Serial Diskusi 500 Tahun Reformasi
Arti “MUSA JERMAN“ Bagi Gereja Katolik, Protestan dan Masyarakat

1125 dibaca
Serial Diskusi 500 Tahun Reformasi di Gedung BPK Jakarta.

 BERITANARWASTU.COM. Serial Diskusi 500 Tahun Reformasi yang diselenggarakan oleh PGI, GAMKI, PIKI, dan BPK Gunung Mulia telah memasuki sesi keempat. Di sesi ini, buku berjudul Musa Jerman “Arti Luther Bagi Gereja Katolik dan Gereja Protestan Serta Masyarakat di Indonesia Masa Kini” karya Rm. Eddy Kristiyanto OFM, menjadi bahan diskusi, yang berlangsung di Gedung BPK Gunung Mulia, Jalan Kwitang No. 22-23, Jakarta, pada Jumat, 14 Juli 2017 lalu.

Adapun nara sumber yang dihadirkan dalam diskusi ini, yaitu Romo Eddy Kristiyanto OFM (penulis buku Musa Jerman “Arti Luther Bagi Gereja Katolik dan Gereja Protestan Serta Masyarakat di Indonesia Masa Kini), Zuhairi Misrowi (tokoh muda NU), dan Pdt. Dr. Septemmy E. Lakawa (Dosen STFT Jakarta).

Pada kesempatan itu, Romo Eddy Kristiyanto menuturkan, penulisan buku Musa Jerman “Arti Luther Bagi Gereja Katolik dan Gereja Protestan Serta Masyarakat di Indonesia Masa Kini dilatarbelakangi survei sebuah majalah di Timur Tengah tentang 10 orang berpengaruh  sampai milenium kedua, di antaranya adalah Martin Luther dan Fransiskus Asisi. “Fransiskus Asisi terpilih karena pandangannya yang dianggap berbahaya, yaitu mengembalikan gereja kepada Injil, yang dianggap jauh dari amanat Kabar Sukacita. Demikian pula Martin Luther, Sang Musa Jerman, yang mau membekaskan jemaat dari kesewenang-wenangan para petinggi gereja ketika itu. Sebab itu, menurut saya, ada proses reinkarnasi dari buku ini, yaitu sebuah kerinduan untuk sebuah kebebasan,” ujar jebolan STF Driyarkara, Jakarta ini.

Martin Luther, lanjut Romo Eddy, adalah salah satu tokoh Kristen yang paling berpengaruh, karena khotbah, tulisan, dan gagasannya yang menggemparkan dan mengguncang banyak orang pada zamannya. Martin Luther dikenal sebagai tokoh reformis gereja yang membawa perubahan, bahkan perpecahan dalam tubuh Gereja Katolik  Roma yang memisahkan diri menjadi Protestan.

Berbagai pandangan muncul terhadap Martin Luther. Ada sejarawan Katolik, seperti Garcia Villoslada yang menyebut Martin Luther sebagai pribadi yang congkak dan neurotik, yang mengorbankan kesatuan Gereja Barat. Namun, sejarawan lain, seperti Joseph Lortz dan Erwin Iserloh justru menyebut Martin sebagai seorang yang saleh dan sangat beriman.  “Luther menyadari arti dosa dan merasakan kehampaan sebagai manusia di hadapan Allah. Luther sesungguhnya telah menggumuli pelbagai persoalan kehidupan sampai ke akar-akarnya yang ia lakukan dengan radikal dan penuh konsekuensi, termasuk diekskomunikasikan atau dikucilkan oleh Gereja Katolik, dengan mengikuti pertimbangan suara hatinya,” katanya.

Sementara itu, Zuhairi Misrowi atau biasa disapa Gus Mis, mengungkapkan, Martin Luther menyadarkan kita bahwa Kitab Suci sebagai korfus terbuka, sehingga membuka ruang bagi siapa saja untuk membacanya, sehingga dapat saling memahami. Dan, inilah masanya sehingga  mau tidak mau harus kita terima.

Sebab itu, sekarang ini bukan zamannya bagi kaum ekstrimis dan fundamentalis. Fundamentalis sangat berbahaya, dan cara melawannya dengan apa yang dilakukan oleh Martin Luther, kembali kepada Alkitab dan iman kepada Tuhan. “Kita hidup dalam zaman yang harus saling menerima dan penuh kedamaian. Jangan lagi kita menggunakan agama untuk tujuan politik ditentang Martin. Dia mengajak kita untuk kembali kepada Alkitab dan iman kepada Tuhan,” katanya.

Pdt. Septemmy E. Lakawa melihat, buku Musa Jerman “Arti Luther Bagi Gereja Katolik dan Gereja Protestan Serta Masyarakat di Indonesia Masa Kini sebagai buku yang buku radikal, bukan karena isinya tetapi ditulis oleh seorang Katolik.  “Buku ini juga menjadi penting, karena menulis Martin Luther dari pinggiran, karena dia sosok pinggiran. Kita juga diingat istrinya yang seorang mantan biarawati, ini menambah pengetahuan kita tentang Martin. Juga sangat detail mengupas persoalan Martin terhadap otoritas penafsiran teks,” ujarnya. KS

                                                                                                                                             

Berita Terkait