BPK Penabur Jakarta Gelar Pentas Seni “Aku Indonesia 2019”

352 dibaca
BPK (Badan Pendidikan Kristen) Penabur Jakarta mengadakan pentas seni “Aku Indonesia 2019” di SPK Penabur Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu 9 Februari 2019 lalu.

Beritanarwastu.com. BPK (Badan Pendidikan Kristen) Penabur Jakarta mengadakan pentas seni “Aku Indonesia 2019” di SPK Penabur Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu 9 Februari 2019 lalu. Pagelaran seni yang diikuti oleh seluruh SDK Penabur Jakarta itu menyuguhkan beragam karya seni yang meliputi seni teater, seni musik, pameran seni rupa dan seni tari. Yang menarik, pameran seni rupa yang menampilkan lukisan dan kerajinan batik hasil para siswa dan siswi SDK Penabur Jakarta itu, tidak kalah karya mereka dari pelukis profesional. Menurut Sumarni, Kepala Jenjang SDK Penabur, tujuan diselenggarakannya acara tersebut, selain ingin mengembangkan talenta yang dimiliki peserta didik juga memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak.

             Pentas seni yang diikuti oleh 759 dari 20 SDK Penabur Jakarta itu terbagi dalam dua jadwal pementasan, yaitu sesi I pukul 11.00-13.00 WIB dan sesi II pukul 16.00-18.00. “Melalui pementasan seni, masing-masing sekolah menampilkan seni daerah yang ada di Indonesia. Dan ini adalah salah satu cara untuk mempersiapkan generasi yang mampu melihat perbedaan sebagai perekat bangsa Indonesia. Sehingga nantinya mereka bisa menjadi penanggung jawab negara ini,” jelas Ir. Antono Yuwono selaku Ketua BPK Penabur Jakarta.

 


            Antono menambahkan, melalui seni dapat mengembangkan otak kanan. Oleh karena itu, melalui pementasan seni ini, perkembangan otak kiri dan kanan menjadi lebih seimbang pada perkembangan anak. Kami berharap agar orang tua mendukung apapun yang menjadi potensi anak. Sebanyak 300 karya seni rupa siswa-siswi SDK Penabur Jakarta yang diikuti mulai dari kelas I sampai VI menampilkan juga karya seni rupa secara langsung, seperti membatik, melukis, membuat komik juga belajar kaligrafi dan ilustrasi bersama-sama di sekolah.

Uniknya, hasil karya seni lukis itu selain dipamerkan, diperbolehkan juga untuk dijual. Mengenai harga jualnya ditentukan langsung oleh anak-anak yang membuatnya. “Hal ini untuk menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini dan dinilai sangat penting untuk membangun karakter siswa-siswi,” ungkap Iriani Tri Rahayu sebagai Ketua Panitia. BTY 

Berita Terkait