Antara Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 Serta Tokoh Kristiani

• Oleh: Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A. 487 dibaca
Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A. (Penulis) saat menjadi MC bersama Sherlyn Buaya.

BERITANARWASTU.COM. Ketika  membuat tulisan ini, saya membuka Grup WA FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU), puji Tuhan, sebagian dari “21 Tokoh Kristiani 2017 Pilihan Majalah NARWASTU” sudah masuk bergabung ke situ. Dan sudah mulai ada yang berkomentar/beropini terhadap persoalan bangsa dan kekristenan di Indonesaia. Nah, mengapa saya mengangkat hal ini? Salah satu sebabnya adalah tidak ada garis yang putus dihitung dari perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 yang diselenggarakan Majalah NARWASTU pada Jumat, 12 Januari 2018 di gedung LPMI Jakarta Pusat yang sekaligus penganugerahan penghargaan kepada ke-21 tokoh tersebut. Artinya, sebuah wadah “berkumpul” (grup WA) yang tampaknya “kecil” tetapi telah mendapat apresiasi dari tokoh-tokoh tersebut. Maka ide-ide/pemikiran yang bernas, yang sangat berguna bagi umat Kristiani serta bangsa Indonesia ini dapat didiskusikan. Ya, memang nantinya pengurus FORKOM NARWASTU yang diketuai Prof. Dr. Marthen Napang, S.H., M.H., serta tim akan terus mengadakan diskusi panel FORKOM NARWASTU sebagai program kerja rutin yang melibatkan pastisipasi dari seluruh tokoh Kristiani pilihan NARWASTU sejak beberapa tahun lalu.

Nah, sedikit mengingat-ulang momentum bersejarah di balik penjelasan di atas, maka berikut ini saya cuplik beberapa hal yang berkesan dari perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 bersama Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU yang diselenggarakan di gedung LPMI tersebut. Pertama, acara yang dipandu oleh pemimpin ibadah/MC duet Tema Adiputra dan Sherlyn Buaya itu memberi kesempatan kepada Ibu Dra. Bertha Saragih untuk memberikan sapaan Natal dan Tahun Baru 2018. Dilanjutkan oleh Pdt. DR. Anna Nenoharan untuk doa pembukaan acara. Kedua ibu ini, sekalipun sudah lanjut usia namun dengan penuh semangat dan sukacita tampil ke depan menjalankan tugasnya. Mereka adalah Penasihat NARWASTU. Apa catatan saya tentang ini? Mungkin ada yang tidak sempat menelisiknya....hehehehe. Bagi saya ini adalah “tanda” bahwa pengurus NARWASTU sangat menghormati orang tua. Puji Tuhan.

Kedua, tentang pengkhotbah dan khotbahnya. Hm....sudah menjadi “ciri khas” di acara ini, sejak dulu,  Pak Pdt. DR. Nus Reimas tampil ke mimbar. Sekalipun tangan kanannya dibalut karena ada terasa sakit namun semangat juangnya membuat saya pribadi memetik pesan yang manis: Apa pun keadaan yang menimpa, tetaplah bersemangat dan bersukacita melayani Tuhan. Pak Nus membuktikan itu, ditambah pula dengan isi khotbah yang berbobot diselingi humor dan “sentilan” kepada hal-hal yang tidak beres di bangsa Indonesia ini. Ya, sungguh sangat bermakna tema Natal dan Tahun Baru 2018 di acara ini: “Mari hadirkan sukacita, perdamaian, dan beritakan Kabar Baik melalui hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus...” (Lukas 2:10-14).   

Ketiga, tentang pengisi acara. Saya mencatat  ada hal khusus dalam acara ini. Yakni, banyak anak muda Kristiani tampil ke panggung memberikan kesaksian pujian. Exodus Voice, Rachel Elita Siahaan (pernah menjadi Duta Antinarkoba SMA Penabur se-Jabodetabek), Natidols (anak-anak muda dari Tiga Dolok, Sumut), Paduan Suara Badan Kerjasama Pelayanan Antar Kampus (BK PAK), Clara Panggabean yang juga memperkenalkan Album Lagu Rohaninya bersama Trio Lasidos (ananda dari pengacara kondang John S.E. Panggabean). Perihal tampilnya anak-anak muda ini, Pemimpin Umum/Pemred NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos berujar, ini adalah kesempatan baik mereka hadir dan tampil bernyanyi di sini agar generasi muda ini lebih mengenal NARWASTU dengan berbagai kiprahnya. Oh ya, tentang kiprah NARWASTU selama ini, usai ibadah ada ditayangkan slide yang menggambarkan perjalanan “hidup” NARWASTU dan timnya serta berbagai pelayanan luar yang dilakukan, sehingga NARWASTU menjadi berkat bagi umat Kristiani dan masyarakat/bangsa Indonesia.

Tambahan tentang pengisi acara, tidak lupa mitra MC saya, yaitu Sherlyn Buaya (penyanyi dan pencipta lagu, asal dari Nias) turut memberikan kesaksian lagu pujian yang ada di album lagu rohani terbarunya “Kasih Sejati”. Nah, juga turut menyumbang lagu pujian rohani, yaitu Paduan Suara Kasih Anugerah, dan Paduan Suara Kaum Ibu GKPS Cikoko.

Keempat, catatan akhir saya tentang acara ini adalah: di antara ke-21 Tokoh Kristiani 2017 Pilihan  NARWASTU ada tiga “pejabat sipil” aktif yang juga menerima penghargaan, yakni Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si. (dulu Rektor Unpatti, sekarang Dirjen Bimas Kristen Protestan-RI), Drs. Steven O.E. Kandouw, (Wakil Gubernur Sulawesi Utara) dan Dr. Ayub Titu Eki, M.S, Ph.D. (Bupati Kupang-NTT). Mantaplah! Demikian pula ketika memasuki acara pemberian kata sambutan/kesan dan pesan di bagian akhir acara ini, beberapa  tokoh Kristiani itu yang mendapat kesempatan, menyampaikan kesaksian hidupnya dan berkomentar bahwa mereka sangat berterima kasih, sangat sukacita/berbahagia malam ini. Puji Tuhan. Ya, acara pada Jumat malam itu, 12 Januari 2018, menurut saya, sangat semarak, mengalir dengan lancar. Termasuk adegan foto-foto bersama. Dan saya pun (penulis) turut bersukacita hehehehe, karena ikut difoto dan memfoto.

 

 

·         Penulis adalah penyiar senior, akademisi, rohaniwan dan anggota pengurus FORKOM NARWASTU.

Berita Terkait