Sinode GBI Deklarasikan Bulan Keluarga

511 dibaca
Suasana acara “Deklarasi Bulan Keluarga” Sinode GBI di Graha Bethel, Jakarta.

BERITANARWASTU.COM. Keluarga adalah salah satu bagian dari rencana dan karya Allah. Melalui keluarga selain menjadi cikal bakal lahirnya suatu bangsa juga memiliki fungsi sebagai tempat pembentukan karakter, nilai-nilai spiritual, akhlak, moral dan lain sebagainya. Lantaran memiliki makna yang demikian pentingnya akan arti sebuah keluarga, Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) turut menaruh perhatian dan kepedulian yang dalam akan hal itu. Sebagai wujud nyatanya, gereja yang dikenal memiliki banyak anggota jemaat ini pun mendeklarasikan bulan keluarga yang diadakan di Graha Bethel, Jakarta, pada Senin, 19 Juni 2017 lalu.

Dalam kata sambutannya, Ketua Umum Badan Pekerja Harian (BPH) Sinode GBI, Pdt. DR. Japarlin Marbun mengatakan, ancaman terhadap keluarga yang semakin membahayakan, misalnya,  bahaya narkoba, perceraian yang semakin tinggi, pola asuh yang salah, LGBT dan sebagainya. Untuk itu GBI akan lebih fokus dengan membentuk departemen wanita dan anak, dengan mendorong supaya lebih kuat. Sebab keluarga adalah inti dari gereja, bangsa dan masyarakat, serta bagian dari Maha Karya Allah yang terbesar.

Di sisi lain, GBI menyatakan pendapat berkaitan dengan keluarga, di antaranya ialah GBI menegaskan bahwa pernikahan adalah institusi Maha Karya Allah yang merupakan ikatan antara satu laki-laki dan satu perempuan yang kokoh. Dan keluarga merupakan tempat utama membangun karakter dan akhlak generasi muda. Sejalan dengan itu Pdt. DR. dr. Dwidjo Saputro, Sp.KKJ (K) selaku Ketua I Bidang Pembinaan Keluarga BPH GBI menjelaskan, keluarga sebagai maha karya dari Tuhan terkadang lupa, dan hanya dijadikan sebagai tempat rekreasi saja. Padahal keluarga tempat terbaik untuk melahirkan generasi-generasi terbaik.

Dalam acara ini pun digelar diskusi yang mengundang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. Yohana Yembise, yang sedianya hadir namun berhalangan. Dia digantikan oleh Dra. Ace Damestri. Dalam pandanganya, ia mengungkapkan bahwa anak-anak idealnya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kondusif. Alasannya, sebab keluargalah tempat pembentukan karakter. Dan ini guna membangun dan mewujudkan Indonesia sejahtera.

Di sela-sela acara, selain mendengarkan pendapat dan pemikiran para nara sumber, seperti Pdt. Mc Landon (CBN) dan Hariyati (Ketua Pengurus Nasional), diluncurkan pula sebuah buku kurikulum GBI khusus untuk Sekolah Minggu yang berjudul Sahabat Allah. BTY

Berita Terkait