Basuki (Ahok) dan Tangan Tuhan

• Oleh; Dr. Antonius Natan 1202 dibaca


BERITANARWASTU.COM. Pada hakekatnya dasar iman Kristen adalah mengandalkan Tuhan, diawali doa sesaat setelah bangun tidur dengan permohonan agar diberkati dan dilindung Tuhan saat menjalani hari. Demikian pula saat hendak makan dipanjatkan doa, bersyukur dan sekaligus memohon diberikan kesehatan. Pada waktu menemui jalan buntu dalam pekerjaan mengadu kepada Tuhan dengan doa agar diberikan jalan keluar, hingga menjelang tidur suatu doa dinaikkan selain bersyukur meminta penyertaanNya. Keseharian yang melibatkan Tuhan dan hidup yang disertai keajaiban sorga yang membumi, sepertinya mukjizat itu menyertai orang percaya.

            Jikalau kehidupan pribadi Tuhan peduli, apakah kehidupan orang banyak yang disebut bangsa atau Negara Tuhan peduli juga ? Jawabannya, mari kita mengingat apa yang dikerjakan oleh Nabi Musa berdasarkan perintah Tuhan, bangsa yang keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, kejadian ajaib menyertai bangsa ini. Mereka mendapat kebaikan Tuhan dengan disediakan makanan Manna dan burung puyuh ditambah fasilitas tiang awan dan tiang api yang menaungi siang dan malam di padang gurun.

             Hingga mereka terjepit di antara Laut Merah dengan tentara Mesir, secara manusia pastilah mereka binasa akan dibantai pasukan Mesir, tetapi mukjizat terjadi, laut terbelah sehingga bangsa Israel bias berjalan di daratan dengan dinding air laut dan kemudian tertutup lagi sehingga mereka semua luput dari kejaran pasukan Mesir.

Demikian pula denganSadrakh, Mesakh dan Abednego yang masuk dalam dapur api, tetapi tidak binasa, mereka diluputkan dari aniaya. Dan satu pribadi yang bernama Daniel yang dilemparkan ke dalam gua singa, diluputkan dari kematian, Daniel tidak dimakan oleh singa dan akhirnya dia dikeluarkan. Akan tetapi orang yang menuduh Daniel bersalah beserta keluarga menjadi pengganti sehingga singa menerkam, bahkan meremukkan tulang mereka.

 

Tangan Tuhan dan PendengaranNya

Menelaah kisah di atas, kita seakan menemukan persamaan dalam situasi aktual masa kini, Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) seorang Kristen yang sungguh-sungguh menjadi tersangka dari kasus penistaan agama dan diancam hukuman penjara. Banyak pihak mengikuti dan berbagai pendapat muncul, banyak pula yang berdoa bagi keselamatan dan jalan keluar baginya. Tetapi akankah tangan Tuhan menolong? Tuhan yang sama menuntun Nabi Musa dan bangsa Israel, Tuhan yang sama yang menyelamatkan Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel. Apakah Tuhan akan menolong dan peduli?

 Hari ini sebelum keputusan pengadilan kita melihat sangat tidak mungkin Basuki (Ahok) lolos dari jeratan hokum dan dakwaan yang menimpa, akan tetapi menelaah peristiwa bersejarah dalam Kitab Suci sepertinya bukanlah mustahil situasi akan berubah, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar. Sekali lagi mukjizat masih ada, Tuhan masih hidup. Jikalau Ahok bebas dari tuntutan maka sejarah seperti yang dipaparkan Kitab Suci berulang dan kebenaran dinyatakan.

               Bagaimana jika Basuki  tidak bebas dan bahkan masuk penjara sehingga tidak memungkinkan melanjutkan karier sebagai Gubernur DKI Jakarta, apakah artinya Tuhan yang hidup tidak peduli? Tentunya rencana manusia bukan rencana Tuhan, mampukah manusia menangkap cara berpikir Tuhan Sang Pencipta? Tuhan sesungguhnya tidak sedang berperkara dengan satu orang tetapi kepada satu bangsa.

              Tuhan peduli kepada bangsa Indonesia dan melalui peristiwa ini kawasan nusantara akan dipenuhi kemuliaanNya. Sejarah akan berubah, Tuhan yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauhakan bersemayam.

Basuki membawa terang dan kemuliaan Tuhan terbit atas Indonesia. Wajar jika kita berpikir akan lebih bermanfaat dan menjadi maslahat bagi orang banyak jika Ahok berkarya sebagai gubernur, tetapi kehendak Tuhan yang jadi. Mazmur 75:6-7, “Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

 

·         Penulis adalah Waket I STT Rahmat Emmanuel.

Berita Terkait