Bandara Munson-Lyman Bisa Dibuat Pengganti Nama Bandara Silangit

725 dibaca
Bandara Silangit, Siborongborong, Tapanuli Utara.

             BERITANARWASTU.COM. Bandara Silangit, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), sekarang menjadi sorotan banyak kalangan secara nasional, karena bandara yang tadinya “sunyi senyap” ini, kini telah cukup ramai didarati pesawat. Pesawat atau maskapai Garuda bahkan sudah mendarat di bandara yang terletak di kota dingin yang dijuluki “Kota Ombus-ombus (sejenis kue khas Batak)” itu.

            Kepemimpinan Bupati Tapanuli Utara (Taput), Drs. Nikson Nababan plus perhatian Pemerintah Pusat terutama sejak era Joko Widodo, diakui banyak kalangan merupakan pendorong, sehingga pembangunan Bandara Silangit semakin maju. Kepada NARWASTU, pengusaha nasional yang juga Ketua Umum Keluarga Besar Punguan Panggabean se-Indonesia, Sahala R.H. Panggabean, MBA mengakui, di tangan Bupati Taput Nikson Nababan, pembangunan di Taput terlihat semakin hidup, terutama Bandara Silangit semakin bagus dan ramai dikunjungi perantau dan wisatawan.

              “Kita berharap, kelak dari Bandara Silangit sudah bisa langsung pesawat menuju Singapura, Bali, Surabaya, Makassar dan Bandung,” ujar Sahala Panggabean yang juga Presiden Komisaris NASARI Group dan tokoh koperasi Indonesia. Saat ini sudah ada usulan dari beberapa kalangan agar nama Bandara Silangit diganti menjadi Bandara I.L. Nommensen atau Bandara Munson-Lyman, kata Sahala Panggabean yang juga salah satu dari “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan Majalah NARWASTU”, itu usulan bagus.

                 Sahala Panggabean menerangkan, “Pak Bupati Taput pun pernah menyampaikan hal itu saat kami berdiskusi di Tarutung. Apalagi Tapanuli Utara atau Tarutung, kan, dikenal Kota Wisata Rohani, jadi bagus kalau dibuat nama tokoh Kristen atau tokoh penginjil yang kita kagumi, seperti Nommensen atau Munson-Lyman untuk menjadi nama bandara.

           Hanya saja, kata tokoh masyarakat Sumut ini, ada pula yang mengusulkan agar nama Bandara Silangit dibuat namanya menjadi Bandara Jenderal Maraden Panggabean. Karena beliau tokoh nasional dan tokoh kita dari Tapanuli Utara,” pungkas tokoh nasionalis yang telah banyak mendapat penghargaan bergengsi di bidang perkoperasian itu. 

           Dan Sahala Panggabean mengatakan, Nikson Nababan sebagai Bupati Taput adalah figur kepala daerah yang visioner, berpihak pada ekonomi kerakyatan, mau mendengar aspirasi rakyat dan tokoh muda nasionalis yang tak berhenti berpikir untuk mensejahterakan rakyatnya. 

                Sementara Bupati Taput, Nikson Nababan menuturkan kepada NARWASTU, ia lebih cenderung mengusulkan agar nama Bandara Silangit diganti menjadi Bandara Munson-Lyman. “Karena belum ada nama tempat atau lokasi di Sumut yang dibuat untuk mengabadikan nama Munson-Lyman. Dan nama keduanya penting kita kenang lewat nama sebuah tempat penting, seperti bandara. Jadi bisa juga dibuat namanya jadi Bandara Munson-Lyman,” ujar Nikson yang termasuk pula dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan NARWASTU” dan tokoh muda nasionalis yang juga kader PDI Perjuangan itu.

               Sekadar tahu, Munson-Lyman adalah dua penginjil asal Amerika Serikat yang gigih masuk ke Tanah Batak, namun keduanya dibunuh orang Batak di Lobu Pining, Tapanuli Tengah, Sumut. Meski keduanya mati martir, namun perjuangan keduanya tidak sia-sia. Karena setelah keduanya meninggal, perjuangan mereka untuk menginjil ke Tanah Batak yang saat itu masih hidup dalam era kegelapan (animisme) diteruskan oleh Pdt. I.L. Nommensen.

             Dan sejak I.L. Nommensen menyebarkan Injil ke Tanah Batak (Rura Silindung atau Tarutung) dengan segala tantangannya yang sangat berat, lalu terjadi perubahan hebat di Tanah Batak, terutama dalam hal spiritual, pendidikan dan kesehatan. Dan Gereja HKBP bisa berdiri saat ini sebagai gereja terbesar di Indonesia dan Asia, itu pun tak lepas dari perjuangan pendahulunya. Termasuk karena perjuangan Munson-Lyman yang mempertaruhkan nyawa untuk penginjilan di Tanah Batak. TS 

Berita Terkait