Akademisi dan Pemuka Agama Menyoal Agama dan Politik di Indonesia

475 dibaca
Seminar yang membahas buku “Agama dan Politik di Indonesia” yang digelar di Graha Oikoumene PGI Salemba, Jakarta Pusat.

BERITANARWASTU.COM. Pada Jumat, 20 Januari 2017 lalu, PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) mengadakan seminar yang membahas buku “Agama dan Politik di Indonesia” yang diadakan di Graha Oikoumene PGI Salemba, Jakarta Pusat. Acara ini dimulai pukul 16.00 WIB dengan nara sumber Yudi Latief, M.A., Ph.D (Akademisi), Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed (Sekjen PP Muhamadiah), Prof. Dr.  Jan S. Aritonang (Guru Besar STT Jakarta), dan moderator Penrad Siagian (Sekretaris Eksekutif Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan PGI).

Dalam buku yang ditulis oleh Pdt. Dr. Richard M. Daulay itu dibedah tentang persoalan-persoalan fundamental yang sering menerpa bangsa Indonesia dengan mengambil beberapa kasus sekitar pergulatan gereja dan umat Kristen di Indonesia pada era reformasi dalam memperjuangkan terwujudnya demokrasi di Indonesia. Dan dibahas pula tantangan-tantangan yang dihadapi gereja dan umat Kristen di Indonesia, seperti masalah diskriminasi agama, penyimpangan terhadap ideologi Pancasila, dan masalah politik nasional lainnya. Di dalam pendahuluan buku ini, Pdt. Richard Daulay yang mantan Sekretaris Umum PGI dan teolog senior mengharapkan, penelitiannya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Termasuk bermanfaat bagi umat Kristen. Dan buku ini dikatakan, bisa dibuat sebagai referensi dalam meningkatkan peran serta dalam proses berbangsa dan bernegara, bahwa umat Kristen Indonesia adalah bagian integral dari bangsa Indonesia yang mempunyai peran dan kedudukan yang sama dengan saudara-saudara sebangsanya dari berbagai latar belakang yang beraneka ragam itu. Penelitian ini pun diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemimpin bangsa, bahwa negara yang dibentuk oleh para pendiri bangsa kita bukanlah negara agama.

Dan Indonesia bukan pula negara sekuler, melainkan sebuah negara demokratis yang kekuasaannya berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan ini tanpa menafikkan peran agama-agama dan para penganut yang ada di dalamnya, sebagaimana tersirat dalam ideologi Pancasila. Jadi studi ini bermanfaat juga untuk memberikan sumbangan pikiran dalam menggalang persaudaraan nasional dan memperkokoh kerjasama lintas agama yang sudah mulai terbangun selama ini.

Penelitian, seperti dibahas di dalam buku ini diharapkan pula dapat merangsang dan memotivasi umat Kristen di Indonesia agar lebih proaktif memikirkan dan sekaligus melibatkan diri dalam politik. Baik politik praktis maupun politik moral, dalam konteks Indonesia yang majemuk. Tentu saja dengan tetap mengutamakan tegaknya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). JK  

Berita Terkait