Berpengharapan di Tengah Kesulitan

755 dibaca


Beritanarwastu.com. Kenapa saat ini keberadaan warga gereja begitu ditakuti. Makanya di banyak daerah, seperti Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta  sering gedung gereja dibakar, ditutup dan kebaktiannya diganggu. Apakah aksi yang memprihatinkan ini muncul karena orang Kristen dianggap ancaman atau dianggap menakutkan? Apakah hubungan kita dengan masyarakat sekitar yang beragama lainnya sudah baik? Ini yang patut dijawab dan kita harus introspeksi.

Untuk menjawab ini, Pdt. DR. Nus Reimas dalam sebuah ibadah bersama Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU baru-baru ini, mengatakan, Tuhan tidak tinggal diam atas pergumulan atau persoalan hidup yang kita alami. “Dalam kehidupan ini ada saatnya kita menangis dan tertawa. Tapi seperti ditulis di Roma 8:28, ‘Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan kepada umat yang dikasihiNya’. Dalam hidup ini yang terpenting adalah kita harus hidup berpengharapan. Dalam berjuang pun kita harus punya pengharapan,” ujar mantan Ketua Umum PGLII dan Penasihat FORKOM NARWASTU ini.

Segala sesuatu yang kita pikirkan dan perbuat dengan keyakinan iman, percayalah itu tak akan sia-sia. “Yang penting kita terus berjuang dan punya pengharapan di tengah keadaan yang sulit. Tuhan bisa memakai orang yang tak berarti bagi dunia menjadi berarti untuk memuliakan namaNya,” cetusnya.

“Seperti kesaksian tentang lima roti dan dua ikan, bisa memberkati 5.000 orang setelah berada di tangan Yesus. Demikian juga dalam menyikapi persoalan yang banyak terjadi sekarang, termasuk penutupan gereja, kita harus terus berdoa dan berjuang, karena Tuhan kita akan menyertai anak-anakNya,” ujar Pdt. Nus Reimas yang juga Ketua Majelis Pertimbangan PGLII. NU   

Berita Terkait