Buku “Bersyukur dalam Karya Pdt. Gomar Gultom di Hati Keluarga dan Sahabat” Diluncurkan

106 dibaca
Pdt. Gomar Gultom, M.Th dalam acara peluncuran bukunya di Jakarta.

Beritanarwastu.com Menapaki usia 60 tahun dan 33 tahun kependetaannya, buku berjudul “Bersyukur dalam Karya: Pdt. Gomar Gultom di Hati Keluarga dan Sahabat” diluncurkan di Aula Lantai 8 Kantor PBNU Jalan Kramat Raya No. 164, Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 27 Juli 2019 lalu. Buku ini berisi kesaksian atau testimoni para keluarga serta sahabat mengenai sosok Pdt. Gomar Gultom, M.Th yang dikenal Sekretaris Umum PGI dan termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2018 Pilihan Majalah NARWASTU.”

Prosesi peluncuran ditandai dengan penandatanganan figura bergambar sampul dari buku tersebut oleh Koordinator Tim Kerja Dr. David Tobing, Ketua Watimpres RI Prof. Dr. Sri Adiningsih, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, dan Pdt. Gomar Gultom. Ahmad Nurcholish dan Franky Tampubolon, selaku penyunting, dalam pengantarnya di buku ini mengungkapkan, melalui cerita dalam buku ini ingin dikatakan, bahwa Bang Gomar memiliki karakter dan kompetensi yang tinggi sebagai pendeta yang berguna, tidak hanya bagi kalangan Kristen. Namun juga masyarakat luas khususnya bangsa Indonesia.

Selain itu, Pdt. Gomar bisa dikatakan menjadi tokoh “di belakang layar” di balik kesuksesan banyak orang dan juga banyak kesuksesan advokasi masyarakat, bahkan juga di balik sejarah reformasi Indonesia dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Figur Pdt. Gomar yang tidak hanya berguna bagi gereja tetapi juga masyarakat, diamini Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang.  

“Dalam buku ini sangat jelas bagaimana Pdt. Gomar dikenal oleh semua kalangan sebagai sosok yang tidak hanya memikirkan kepentingan gereja, tetapi juga kehidupan kebangsaan, dan kemajemukan di Indonesia. Kehadirannya menjadi simbol tidak hanya untuk gereja, tapi lintas iman, yang saat ini membutuhkan kerjasama dan bergandengan tangan dalam menghadapi tantangan yang ada. Buku ini, bagi saya, juga menekankan aspek relasi yang sangat penting dalam membangun bangsa,” ujar Ketua Umum PGI itu saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc melihat Pdt. Gomar sosok pendeta yang kiprahnya tidak hanya aktif di komunitas Kristen, tetapi juga dalam bidang kebangsaan dan kemajemukan. “Benar apa yang disampaikan Budiman Sujatmiko bahwa kalau kita hanya berkutat dengan kelompoknya masing-masing, maka bangsa ini tidak akan maju. Dan Pdt. Gomar telah berbuat untuk semua elemen masyarakat, termasuk generasi muda melalui acara ini,” tukasnya.

Lanjut Sri, sebagai sesama anak bangsa, kita harus merajut kebangsaan dan kebhinnekaan demi bangsa Indonesia. “Pembangunan telah dilakukan, tidak hanya fisik tetapi juga SDM. Namun memang masih ada ketimpangan yang lebar. Sebab itu, dengan perbedaan yang ada hendaknya tidak menjadi alat untuk perpecahan. Melainkan, dalam perbedaan itu kita dapat bersama-sama memajukan bangsa ini, dalam rangka meraih cita-cita para pendiri bangsa,” katanya.

Terkait penerbitan buku ini, David Tobing menguraikan bahwa pada awalnya dia menantang Pdt. Gomar ketika menapaki usia 60 tahun untuk membuat buku. “Namun buku ini tidak bisa terbit pada HUT ke-60, pada 8 Januari 2019 lalu. Akhirnya dipilihkan waktu peluncuran buku ini pada 27 Juli 2019 bertepatan dengan 33 tahun kependetaan Gomar Gultom,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pdt. Gomar Gultom menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, secara khusus kepada David Tobing. “Dipilihnya tanggal 27 Juli memiliki makna tersendiri dalam hidup saya, karena pada 27 Juli 1986 saya ditahbiskan menjadi pendeta HKBP di Medan. Lalu 10 tahun kemudian HKBP diobrak-abrik oleh rezim Orde Baru. Saya akhirnya harus terpisah dengan istri dan anak yang masih berumur 5 tahun pada waktu itu,” katanya.

Peluncuran buku “Bersyukur dalam Karya: Pdt. Gomar Gultom di Hati Keluarga dan Sahabat”, diawali dengan diskusi reflektif mengenai peran agama di tengah kondisi bangsa. Diskusi yang dipandu oleh Raja Juli Antoni ini, menghadirkan nara sumber dari kalangan muda, di antaranya Nafidah I. Huda (PW GPII Jakarta Raya), Riaz Muzaffar (Pemuda Bahai), Nico (Pemuda Katolik), Yugi Yunardi (Ketum DPN Paling), dan Budiman Sujatmiko (Komisi II DPR RI dari PDIP). LK

Berita Terkait