Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit
Berbagi Kiat Sehat di HUT-nya ke-66

584 dibaca
Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit (tengah). Aktif dan dinamis

 Sukses dengan buku sebelumnya, Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit kembali meluncurkan sebuah buku  kesehatan karyanya, kali ini berjudul “Mencapai Usia Hidup 120 Tahun Dengan Panjang  Umur Awet Muda Dan Sukacita.”  “Hal ini membuktikan kalau ingin hidup sehat makanlah dengan teratur,” jelas mantan Ketua Umum DPP PDS ini di sela-sela acara di gedung Fakultas Kedokteran UKI, Jakarta Timur, pada Sabtu, 30 Januari 2016 lalu.

Acara peluncuran buku sekaligus merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-66 Pdt. Ruyandi yang juga penyandang gelar Master Art Pastoral Konseling dari STT Doulos Jakarta ini, dikemas cukup menarik, sehingga mengundang atensi dari hadirin yang terdiri dari beragam usia dan kalangan. Selain dimeriahkan dengan sejumlah paduan suara dari Gereja HKBP Tebet, Gereja Kristen Bersinar dan lain sebagainya, acara itu mengundang sejumlah orangtua lansia (lanjut usia) yang hidup sehat di atas usia 80 tahun untuk memberi kesaksian.

 Seperti kesaksian dari seorang bapak berusia 84 tahun, katanya, selain ia menerapkan pola makan sehat, olahraga yang teratur dan banyak minum air putih, rupanya ia pun selalu gembira di setiap waktunya. Makanya tak ada yang menyangka jika usianya telah memasuki kepala 8. Dan ia masih terlihat segar bugar dan awet muda.

 Buku yang ditulis Pdt. Ruyandi bersama Dr. dr. Cleve E.L Sumeisey tersebut hanya memakan waktu enam bulan dalam proses pembuatannya. Buku ini menyimpulkan, bagaimana dapat mencapai usia hidup 120 tahun dengan panjang umur, awet muda dan sukacita itu antara lain memaparkan. Pertama, bahwa angka harapan hidup tiap negara berbeda-beda, dan hal itu ditentukan oleh pola hidup sehat, tingkat sosial ekonomi dan lingkungan yang baik.

Kedua, cara hidup sehari-hari tiap keluarga ternyata berbeda dan berhubungan dengan bakat umur panjang atau umur pendek, walau tinggal di wilayah yang sama. Ketiga, dunia psikologi dan kedokteran beberapa tahun terakhir ini sedang euforia dengan “The Miracle of Endorphin” atau disebut hormon kebahagiaan. Hormon ini ternyata dipercaya memiliki peran yang besar dalam mempertahankan sel-sel tubuh tetap sehat dan lambat untuk mati. Tak heran, individu yang bersangkutan dapat memiliki umur panjang.

 Jauh ribuan tahun yang lalu, dalam kebenaran firman Tuhan pun telah dikatakan seperti hati yang gembira adalah obat, bersukacitalah senantiasa, mengucap syukur dalam segala hal adalah terbukti benar dan memiliki kuasa. Bahwa hati yang gembira dan jiwa yang bersukacita serta selalu bersyukur menghasilkan hormon kebahagiaan. Dan sejumlah kaum lansia yang datang untuk bersaksi telah membuktikan semua itu. Ternyata untuk sehat dan awet muda itu tidaklah sulit, yang penting disiplin jaga kesehatan, jaga suasana hati dan tekun berdoa.  BTY

 

Berita Terkait