Sinode GKSI Adakan Rapat Kerja Nasional 2017 di Bogor

906 dibaca
Ketua Umum Sinode GKSI, Pdt. Dr. Matheus Mangentang, M.Th saat bicara dalam ibadah pembukaan rakernas.

BERITANARWASTU.COM. Sejak 12-14 Juli 2017 lalu, Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Mount Hermon-Camp David, Bogor, Puncak, Jawa Barat. Rakernas yang diikuti perwakilan dari 91 klasis, 29 pengurus sinode wilayah, dan BPS (badan pekerja sinode) ini, mengangkat tema: Lapangkanlah, Bentangkanlah, Panjangkanlah, dan Pencangkanlah Kemah di Tempat Kediamanmu (Yesaya54:2) dan sub tema: Berjuanglah Sampai Akhir.

Terkait tema dan sub tema, Ketua Umum Sinode GKSI, Pdt. Dr. Matheus Mangentang, M.Th mengungkapkan, hal itu merupakan wujud dari panggilan umat Kristen dalam melayani. “Secara khusus sub tema, artinya kita sebagai pelayan Kristus harus setia sampai Kristus datang kembali. Nah, dalam perjuangan pelayanan ini, kan, banyak lika liku yang dihadapi gereja, diibaratkan diutus seperti domba di tengah serigala,” jelas Pdt. Matheus Mangentang yang juga Ketua Yayasan SABAS yang mengelola STT SETIA Jakarta.

Ditambahkannya, rakernas ini tidak hanya merumuskan pelayanan GKSI untuk periode lima tahun ke depan. Di sini pun dibicarakan penggembalaan jemaat dan tugas pengutusannya, serta dibahas pula dua persoalan aktual yang terjadi di tengah-tengah gereja dan bangsa Indonesia, yaitu Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual (LGBT) serta Radikalisme-Intoleransi.

“Untuk LGBT kami memutuskan bahwa kita harus kembali kepada ajaran di Alkitab, dan pentingnya penggembalaan. Selain itu, perlu peningkatan kualitas iman agar mampu terhindar dari LGBT. Sedangkan soal radikalisme dan intoleransi, kami mengajak jemaat karena kita diutus ke dunia ini menjadi garam dan terang. Itu berarti garam tidak pernah melawan. Dan menjadi terang kita harus beperan menerangi masyarakat. Dan itu  berarti warga jemaat dan pengurus gereja juga pendeta adalah yang pertama dan utama mempraktikkan toleransi ini,” jelasnya.

Selain itu,  jemaat perlu berperan dengan jeli dan mendengar jika ada upaya radikalisme dan intoleransi, dengan melaporkannya kepada pihak yang berwajib. “Terkait dengan itu, Rakernas GKSI juga memutuskan perlunya pembentukan tim pelayanan khusus yang melibatkan pengurus wilayah, klasis dan pusat dalam rangka peningkatan kadar iman jemaat. Juga memberikan pemahaman dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat, dan gereja. Tim ini akan direalisasikan dalam waktu dekat,” tukas Pdt. Matheus Mangentang.

 

 Dr. Teras Narang, S.H. (mantan Gubernur Kalimantan Tengah) saat memberikan ceramah.

 

 

Rakernas Sinode GKSI diisi pula diskusi dengan menghadirkan nara sumber dari kalangan tokoh Kristen dan cendekiawan, seperti Dr. Teras Narang, S.H. (Ketua PGI), dan Dr. Merphin Panjaitan (Akademisi  UKI, Jakarta). Pada kesempatan itu, Teras Narang memberikan pencerahan terkait sikap gereja terhadap konstelasi politik di Indonesia saat ini. Menurutnya, ada yang harus diperhatikan gereja, yaitu 5K: Kritis, Konstitusional, Konstruktif, dan Kebersamaan.

Saat berdiskusi, salah seorang peserta menanyakan persoalan Sinode GKSI kepada mantan Gubernur Kalimantan Tengah dua periode dan mantan anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan ini, dan berharap dapat membantu persoalan tersebut. Terkait dengan itu, Pdt. Matheus Mangentang pun menegaskan, Rakernas GKSI kali ini memiliki arti penting, tidak hanya menyatukan pelayanan, baik pusat maupun daerah, tapi sebagai bukti nyata persatuan dan kesatuan di tubuh GKSI.

“Dengan Rakernas GKSI yang berada di bawah sidang sinode ini, GKSI ingin menegaskan bahwa kami satu, dan inilah yang merupakan representasi dari GKSI. Ini perlu diperhatikan oleh PGI dan PGIW di seluruh daerah. Sebab itu, berilah kesempatan kepada pengurus untuk membuktikan bahwa kamilah GKSI yang sesungguhnya. Sebab ibaratnya sekencang-kencangan kebohongan itu dihembuskan, pasti kebenaran akan muncul juga. Sekarang sudah menujuke arahitu dan mulai jernih,” tegas Hamba Tuhan yang termasuk dalam “20 Tokoh Kristiani 2010 Pilihan Majalah NARWASTU” ini. KL

Berita Terkait