Yang Ringan-ringan dari Diskusi FORKOM NARWASTU

Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A. 473 dibaca
Penulis (Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A./tampak berdiri di belakang ketiga dari kanan) di acara diskusi FORKOM NARWASTU pada 20 Mei 2016 di Restoran Handayani Prima, Matraman, Jakarta Timur.

Perayaan Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2016 lalu, sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Itulah sebabnya Forum Komunikasi (FORKOM) NARWASTU menyelenggarakan diskusi panel dengan tema, “Menyikapi Bahaya Narkoba yang Merongrong Ketahanan Nasional.” Dari simpulan sementara diskusi itu didapatlah kenyataan: Indonesia saat ini bukan saja darurat narkoba, melainkan sudah gawat narkoba! Nah, tulisan saya ini tidak memperdalam materi yang didiskusikan, tetapi sesuai sajalah dengan judul yang saya berikan.
Sebagai salah satu anggota Pengurus (Pokja) FORKOM NARWASTU yang mendapat tugas sebagai pemandu ibadah dan moderator diskusi, maka saya banyak kesempatan memperhatikan jalannya acara, serta turut merasakan “emosi” atau ”atmosfir” secara khusus maupun secara umum dari setiap momentum yang ada. Oh, ya...mengapa saya mendapat tugas seperti di atas? Karena, mau tidak mau, sudah puluhan tahun saya lakoni profesi penyiar radio di RPK 96,30 FM yang tentu saja salah satu tugasnya sebagai moderator di udara dan tentu saja sebagai penyiar profesional, maka otomatis dapat juga bertugas sebagai MC alias pemandu acara.
Baiklah, saya langsung saja, ini tentang suasana. Berkumpulnya para tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU secara perdana di acara diskusi ini tentu saja memunculkan suasana baru. Bukanlah lagi sebagai “orang asing” yang diundang itu, bahkan pun yang jadi Pengurus FORKOM NARWASTU bukan juga “orang lain”, melainkan kami semua satu! Ibarat reuni anak-anak sekolahan/mahasiswa. Ramai. Akrab. Dan bergairah. Ya! Dan yang juga tak kalah hebatnya, yang hadir di acara ini ada juga mereka yang dulu bersatu dalam sebuah parpol (partai politik), tetapi sekarang sudah mencar-mencar di parpol yang berbeda...toh tetap akrab alias familiar. Luar biasa.
Juga undangan yang berasal dari dunia militer, kalangan bisnis, pemimpin umat Kristen/gereja, praktisi hukum dan media, pendidik, dari dunia medis, dan lain-lain melebur di ruangan itu dengan gaya/ciri khas masing-masing yang menambah semaraknya suasana komunikasi penuh rasa kekeluargaan. Tetapi, ketika acara ibadah dimulai, dengan penuh keseriusan dan hikmat hadirin pun turut memuji Tuhan, menyimak renungan Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. DR. Nus Reimas. Melalui renungan tersebut, kami yang hadir diingatkan dan dimotivasi kembali untuk siap dan mau dengan rendah hati untuk “diutus Tuhan” menyampaikan Kabar Baik (seperti motto Majalah NARWASTU: Menyuarakan Kabar Baik) di dunia ini, dan secara khusus bagi Indonesia. Berani menyatakan kebenaran Firman Tuhan.
Nah, sedikit catatan khusus untuk kegiatan perdana FORKOM NARWASTU ini, dengan dilandasi pengertian yang tinggi dan tetap mengucap syukur pada Tuhan, maka panelis/pembicara pertama di diskusi panel tersebut kami dahulukan Irjen Pol. Arman Depari (Deputi Bidang Pemberantasan BNN), karena beliau sekitar jam 12-an siang harus kembali ke kantornya menghadiri acara pelantikan beberapa pejabat. Maka jadilah sebelum makan siang, dilaksanakan dulu pemaparan dari beliau. 
Tentu saja hadirin memaklumi itu, bahkan usainya beliau ceramah, dipanjatkan doa agar Tuhan pun memberkatinya, sehingga kariernya pun terus menaik. Haleluya! Nah, ”hebatnya” lagi sembari menunggu penataan konsumsi makan siang di luar ruangan diskusi panel, grup musik/penyanyi yang dikoordinir oleh advokat/pengacara kondang, John S.E. Panggabean, S.H., M.H. (juga pengurus FORKOM NARWASTU dan Penasihat/Pembina NARWASTU), melantunkan lagu-lagu yang menyentuh hati penuh nostalgia plus lagu rohani tentu. Dan tidak ketinggalan, beberapa Tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU pun dengan spontan turut sumbang-suara. Hm...tak disangka!
Akhirnya, catatan suasana kekeluargaan muncul pula ketika sesi tanya jawab dengan para panelis. Semangat atau gairah untuk turut berkontribusi dalam buah pikiran begitu banyak, sehingga moderator dengan bijaksana mengakomodirnya. Mengapa? Karena hasil diskusi panel ini akan dibuat rumusannya, dan akan dipublikasikan serta disampaikan/dikirimkan kepada instansi pemerintah atau lembaga-lembaga terkait, pimpinan gereja, dan lain-lain agar “kita” semua bangkit menolong Indonesia dari kehancuran akibat narkoba. Tuhan beserta kita! 

* Penulis adalah pemerhati media, konsultan radio, dosen dan Pengurus Pokja FORKOM NARWASTU.


Berita Terkait