilakukan Allah kepada ciptaanNya yang lain. Allah menciptakan manusia segambar denganNya dan memberikan mandat Ilahi berupa otoritas yang tak terbatas, seperti ditulis dalam Kejadian 1:26, berfirmanlah Allah, "Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Kemudian juga di Kitab Mazmur 8:5-7, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?...segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya.

Tidak ada syarat dan kondisi batasan tentang otoritas yang diberikanNya saat itu terhadap manusia dan Allah selalu setia pada perjanjian dalam perkataanNya, Mazmur 89:35, “Aku tidak akan melanggar perjanjianKu, dan apa yang keluar dari bibirKu tidak akan Kuubah.” Dalam Kitab Bilangan 23:19, “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta…Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” Artinya, integritas Allah ada di dalam FirmanNya, sekali Dia katakan maka hal itu terjadi dan menjadi ketetapan selamanya.

Lucifer mengerti betul akan hal ini, dan melihat langsung bagaimana manusia memiliki apa yang dia tidak miliki dalam artian  bahwa  manusia adalah tuan atas bumi ini dan merekalah yang mengatur dan memerintah di atas muka bumi ini. Mazmur 115:16, “Langit itu langit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikanNya kepada anak-anak manusia.” Sekalipun Lucifer adalah malaikat terkemuka tetapi dia menjadi iri dan menginginkan lebih dari yang dia miliki saat itu, yaitu sesuatu yang bukan milik dia. Jadi sekarang kita tahu dari mana datangnya roh iri hati dan mengingini milik orang lain, dan itu jahat di mata Allah.

Selanjutnya Yesaya 14:13-14, ”Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!“ Lucifer berpikir bahwa kalau ia bisa menguasai Adam, maka otoritas itu akan berada di bawahnya dengan demikian ia bisa menyamai Allah karena manusia adalah gambar dan rupa Allah.

Jadi, siapa sesungguhnya yang memberi kesempatan Lucifer menjadi setan? Manusia sendiri! Pada saat Adam dan Hawa tunduk kepada perkataan Lucifer, maka Lucifer menjadi setan. Kitab Roma 6:16, “Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu.”

Lalu timbul pertanyaan lagi, bukankah mereka dibohongi oleh Lucifer melalui ular, mengapa Allah tidak menyetop semua hal itu?  Mari kita baca 1 Timotius 2:14, “Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.” Bukan berarti kita melempar kesalahan kepada perempuan seperti yang Adam lakukan pada waktu Allah menegur dia. Kebenarannya adalah bahwa Adam tidak tergoda, tetapi dia tahu apa yang dia lakukan dan dia memilih untuk tunduk kepada perkataan ular dan bukannya berpegang kepada perkataan Allah. Ini suatu pewahyuan bagi kita yang ingin hidup menang atas kuasa iblis dengan tidak mengulangi kesalahan Adam.

Waktu Lucifer melakukan kecurangan ini, maka ia kehilangan urapan yang sebelumnya ia miliki, sekarang ia tidak memiliki kuasa apa-apa selain mendakwa manusia siang dan malam. Beginilah seharusnya orang percaya memandang Lucifer yang sudah jatuh Yesaya 14:16, “Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang…” Maksud kalimat dalam ayat ini adalah bahwa setan sudah menjadi mahkluk roh yang paling rendah tingkatannya.

              Target iblis sekarang  ialah  memakai kuasa yang ada di dalam  manusia yang sudah jatuh dari kemuliaan Allah untuk memciptakan sistemnya di muka bumi ini. Manusialah yang memiliki kuasa itu dalam perkataan lidahnya, Amsal 18:21, “Hidup dan mati dikuasai lidah (death and life are  in the power of the tongue), siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Kalau kita lebih mendengarkan  iblis, maka hasilnya selalu menuju kehancuran dan kematian. Sebaliknya kalau manusia memberi dirinya dipimpin oleh perkataan Firman Kasih Karunia, maka pertumbuhan yang dari Allah yang akan terjadi dalam semua sisi kehidupan manusia.

            Ketika kita melawan iblis, Alkitab mengatakan, ia hanya punya satu pilihan, yaitu lari dari kita, Yakobus 4:7, ”Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Kalau kita tidak  mempercayai Firman Allah, maka tanpa sadar kita sedang melawan Allah, berarti siap dipengaruhi iblis. Allah tidak akan bertempur melawan iblis bagi kita, karena memang iblis bukan di level Allah untuk konfrontasi, iblis jauh di bawah kita sedangkan kita sendiri bukan pada tingkatan yang dapat melawan Allah.

          Kita adalah anak-anak Allah karena kelahiran baru bagi roh kita, tetapi kita juga sepenuhnya bergantung kepada setiap perkataan Firman Allah, di luar Yesus Kristus kita tidak bisa berbuat apa-apa (Yohanes 15:5). Itu sebabnya, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk membuat kehidupan Allah tinggal di dalam setiap kita yang percaya akan namaNya, sehingga kita tidak perlu lagi tunduk kepada pola pikir iblis yang disuntikkan ke dalam pikiran kita melalui keadaan kehidupan kita sehari-hari.

Untuk kita renungkan, waktu iblis berusaha melawan kita, sesungguhnya ia tidak memiliki otoritas atas kita. Sebaliknya, ia bergantung sepenuhnya atas  kerjasama  yang kita berikan kepadanya melalui kuasa perkataan lidah yang  kita miliki. Jadi taruhlah kuasa Firman Allah di lidah  kita dan  jangan beri kesempatan kepada iblis untuk menipu kita. Amin. 

Berita Terkait