Bahaya Rokok bagi Kesehatan

776 dibaca


Beritanarwastu.com. Selain obat bius (narkoba), nikotin juga adalah racun yang biasa digunakan sebagai bahan untuk membuat obat serangga. Nikotin yang terkandung dalam rokok, jika disuntikkan ke dalam pembuluh darah, maka bisa membunuh kita. Bahkan, sebenarnya tembakau mengandung banyak racun, termasuk karbon monoksida, dan tanaman tembakau sama dengan jenis Deadly Night Shade.

Jika Anda berpikir untuk pindah ke pipa atau cerutu, perlu diingatkan bahwa ini berlaku untuk semua tembakau dari semua bahan yang mengandung nikotin, termasuk jenis permen karet, tempelan, semprotan hidung, dan alat untuk menghisap (inhalators) alat pernapasan.

Semua mahluk hidup menolak rasa dan bau dari tembakau sampai akhirnya ia akan batuk dan bergetar. Ketika kita merokok pertama kali, menghirup asapnya akan menyebabkan batuk. Atau jika merokok terlalu banyak untuk pertama kalinya, kita akan merasa pusing atau sakit, itu adalah karena tubuh kita mengatakan, “Kau meracuni saya, hentikan!”

Banyak perokok berpikir bahwa mereka menikmati rasa dan bau dari rokok. Hal ini adalah ilusi saja. Apakah sebenarnya kita melakukan itu ketika kita belajar merokok. Atau saat mengajari tubuh kita untuk menjadi kebal terhadap bau yang menjijikkan dari rokok. Seperti orang yang ketagihan heroin yang berpikir bahwa mereka menikmati suntikan dari heroin.

Perokok sering membiasakan dirinya dengan bau dan rasa dari rokok. Tanya pada mereka yang merokok hanya karena ia menikmati rasa dan bau tembakau. Jika Anda tidak bisa mendapatkan merek rokok biasa, dan hanya bisa mendapatkan merek yang Anda rasakan tidak enak, apakah Anda akan berhenti merokok? Jawabnya, tentu tidak akan berhenti. Perokok bahkan akan tetap merokok saat dalam keadaan demam, flu, sakit tenggorokan, radang tenggorokan dan penyakit paru-paru.

Rasa kenikmatan tidak ada hubungannya dengan hal itu. Jika ada, tidak akan ada yang merokok lebih dari satu. Bahkan, ada ribuan mantan perokok jadi kecanduan permen karet nikotin yang diberikan dengan resep dokter, dan banyak dari mereka yang masih merokok.

Walaupun nikotin yang membuat Anda cepat kecanduan, Anda tidak pernah kecanduan sampai  parah. Karena nikotin yang bergerak cepat hanya dibutuhkan tiga minggu bagi 99% nikotin untuk meninggalkan tubuh Anda. Kecanduan kimia nikotin ini mudah diatasi, bahkan jika Anda masih kecanduan banyak perokok yang menjadi perokok sepintas lalu. Mereka ini sama saja seperti perokok berat.

Bahkan ada perokok berat yang telah menghilangkan kebiasaan merokok, namun sekali-sekali masih mengisap cerutu. Dan itu membuat mereka menjadi kecanduan. Kecanduan nikotin bukan masalah utamanya, itu hanya bertindak sebagai katalisator yang membuat pikiran kita jadi bingung akan masalah sebenarnya, yaitu indoktrinasi (cuci otak)-nya.

Ada mitos mengatakan, setiap rokok yang Anda hisap akan memendekkan lima menit umur Anda. Itu tidak benar. Yang benar adalah, lima menit adalah kurang lebihnya dan berlaku hanya jika Anda terkena salah satu penyakit mematikan. Namun, tubuh kita adalah mesin yang hebat, dan memiliki kemampuan penyembuhan, asalkan Anda belum terkena penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Jika Anda berhenti merokok sekarang, tubuh Anda akan pulih dalam beberapa minggu. Hampir sama seperti saat Anda tidak pernah merokok.

Mengapa dan bagaimana kita merokok pada awalnya? Untuk mengerti ini secara keseluruhan, Anda perlu menyadari akibat yang kuat dari alam bawah sadar, atau yang disebut “teman tidur”. Dari sejak dulu, alam bawah sadar kita setiap harinya dipenuhi dengan informasi yang mengatakan kepada kita, bahwa rokok membuat kita rileks, dan memberikan kita rasa percaya diri dan keberanian.

Tiap kali Anda melihat film kartun, yang mana ada orang yang hampir dieksekusi atau ditembak, apakah permintaan terakhir mereka? Jawabnya, rokok. Akibat dari ini tidak terdaftar dalam pikiran sadar kita, tapi “teman tidur” atau alam sadar yang menyerapkannya. Pesan yang benar-benar disampaikan adalah, di setiap film perang, orang yang terluka diberikan rokok.

Benar adanya publikasi tentang penyakit kanker akibat merokok, tapi ini juga tidak membuat orang jera merokok. Saya percaya bahwa perusahaan rokok sebenarnya menggunakan peringatan kesehatan dari pemerintah saat akan menjual produksinya. Peringatan kesehatannya begitu jelas.

(Tulisan ini adalah karya almarhum Dr. Erwin Pohe yang pernah dimuat di NARWASTU).

 

Berita Terkait