Advokat/Pengacara Senior dan Mantan Wakil Sekjen DPN PERADI Bertandang ke Kantor NARWASTU

79 dibaca
John S.E. Panggabean, S.H., M.H. (kanan) berkunjung ke kantor Majalah NARWASTU dan diterima Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos (kiri).

Beritanarwastu.com Pada Rabu sore, 7 Agustus 2019 lalu advokat/pengacara senior dan mantan Wakil Sekjen DPN PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia), John S.E. Panggabean, S.H., M.H. bertandang ke kantor Majalah NARWASTU di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Kunjungan mantan Ketua DPC PERADI Jakarta Timur yang dikenal pula mantan pengurus YAPIA (Yayasan Pelayanan Injili Advokat) ini diterima Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos. Pengacara yang juga salah satu Penasihat NARWASTU ini sudah meluncurkan 7 album rohani dan lagu Batak. Tak heran, jika ia hobi menyanyi, terutama lagu-lagu gerejawi. Dia pernah dijuluki pengacara terkenal dan mantan anggota DPR-RI, Ruhut Sitompul "Pengacara plus Pendeta."

Dalam kunjungannya, pengacara nasionalis dan religius ini pun memotivasi dan berdoa khusus untuk tim NARWASTU. Ia juga bersaksi tentang pengalaman hidupnya yang sarat dengan mukjizat dari Tuhan. Misalnya, ia dulu pernah memakai jimat-jimat yang membuatnya selalu mengandalkan kuasa kegelapan, namun jimat-jimat itu sudah dibakarnya setelah ia tekun beribadah dan bertobat. Ia pun pernah mendapat kecelakaan di jalan tol di kawasan Cawang, Jakarta Timur, namun ia selamat, sedangkan mobilnya hancur. Dan terakhir ia menderita sakit hampir dua tahun, dan puluhan kali ia keluar masuk rumah sakit, sampai berobat ke Penang, Malaysia, dan kini ia sudah mulai pulih meskipun ia sempat nyaris putus asa karena tak sembuh. "Semua itu saya lewati karena kebaikan Tuhan Yesus," cetusnya.

"Kita mesti bersyukur karena di dalam hidup kita ini ada Tuhan Yesus yang kita sembah. Dialah pemilik hidup kita, jadi kita jangan sombong. Selagi kita sehat dan penuh sukacita selalu puji serta sembahlah Tuhan. Jangan ketika kita sakit, lalu mencari Tuhan untuk mencari pertolongan. Ada orang karena goncangan gempa 3 menit saja sudah ketakutan dan mencari Tuhan, padahal kala aman-aman saja, tak beribadah kepada Tuhan. Kita tak tahu apa yang akan terjadi di hari esok di dalam hidup ini, sehingga dekatlah kepada Tuhan, dan selalu berdoalah kepadaNya," ujar Bang John, begitu ia akrab disapa.

 Hidup ini hanya sementara, dan kita tak ada apa-apanya di dunia ini. Selagi ada kesempatan melayani Tuhan, maka layanilah Dia. "Kita akan terlibas atau lemah jika kita tak melibatkan Tuhan di dalam kehidupan ini. Kalau hubungan kita dengan Tuhan dekat, maka saat kita tersesak dan kita berseru kepadaNya, maka kita akan ditolongNya. Dan itu tegas ditulis di Alkitab. Di Mazmur 91 dikatakan, kita akan selalu aman di dalam lindungan Tuhan asal kita bersandar kepadaNya. Di Alkitab Tuhan mengatakan, jangan khawatir atau takut, namun oleh bisikan iblis kita jadi sering khawatir karena kita tidak dekat pada Tuhan. Sehingga dekatlah pada Tuhan. Hidup kita ini akan damai jika bersama Tuhan, dan hidup kita rapuh jika menjauh dari Tuhan," ujar John yang juga Ketua Umum Keluarga Besar Punguan Marga Panggabean Se-Jabodetabek dan mantan Pemimpin Umum Majalah Hukum "Pledoi." KS

Berita Terkait