Utusan Khusus Presiden RI Berdialog dengan Petinggi PGI

232 dibaca
Petinggi PGI dan Prof. Din Syamsuddin seusai berdiskusi, lalu menggelar jumpa pers di Graha Oikoumene, Jakarta Pusat.

             Beritanarwastu.com. Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengangkat Prof. H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban pada Senin, 23 Oktober 2017 lalu. Pengangkatan itu didasarkan pada surat keputusan (SK) Presiden RI. Presiden Jokowi menugaskan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu untuk mengembangkan dialog sekaligus kerja sama antaragama, baik di dalam maupun luar negeri.

Mengawali tugasnya sebagai Utusan Khusus untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Prof. Din Syamsuddin melakukan audiensi dengan Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) di Graha Oikoumene, Jakarta Pusat, pada Senin, 30 Oktober 2017 lalu.

Dalam audiensi tersebut Din Syamsuddin menjelaskan tugas yang diembannya, yaitu mengembangkan dialog dan kerjasama antarumat beragama dan peradaban, baik di dalam maupun di luar negeri. “Seperti mempromosikan kerukunan antarumat beragama di Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila. Saya melihat tugas ini harus dimulai dari dalam,” tukasnya. Perlunya dukungan lembaga keagamaan, seperti PGI agar tugas utusan khusus ini dapat berjalan dengan baik. Sebab itu, lanjut Din, perlu dukungan lembaga keagamaan, seperti PGI agar tugas ini dapat berjalan dengan baik.

Lebih jauh Din menjelaskan, kerukunan umat beragama di Indonesia relatif baik, dan terbangun sejak dulu. Hal ini menjadi modal dasar dan harus dikembangkan. Meskipun tidak dapat dipungkiri ada masalah dan ketegangan-ketegangan terutama antara Islam dan Kristen.  “Mengapa ini terjadi, karena kedua agama ini berasal dari rumpun yang sama. Sebab itu, ini harus kita rajut bersama, baik sebagai pesan dari agama kita masing-masing maupun pesan dari konstitusi kita,” katanya.

Pada kesempatan itu, Din mengucapkan terima kasih kepada PGI yang telah menunjuk Pdt. Dr. Jacky Manuputty bergabung di utusan khusus ini, dan sekaligus mengusulkan adanya pertemuan bilateral agama-agama setiap tahun untuk melakukan dialog dialogis yang diawali dengan agama Islam-Kristen. Sementara itu, Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang mengapresiasi kunjungan Din Syamsuddin, dan mengucapkan selamat atas tugas mulia yang dipercayakan oleh Presiden Jokowi.

Menurutnya, tugas utusan khusus ini sangat strategis, terutama dalam rangka membangun kebersamaan, kesatuan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. “Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk merawat kemajemukan yang merupakan anugerah Allah bagi bangsa Indonesia. Ini kekayaan yang luar biasa, yang Tuhan Allah percayakan kepada kita untuk membangunnya. Sehingga negara ini menjadi negara yang mengalami damai sejahtera, dan berkeadilan,” tukasnya.

Lanjut Ketua Umum PGI, yang diperlukan bukan hanya komitmen, tapi juga aksi bersama untuk merajut kemajemukan ini, dan bukan hanya pada tataran pemimpin agama, tapi bagaimana mendampingi umat agar tercipta dialog kehidupan, bukan hanya dialog dengan kata-kata. Dan kerjasama di antara semua pimpinan agama pun penting dalam rangka memperkuat visi bagi NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika bagi masyarakat Indonesia yang berkeadaban. Selain itu, menjadikan Indonesia sebagai role model dalam kehidupan beragama bagi negara-negara di dunia.

Mengakhiri audiensi, Din Syamsuddin bersama MPH PGI menggelar jumpa pers di lantai 3 Graha Oikoumene. Dalam konferensi pers, Din Syamsuddin dan MPH PGI mengulangi pernyataan mereka untuk saling mendukung dan bekerjasama agar kedua lembaga ini dapat memainkan perannya demi terwujudnya kehidupan keberagamaan yang baik di Indonesia. KS

Berita Terkait