2007 Tahun Kemenangan bagi Orang Percaya

555 dibaca


Beritanarwastu.com. Bukan rahasia umum lagi kalau saat ini banyak orang yang masih percaya pada pendapat paranormal, peramal atau orang pintar. Pendapat mereka sering dijadikan rujukan dalam menjalankan sesuatu, apalagi kalau akan menjalani tahun yang baru. Ironisnya ada juga orang yang sudah aktif ke gereja masih suka meminta pendapat paranormal tentang masa depan atau kehidupannya. Nah, tentang aktivitas paranormal ini seorang rohaniwan, Ev. Herry Thung mengajak orang percaya agar jangan mempercayai pendapat mereka. “Namanya juga paranormal atau peramal. Jadi ramalannya pun tak normal dan ramalannya tak pasti. Lain dengan janji Tuhan yang ada kepastian,” ujar lelaki yang berjemaat di Gereja Kristen Rahmani Indonesia (GKRI) Diaspora, Jakarta ini.

Menurut Herry, orang boleh saja meramal tentang ini dan itu. “Tapi, bagi orang yang sungguh-sungguh percaya pada Kristus, itu (ramalan) semua omong kosong. Pegangan bagi orang percaya hanya janji Tuhan. Saat ini memang banyak peramal atau paranormal yang mengatakan bahwa akan banyak terjadi bencana alam, ada pesawat jatuh, kapal tenggelam, tanah longsor, banjir dan banyak terjadi korupsi. Namun, itu semua karena ulah manusia. Tuhan tidak pernah merancangkan yang jahat atau bencana pada umat manusia. Di akhir zaman ini memang keadaan dunia, termasuk Indonesia semakin jahat dan ganas. Dan, ketika kita meninggalkan 2006 dan memasuki 2007 terjadi berbagai masalah yang menyita perhatian. Sebagai orang percaya kita tak perlu ketakutan atau bimbang karena itu semua,” tuturnya.

Yesaya 41 ayat 10 mengatakan, bahwa kita tak perlu takut. “Sebab Allah menyertai kita. Dikatakan, ‘Jangan bimbang sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan’. Sebabnya, jangan bimbang dengan ramalan paranormal, karena kita nantinya akan jadi tak normal. Kita kan diberi Tuhan otoritas untuk menaklukkan bumi, jadi kuasa dari Tuhan tersebut harus kita gunakan. Kita diberi otoritas agar kita lebih baik dan sejahtera dalam menjalani hidup ini. Sekarang ada orang-orang yang suka membawa sesajen ke laut dan menyembah dewa-dewa untuk meminta pertolongan. Bagi orang percaya itu tidak tepat,” paparnya.

Herry pun menegaskan bahwa tahun 2007 adalah tahun kemenangan bagi orang percaya. “Dalam menghadapi situasi sekarang kita mesti menjadi pemenang. Syarat untuk menjadi pemenang dalam menghadapi tahun 2007 ini, pertama, moral kita harus baik dan benar di mata Tuhan. Para pemimpin bangsa kita banyak yang menghalalkan cara untuk mewujudkan apa yang diinginkannya. Ini adalah kekejian di mata Tuhan. Kalau terjadi korupsi dan poligami di kalangan tokoh agama, apakah kita masih bermoral. Jadi dalam menjalani tahun 2007 harus ada perbaikan moral. Kedua, mental kita harus diteguhkan. Umat Tuhan atau orang percaya harus punya mental yang kuat dalam menghadapi dunia ini. Banyak masalah yang terjadi dan ramalan-ramalan yang bisa membimbangkan, makanya kita harus kuat,” terangnya.

 

Serahkan Hidup Hanya pada Tuhan

Kata Herry lagi, di Yosua 1:7 dikatakan, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, dan bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan oleh hambaKu Musa”. Dan yang penting juga diperhatikan supaya kita merenungkan firman Tuhan itu siang dan malam agar kita waspada menghadapi dunia ini. “Di saat kita meraih keberhasilan atau kesuksesan jangan tinggalkan Tuhan. Tetap bersandar pada hikmat Tuhan. Serahkan hidup kita ini hanya pada Dia. Karena kalau kita mengandalkan kekuatan sendiri, maka kita akan gampang terjerumus ada dosa,” cetus lelaki yang juga dikenal tokoh masyarakat Papua ini.

Ketiga, selalu mengandalkan Yesus atau Roh Kudus. “Agar kita dituntun menghadapi dunia yang ganas dan jahat ini, kita harus andalkan Yesus dan Roh Kudus. Orang bisa saja mengatakan, sekarang tahun Babi yang penuh dengan kesulitan dan keserakahan. Tapi, kita harus imani bahwa tahun 2007 adalah tahun penuh kemenangan. Angka tujuh di angka 2007 adalah angka penggenapan. Karena Allah menyelesaikan tugasnya selama enam hari, dan pada hari ketujuh Dia beristirahat. Jadi dalam memasuki tahun 2007 ini, ingatlah selalu janji Tuhan yang menjanjikan pada kita damai sejahtera, kelimpahan dan kemenangan. Janji Tuhan itu pasti ditepati. Hanya orang yang tidak sabar saja yang pergi ke paranormal dan peramal. Sering manusia tak setia sehingga lari ke paranormal,” terangnya.

Keempat, jadilah selalu garam dan terang di tengah dunia ini. Di tengah banyaknya dosa atau kejahatan, kita harus tetap setia pada firman Tuhan. Jangan terbawa arus atau terpengaruh. Kalau kita sudah goyah atau bimbang maka kita tak bisa lagi menjadi garam dan terang. Menjadi garam itu, kita harus bisa mencegah pembusukan atau kejahatan. Sedangkan menjadi terang, kita harus bisa menerangi sekeliling kita yang berada dalam kegelapan. Sebabnya, jalani tahun 2007  dengan optimis, penuh syukur pada Tuhan dan selalu hidup sesuai dengan firman Tuhan,” paparnya. MN          

Berita Terkait