“The Young Messiah” Menyoal Kehidupan Masa Kecil Yesus

1787 dibaca
“The Young Messiah” Menyoal Kehidupan Masa Kecil Yesus

Beritanarwastu.com. Wajah bocah berusia 7 tahun itu tampak polos dan cakep. Berambut pirang dan mengenakan jubah, di wajahNya tampak keteduhan dan belas kasih terhadap sesamaNya. Ketika ada teman sebayaNya yang berbuat kasar dan memukuliNya Dia tak melawan, Dia hanya mencoba menghindar. Itulah potret Yesus kecil yang digambarkan di dalam film berjudul The Young Messiah yang baru-baru ini diputar di bioskop-bioskop di berbagai kota besar di Tanah Air. Cerita film ini lebih dulu diawali dari kisah Injil Matius, yang mengisahkan kepergian Yusuf dan Maria yang membawa bayi Yesus melarikan diri ke Mesir, karena ada pembantaian bayi berusia dua tahun ke bawah di kota Betlehem, Israel.

                Di Mesir kehidupan Yusuf dan Maria, ternyata penuh juga dengan ancaman. Soalnya, anak-anak sebaya Yesus ada yang bersikap kasar terhadap diriNya. Hanya saja Yesus kecil adalah seorang yang penuh kasih plus maha kuasa. Saat ada teman sebayaNya yang meninggal karena dicelakai iblis (Iblis digambarkan berjubah hitam, berambut putih dan bermata tajam), Yesus datang mendoakan anak kecil itu, lalu bangkit. Saat anak itu bangkit, ironisnya Yesus malah dipukuli. Tapi lagi-lagi Yesus melawan kejahatan dengan cinta.

                Di film ini, ada pula diceritakan tentang Yesus yang menghidupkan seekor burung yang sudah jadi bangkai di tepi pantai.  Meskipun ada pro dan kontra seputar film yang disutradarai Cyrus Nowrasteh ini, karena dikisahkan ada burung yang dihidupkan Yesus, sementara di Injil tak ada kisah Yesus yang menghidupkan burung, namun film yang diangkat dari novel karya Anne Rice berjudul Christ the Lord: Out of Egypt ini patut ditonton karena menegukan iman, dan bisa menjadi bahan diskusi pemimpin gereja atau hamba Tuhan.

                Digambarkan di film ini, Yesus kecil yang diperankan Adam Greavesne, dan Sean Bean yang memerankan Yusuf dan Sara Lazaro yang memerankan Maria, adalah keluarga yang sangat yakin dengan penyertaan Tuhan di tengah kesulitan. Sekalipun mereka dikejar-kejar tentara Romawi yang kejam, namun mereka selalu bersikap lemah lembut dan penuh kasih. Bahkan, mereka melawan hunusan pedang berlumuran darah dengan ucapan penuh cinta, sehingga membuat tentara Romawi urung melakukan pembunuhan.

                Ada dialog yang cukup menarik diperhatikan dari film ini, yakni saat Maria menyampaikan ke suaminya Yusuf, kenapa hidup mereka tidak nyaman sejak mengandung Yesus, hingga dikejar-kejar tentara Romawi. Yusuf dengan bijaksana mengatakan, Maria adalah pemberani dan dipilih Tuhan. Juga ada dialog yang terasa mengharukan saat Yesus bertanya kepada ibundaNya Maria tentang malaikat yang mendatanginya saat akan mengandung. Yesus kecil sebagaimana layaknya anak 7 tahun bertanya polos kepada ibundaNya itu tentang siapa malaikat tersebut.

                Dan Maria selalu menyembunyikan tentang siapa sesungguhnya Yesus kecil yang punya kuasa surgawi yang bisa menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan mampu mencelikkan yang buta. Soalnya, ada orang yang menilai Yesus kecil punya kuasa dari setan. Dan saat itu banyak orang tidak tahu bahwa Yesus kecil sesungguhnya adalah Tuhan. Tak heran, kalau Yesus kecil itu pun dipuji banyak tokoh agama Yahudi, lantaran punya kecerdasan luar biasa saat mereka berbicara di Bait Allah ketika mereka telah kembali dari Mesir ke Nazareth.  Dalam cerita di film ini, tetap digambarkan Yesus kecil seorang anak-anak yang gemar bermain, namun Dia tekun berdoa, punya kecerdasan di atas rata-rata dan Allah selalu menyertaiNya dengan RohNya, sehingga tak ada yang bisa menjahatiNya. KT 

Berita Terkait