St. Bertha Saragih, S.PAK.
Dalam Hidup ini Kita Harus Sabar Menantikan Janji Tuhan

St. Bertha Saragih, S.PAK. 2157 dibaca


Beritanarwastu.com .Dalam sejarah Alkitab dikatakan, Abraham sebagai hamba Tuhan adalah orang yang luar biasa, penyabar, imannya teguh dan ia taat kepada Tuhan. Meskipun usianya sudah kepala tujuh, ia percaya dengan janji-janji Tuhan. Ia tak gampang putus asa saat menunggu janji Tuhan di tengah banyak tantangan. Dalam hidup ini, kadang kita tak sabar menantikan janji-janji Tuhan yang indah. Padahal janji Tuhan itu, iya dan amin. Dia maha kaya dan sumber berkat, namun kadang kita ragukan kasih setiaNya. Demikian diungkapkan St. Bertha Saragih, S.PAK saat menyampaikan renungan di kantor Majalah NARWASTU baru-baru ini sembari mengutip Kejadian 15:1-8.

Dalam ayat itu, kata mantan anggota DPR-RI dari Fraksi PDS ini, dituliskan mengenai perjanjian Allah dengan Abraham. Abraham dijanjikan Tuhan akan mendapatkan keturunan yang banyak, dan itu digenapi Tuhan. “Jadi Tuhan adalah perisai dalam hidup kita, dan kita akan mendapatkan upah dari Dia asal kita sabar, setia dan taat kepadaNya,” ujar aktivis gereja dari GKPS Cikoko, Jakarta Selatan, yang makin bijaksana menyikapi tantangan kehidupan di usianya yang mendekati 75 tahun ini.

Dalam hidup ini, imbuhnya, kita harus terus belajar sabar, selalu bersyukur dan jalani hidup ini dengan semangat, dan jangan bersungut-sungut atau mengeluh. “Sabarlah menunggu janji Tuhan. Abraham dan Sarah saja baru mendapatkan keturunan saat berumur 100 tahun. Itu adalah wujud kasih Allah, dan dinyatakan dengan mukjizat. Pasti kita bahagia kalau kita mau bersabar menunggu janji-janjiNya. Dengan kuasa kasihNya, kita pasti akan diberkatiNya,” paparnya.

Dalam hidup ini pun, ujarnya, kita sering membandingkan diri kita dengan orang lain. “Yang penting kita lakukan adalah selalu bersyukur di dalam setiap keadaan. Tuhan Yesus sangat baik di dalam hidup kita, dan Dia luar biasa dalam menyatakan kasihNya. Dia sampai mau menderita di kayu salib agar manusia berdosa selamat. Seperti saya di tengah usia yang semakin lanjut, saya tetap merasakan kasihNya yang luar biasa sekalipun ada keterbatasan dalam fisik saya. Saya harus terus melayani Dia, karena kita sudah lebih dulu dikasihiNya,” ujar perempuan yang pernah menderita stroke selama 7 bulan ini.

Supaya kita bisa menikmati berkat-berkat dan janji Tuhan, maka katanya, kita harus tekun berdoa, beribadah dan baca Alkitab. “Kita harus terus mencari wajah Tuhan di dalam setiap keadaan. Seperti saya, dulu hanya orang biasa yang datang dari Sumatera Utara ke Jakarta ini untuk merantau, namun saya merasakan berkat-berkatNya lebih dari apa yang saya pikirkan. Itu karena Dia mengasihi kita. Orang yang sabar di dalam hidup ini akan mendapat kehidupan, kehormatan dan kebahagiaan. Makanya kita harus rendah hati dan mau tunduk pada kuasa Tuhan,” ungkapnya. KKH

Berita Terkait