Said Damanik, S.H., M.H.
Apresiasi Karena Prestasi dan Karya di Masyarakat

671 dibaca
Said Damanik, S.H., M.H. (ketiga dari kanan) diabadikan bersama “Tokoh Kristiani 2015 Pilihan NARWASTU” di Gedung LPMI, Jakarta Pusat.

Sekretaris Dewan Kehormatan DPN PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) yang juga pengacara/advokat senior, Said Damanik, S.H., M.H. adalah salah satu tokoh Kristiani yang sudah pernah mendapat award atau penghargaan sebagai salah satu “Tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU.” Pada akhir 2014 lalu ia termasuk dalam 21 tokoh Kristiani pilihan majalah kesayangan kita ini, karena kiprahnya di tengah gereja dan masyarakat.

               Selain aktif sebagai pengacara, aktivis di gereja, pengajar ilmu hukum di berbagai perguruan tinggi terkemuka, pembicara seputar sosial kemasyarakatan dan hukum di berbagai seminar, ia pun dikenal peduli mengadvokasi gereja yang mengalami diskriminasi. Pada awal 2004 lalu, saat Gereja GPIB Imanuel, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipaksa sekelompok massa radikal agar ditutup, Said Damanik yang tampil di barisan terdepan untuk melakukan pembelaan.

               “Kalau tempat ibadah saja sudah diganggu, dan umat Kristen jadi sulit beribadah di negeri ini, itu sudah pelanggaran HAM. Kita mengharapkan bangsa ini menghargai perbedaan. Kemajemukan itu harus saling menghargai dan menghormati, dan jangan sampai timbul tindakan anarkis terhadap umat yang sedang beribadah. Namun pelanggaran hukum harus diproses secara hukum,” ujar Wakil Ketua Gereja, Masyarakat dan Agama-agama (Germasa) GPIB Gloria, Kota Bekasi ini.

                Mantan Ketua Bidang Ideologi, Hankam dan Politik DPP PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia), bekas Wakil Sekjen DPN PERADI dan Ketua Umum Keluarga Besar Marga Damanik se-Jabodetabek ini menerangkan, agar bangsa ini rukun, damai dan harmonis, maka semua tokoh agama, elite politik, pimpinan eksekutif, yudikatif dan legislatif harus menghargai keberadaan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

              “Kita harus menghargai nilai-nilai Pancasila yang sudah mempersatukan bangsa ini. Kalau ada agama lain diganggu saat beribadah, itu tak lagi menghargai Pancasila,” tegas Penasihat PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) ini. Karena itulah, katanya, TNI/Polri harus kita dukung di dalam menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan bangsa dan negara ini.

Kemudian Said Damanik pernah menyampaikan bahwa kasus penutupan tempat ibadah, seperti di GKI Yasmin (Bogor), HKBP Ciketing dan HKBP Filadelfia, Bekasi serta kasus Aceh Singkil, adalah persoalan serius di negeri ini. “Pihak-pihak yang bersikap anarkis dan suka melakukan teror terhadap umat yang beribadah, seharusnya diproses secara hukum,” tegas pejuang HAM ini, sembari mengatakan bahwa semua warga negara di Indonesia punya kedudukan yang sama di depan hukum, dan hukum seharusnya jadi panglima.

                Nah, sekaitan dengan kiprah Said Damanik selama inilah, baik di tengah gereja, masyarakat maupun penegakan hukum, sehingga NARWASTU memberikan penghargaan terhadap dirinya tahun lalu sebagai salah satu tokoh Kristiani. Lantaran terpilih sebagai salah satu tokoh Kristiani pilihan NARWASTU pula, setahun lalu profilnya dimuat satu halaman di koran nasional sekaliber Suara Pembaruan sebagai figur pengacara Kristen yang moralis.

“Kalau ada media yang memberikan apresiasi kepada kita, baik majalah NARWASTU maupun Suara Pembaruan, itu karena mereka melihat prestasi dan karya nyata. Dan itu tidak datang secara instant, namun melalui proses. Saya yakin tidak gampang media memberikan penghargaan kepada seseorang, pasti yang bersangkutan sudah diteliti dulu jejak rekamnya dan diteliti keaktifannya di tengah masyarakat. Kalau saya mendapat penghargaan, itu semua karena anugerah Tuhan,” pungkas Said Damanik, yang baru-baru ini hadir pula di acara ibadah dan pemberian penghargaan terhadap “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan NARWASTU” di Gedung LPMI, Jakarta Pusat, pada 15 Januari 2016 lalu. KT

Berita Terkait