STT SETIA Rayakan HUT Ke-29
Tetap Bersukacita di Tengah Pergumulan

832 dibaca
Rektor STT SETIA, Pdt. Dr. Matheus Mangentang. M.Th tampak bersama kuasa hukum STT SETIA, Said Damanik, S.H., M.H. yang dikenal advokat senior dan Sekretaris Dewan Kehormatan DPN PERADI.

Di tengah penolakan dan kisruh internalnya, para mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (STT SETIA) dan pengurus Yayasan SABAS tidak luntur semangat dan rasa sukacitanya untuk merayakan HUT-nya ke-29 di Grha Yesyurun, KotaTangerang, pada Rabu, 11 Mei 2016 lalu.

Beritanarwastu.com. Bangunan bekas pabrik yang digunakan sebagai tempat untuk merayakan hari jadi STT SETIA ke-29 tahun itu, nampak begitu sederhana. Hiasan secukupnya di atas panggung, penataan kursi plastik dan hawa panas yang membaluri sekujur tubuh setiap tamu yang hadir tak menyurutkan sukacita mereka.

 Lantunan puji-pujian yang menggema dari suara merdu para mahasiswa STT SETIA menggambarkan semangat barisan laskar Kristus. Wajah belia dari para muda mudinya menandakan rasa optimis akan masa depan yang akan mereka raih, tak peduli seberapa beratnya tantangan yang ada, baik masalah internal maupun eksternal yang dihadapi mereka.

Musik pun mengalun lembut ketika lagu penyembahan berkumandang memenuhi ruang batin setiap yang datang. Suasana tenang menghanyutkan rasa untuk mengundang Roh Kudus masuk ke dalam diri pribadi lepas pribadi. Dalam refleksi singkat yang disampaikan oleh Haryoseno, salah satu pendana STT SETIA tentang bagaimana menghadapi masa-masa sulit, dikatakan, berserah kepada Tuhan dan tidak mendua hati kepada kekuatan lain. Dan kita harus mau belajar mengampuni kesalahan orang lain, dan menghormati Firman Tuhan.

 Di tengah pergumulannya, STT SETIA yang kini genap berusia 29 tahun tetap berpengharapan kepada Tuhan Yesus. Sesuai dengan arti “setia”, tersirat dalam Wahyu 2:10b, yang adalah dipakai sebagai nama Tuhan Yesus sendiri. “Karenanya kita meyakini bahwa tidak mungkin SETIA mati atau ditutup, karena Tuhan menghendakinya ada di Indonesia. SETIA ada karena Tuhan yang mendirikannya, bukan manusia. Celakalah jika ada manusia yang mengaku mendirikannya,” tegas Rektor STT SETIA, Pdt. Dr. Matheus Mangentang. M.Th sebagai penerima visi dari Tuhan atas berdirinya lembaga pendidikan Kristen itu.

 Debut STT SETIA sudah dimulai saat menjajaki tiap inci hingga ke daerah pedalaman Indonesia untuk mencari setiap pemuda yang terpanggil untuk dididik sebagai alatNya guna mewartakan Injil. Dengan usia yang cukup dewasa, tantangan ke depan tentu akan terasa jauh lebih sulit. Kendati demikian, para mahasiswa STT SETIA dan pengurus Yayasan SABAS serta pengurus GKSI (Gereja Kristen Setia Indonesia) punya keyakinan secara iman bahwa Tuhan Yesus akan selalu menyertai SETIA.

“Dan hanya Tuhan yang bisa menutup sekolah ini, manusia tidak bisa menutupnya. Sepenuhnya kami bergantung pada kuasa dan mukjizat Tuhan. Itu sudah kami lakukan sejak awal. Pemeliharaan Tuhan nyata bagi sekolah ini. Kalau Tuhan sudah di pihak kita siapakah lawan kita,“ kata Pdt. Matheus Mangentang yang juga Ketua STT SETIA semangat. BTY

Berita Terkait