Buku yang Memaparkan Sejarah dan Jejak Pelayanan GSPDI

1098 dibaca


 BERITANARWASTU.COM. Buku berjudul GSPDI Dalam Lintasan Sejarah yang diterbitkan Majelis Pusat Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) ini, cukup menarik disimak. Pasalnya memaparkan sejarah sinode yang kini dipimpin tokoh gereja Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman. Buku setebal 199 halaman ini ditulis sebuah tim, dengan membaginya dalam 8 bab, di antaranya tentang GSPDI melahirkan tokoh pemersatu gereja, warna dasar teologia GSPDI dan kepemimpinan GSPDI dari masa ke masa. Dan ada pula ditulis peran GSPDI, yang dalam pandangan pimpinan PGLII, yang hadir di dalam setiap persoalan bangsa.

Di cover belakang buku ini ditulis, Theodorus William Korompis meninggalkan karier cemerlangnya di BPM, Cepu, dengan gaji sebesar harga sebuah mobil baru untuk menangkap panggilan Roh Kudus dan menyerahkan hidupnya menjadi pelayan pekerjaan Allah. Pria kelahiran Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara, 20 Juni 1904 ini, lalu mengikuti Sekolah Alkitab Netherlansch Indisch Bijbel Temple Seattle, Amerika Serikat. Tamat tahun 1939, ia langsung berkeliling menginjili, diawali dari Jawa Tengah, lalu mengikuti pelatihan pelayanan di Gereja Pinksterkerk Jalan Lengkong Kecil, Bandung, di bawah bimbingan Pdt. Van Loon.

Tahun 1941 ia memimpin dan mengadakan kebaktian sendiri. Ibadah diadakan di sebuah gudang barang milik Br. Ch. S. Schiusws (alm.) di daerah pasar Andir. Setahun kemudian, kebaktian dipindahkan ke Jalan Waringin di sebuah gedung milik Liem Hiep Twan. Akhirnya antara tahun 1943-1944, Pdt. T.W. Korompis secara resmi memisahkan diri dari naungan Pinksterkerk. Konsistensi beliau dalam melayani Tuhan Yesus membuat jemaat semakin bertumbuh dan sejak saat itulah berdiri gereja yang kemudian hari menjadi cikal bakal GSPDI.

 

Ketua Umum GSPDI, Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman (kedua dari kiri) di acara Sinode GSPDI. 

 

            Pada tanggal 3 Juli 1951, GSPDI memperoleh penetapan dari Menteri Kehakiman sebagai berbadan hukum. Dan pada 24 September 1990, mendapat pengakuan sebagai lembaga gereja dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Protestan) Departemen Agama Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 166 tanggal 24 September 1990. Kini, setelah 66 tahun berlalu, GSPDI telah berkembang ke seluruh pelosok Indonesia dengan semangat filadelfia atau kasih persaudaraan.

Buku ini menjawab beberapa pertanyaan penting:  Benarkah GSPDI merupakan pecahan dari GPdI dan apa alasan pendirian GSPDI? Siapakah tokoh kunci pendirian GSPDI? Apa kunci utama perkembangan GSPDI? Siapa dan bagaimana para Ketua Umum menyiasati tantangan zaman dalam setiap periode kepemimpinan mereka? Buku ini akan menolong pembaca untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ketua Umum GSPDI, Pdt. Mulyadi Sulaeman yang termasuk pula fasilitator Jaringan Doa Nasional (JDN), juga termasuk salah satu dari “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan Majalah NARWASTU.” PM

Berita Terkait