Untuk Menghadapi Tahun Baru 2019 Kaum Muda Perlu Belajar dari Yusuf

88 dibaca
Dr. Eliezer H. Hardjo, Ph.D.

           Beritanarwastu.com. Melihat tantangan dan kesulitan dunia sekarang ini, kita memang tak bisa mengubah dunia agar lebih baik, terlebih kita lihat banyak terjadi nencana alam. Dan situasi di luar tak bisa diubah. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi setiap perubahan. Hanya saja dalam melihat tantangan saat ini, apalagi dalam menyambut Tahun Baru 2019 kita harus cermat melihat setiap peluang, karena peluang selalu ada di setiap tantangan. Dan kita jangan menyerah di tengah keadaan dunia yang kini bergolak.

          Tetaplah sabar, taat dan setia seperti Yusuf yang diceritakan di Alkitab. Perjalanan hidup anak muda ini luar biasa. Dia dijahati saudara-saudaranya, namun Tuhan selalu menyertai Yusuf. Demikian disampaikan pakar manajemen dan konsultan bisnis serta salah satu Penasihat/Pembina Majalah NARWASTU, Dr. Eliezer H. Hardjo, Ph.D baru-baru ini saat berbicara tentang prospek Tahun Baru 2019 dalam kaitannya dengan generasi muda bangsa. Menurut mantan CEO di sebuah perusahaan besar ini, dalam menghadapi dunia yang semakin banyak tantangan dan kesulitannya saat ini anak muda atau generasi muda Kristen perlu belajar dari Yusuf yang selalu sabar.

         Dia dulunya narapidana atau tahanan di penjara, namun kemudian Tuhan mengangkat dia jadi Perdana Menteri di Mesir. Skenario Tuhan di dalam hidupnya unik dan luar biasa. "Saudara-saudara Yusuf bisa saja mereka-rekakan yang jahat terhadap dia, namun penyertaan Tuhan membuat dia kemudian menjadi orang besar di Mesir. Dia dimasukkan ke sumur dan dijual ke orang asing. Namun Yusuf disertai Tuhan karena dia setia, sabar, taat dan tidak tergoda oleh istri Potifar," ujarnya.

            Lalu Yusuf selanjutnya diangkat Tuhan menjadi orang berpengaruh di Mesir. Dalam hidup ini, kata pria yang produktif menulis di berbagai media cetak nasional ini, ketika kita berhadapan dengan tantangan kehidupan, maka kita mesti minta tuntunannya lewat doa-doa kita. "Tuhan pasti menuntun langkah orang yang setia berdoa kepadaNya," ujar penulis di rubrik "Kabar Baik" di Majalah NARWASTU ini.

           "Untuk meraih kesuksesan, maka anak muda pun harus memahami Kairos atau waktunya Tuhan. Yusuf kalau tak pernah menjadi narapidana rasanya tak mungkin dia menjadi perdana menteri. Proses sulit itu dilaluinya dengan sabar. Tuhan pasti memberi reward atau penghargaan kepada orang-orang yang setia, sabar dan tekun serta jangan asal berbuat semaunya. Tetap pegang Firman Tuhan sebagai penuntun hidup kita dan pelita di dalam jalan kita," pungkas Eliezer Hardjo yang sering juga diundang memberikan motivasi dan berkhotbah di gereja dan persekutuan kaum profesional.

            Hidup ini tidaklah seperti yang sering kita bayangkan. Rencana Tuhan di dalam hidup kita pasti selalu indah, dan bukan rancangan kecelakaan. Kadang manusia mengalami hal-hal yang buruk dalam hidupnya, namun Tuhan bisa mereka-rekakannya menjadi sebuah kebaikan. Apa yang kita pikirkan baik belum tentu bagi Tuhan baik. Namun yang baik bagi Tuhan pasti sudah baik bagi kita. Skenario Tuhan itu luar biasa. Ketika kita berhadapan dengan tantangan kita harus berupaya menyesuaikan diri, mampu melihat peluang, takut akan Tuhan dan menyerahkan penuh diri kita kepadaNya.

             "Tujuan hidup kita ini sesungguhnya adalah memuliakan Tuhan dan agar kita bisa menjadi berkat besar bagi sesama, seperti Yusuf. Tuhan yang merupakan Sumber Berkat itulah pegangan Yusuf, sehingga ia berhasil karena tangan Tuhan menyertai dia. Dalam menghadapi masa depan yang belum pasti kita hanya bisa mengandalkan Tuhan. Tuhan pasti menyertai orang yang sabar, taat dan setia seperti kisah perjalanan hidup Yusuf. Anak muda kalau ingin berhasil belajarlah dari Yusuf," paparnya. KL

Berita Terkait