Pdt. Ruyandi Hutasoit:
Tak Usah Galau di Tahun Baru 2017, Kita Menuju Indonesia Baru

620 dibaca
Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit.

BERITANARWASTU.COM. Gejolak politik Indonesia yang memanas menjelang Pilkada 2017, sebenarnya sudah dirasakan sejak pertengahan tahun 2016 lalu. Ditambah kasus atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh calon Gubernur petahana di DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok memantik sentimen dari berbagai ormas melalui demonstrasi yang digelar pada 4 November 2016 lalu. Bagi rakyat Indonesia pada umumnya dan masyarakat DKI Jakarta khususnya, kemunculan Ahok yang fenomenal dijabarkan lewat kinerjanya yang tegas, transparan dan teruji. Dan itu membuat gerah orang-orang yang berseberangan dengannya.

Selain itu, Ahok yang penganut Kristiani berhasil membuat perubahan yang baru bagi wajah ibukota RI DKI Jakarta. Menurut Ketua Dewan Pembina PDS (Partai Damai Sejahtera), Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, kondisi bangsa Indonesia saat ini harus pula dilihat dari sisi rohani sebagai keadaan yang merupakan pekerjaan Tuhan. Sebab, tidak mungkin bisa seperti ini, gara-gara satu orang (Ahok) saja, lalu ada demonstrasi besar seperti pada 4 November 2016 lalu.

"Ini benar-benar kuasa Tuhan. Karena tidak mungkin karena satu orang Ahok bisa memiliki dampak seperti ini. Sebab orang tersebut (Ahok) mempunyai reputasi yang baik. Sekarang ada ketidaksenangan orang-orang tertentu terhadap dia. Kemudian ada orang yang dekat ke dia di Pemerintah Pusat, dan kepemimpinannya lalu jadi otomatis punya kekuasaan. Tapi, sebetulnya Tuhan sedang mengerjakan sesuatu untuk Indonesia yang baru, agar kemakmuran bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia," jelasnya kepada NARWASTU di sela-sela perayaan hari ulang tahun ke-65 Pdt. Dr. Nus Reimas pada 28 November 2016 lalu.

Mantan Ketua Umum PDS yang juga berprofesi sebagai dokter ini pun melihat, pemerintahan sekarang ini tengah membangun infrastruktur di berbagai daerah. Misalnya pembangunan tol darat dan laut, dibangun bendungan-bendungan di berbagai tempat dan lain sebagainya. "Semua ini agar tercipta Indonesia baru yang makmur, tanpa teroris, dan pemberantasan narkoba yang terus dilakukan serta lainnya. Lihat saja baru pertama kali harga bensin sama. Jadi ini artinya ada pemerataan besar-besaran,” terangnya.

Ditunjang lagi, imbuhnya, dengan usaha pemerintah yang memberlakukan Tax Amnesty, hingga hasilnya mencapai Rp 3.000 triliun. Dan ini menunjukkan ekonomi Indonesia menuju kebaikan dan kesejahteraan. Jadi, imbuh Pdt. Ruyandi Hutasoit, bisa dibilang pemerintah sekarang pemerintahan Koresi, salah satu tokoh di Alkitab. “Walaupun Koresi bukan orang percaya, tapi dia dipakai Tuhan luar biasa," terang Pdt. Ruyandi Hutasoit yang giat juga menulis buku sosial politik, rohani dan kesehatan.

Indonesia kini tengah giat-giatnya melakukan pembenahan di berbagai sektor. Jika kondisi bangsa dianggap kurang kondusif, hal itu tidak perlu dikhawatirkan dalam menjalani kehidupan di Tahun Baru 2017.  Dokter bedah yang juga aktivis antinarkoba ini mengatakan, ia belum pernah melihat pemerintah sekompak di era Jokowi-Jusuf Kalla. Sehingga ia merasa sangat optimis jika Indonesia ke depan akan mengalami kemajuan dan membuat dunia akan benar-benar angkat topi untuk Indonesia. "Makanya tak usah galau menghadapi Tahun Baru 2017 nanti," ujarnya tertawa.

Bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik di bawah pemerintahan sekarang, adalah salah satu harapan dan doa dari Pdt. Ruyandi yang juga tokoh dan pendiri Gereja Kristen Bersinar serta mantan Ketua III PII (Persekutuan Injili Indonesia/Kini: PGLII). Selain itu, ia punya harapan agar gereja-gereja di negeri ini semakin bersatu, dan keamanan di negeri ini semakin baik, sehingga teroris terbongkar.

“Saya berharap dan berdoa agar pemerintahan kita berhasil menumpas narkoba, kenakalan remaja semakin berkurang, karena sekolah memiliki kualitas pendidikan yang baik. Sehingga kelak Indonesia maju di segala bidang,” ujar “Tokoh Nasionalis Anti Narkoba 2001” yang pernah mendapat penghargaan dari Presiden RI itu. BTY

Berita Terkait