Bertekun dalam Iman dan Ikutlah Menderita

• Oleh : Pdt. Dr. Ir. Tjepy Jones B. 198 dibaca
• Penulis adalah Gembala Sidang dari Cibubur City Blessing, Cibubur, Jakarta Timur.

Beritanarwastu.com. 2 Timotius 3:12, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam

Kristus Yesus akan menderita aniaya.

 Jangan kita terburu-buru mendefinisikan penderitaan mengikut Yesus selalu harus penderitaan fisik, seperti yang dialami oleh para murid Tuhan dan para martir di zaman gereja mula-mula. Sejarah mencatat bahwa setiap perjuangan selalu ada konsekuensinya termasuk di dalamnya penderitaan itu sendiri. Dan ini selalu terjadi dalam setiap kegerakan, seperti perang kemerdekaan dalam suatu negara, ataupun perang antarkelompok, juga persaingan antarberbagai kepentingan.

Menderita karena mengikut Yesus adalah sesuatu yang lebih spesifik, karena mengandung janji dan dalam konteks di atas penderitaan ini adalah sesuatu yang pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Di 2 Timotius 1:8 dijelaskan bahwa penderitaan ini terjadi oleh kekuatan Allah sendiri, senada dengan itu, Markus 4:17 mengatakan, aniaya itu datang karena ada benih Firman yang ditabur di dalam kehidupan seseorang. Penderitaan ini sebenarnya adalah penderitaan setiap pengikut Yesus dalam rangka mematikan manusia dagingnya, dan memilih untuk hidup percaya kepada Roh, yaitu Firman Allah yang hidup untuk terlepas dari natural dosa. Di 1 Petrus 4:1, “Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, karena barang siapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa .

Perhatikan definisi yang diberikan Alkitab sebagai penderitaan yang wajib kita alami, di dalam 2 Timotius 2:3-6, ”Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

Penderitaan pertama digambarkan sebagai prajurit yang senantiasa mendengarkan apa kata komandannya, supaya berkenan kepada komandannya. Setiap kita bisa mendengar suara Allah (Yohanes 10:27) sama halnya seperti Tuhan Yesus yang mengosongkan diriNya dari ke illahianNya dan hanya berbicara apa yang Dia dengar dari Allah Bapa (Yohanes 5:19,21), dan Bapa yang di dalam Dialah yang bekerja melakukan pekerjaan itu (Yohanes 14:10). Jikalau kita bergantung sepenuhnya kepada suara Allah Roh Kudus di dalam kita, maka hal itu akan sangat memperkenankan hati Bapa, dan itulah yang disebut hidup beriman. Dan jikalau kita hidup berkenan kepada Allah karena iman, maka kita mendapatkan apapun yang dijanjikan di dalam iman tersebut.

Penderitaan yang kedua digambarkan sebagai seorang olahragawan yang harus mengikuti aturan pertandingan. Bagi kita pertandingan itu adalah antara manusia roh kita melawan manusia daging kita. Firman Tuhan mengatakan, jika kamu hidup oleh daging kamu akan mati, tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup (Roma 8:13). Selanjutnya 1 Korintus 9:26-27 mengatakan bahwa aku tidak berlari tanpa tujuan atau petinju yang sembarangan saja memukul, melainkan aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya agar mendapatkan apa yang kuberitakan.

Penderitaan yang ketiga digambarkan sebagai seorang petani yang harus menikmati hasil benih yang ditabur. Kita tahu melalui perumpamaan seorang penabur bahwa di dalam menabur benih ada kendala yang muncul, seperti tidak tertanamnya benih dengan baik ataupun penganiayaan yang datang, dan semua itu bertujuan untuk mengambil benih Firman yang ditabur. Tetapi kalau kita tekun menabur benih Firman di dalam hati kita dan menyiraminya dengan Firman setiap hari, maka janji Tuhan Firman itu akan menyatakan diriNya bagi kita sebagai jawaban dari pengharapan kita (Yohanes 14:21).

Ketiga gambaran profesi di atas adalah penderitaan bagi kita dalam rangka mengalahkan keinginan daging yang selalu menentang Firman. Kalau kita lakukan, maka janji Firman Tuhan adalah perkenanan Allah, mahkota kemenangan, dan juga upah bagi kita. Pada akhirnya hal itu semua akan membuat kemuliaan Allah atau natural Allah semakin nampak di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus juga melakukan hal yang sama, 1 Petrus 1:11b, ”yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.” Itu sebabnya, kita dengan penuh keyakinan berkata bahwa penderitaan yang Alkitabiah ini akan selalu diikuti dengan kemuliaan Allah nyata di dalam kehidupan kita.

Berita Terkait