Dalam Kenangan Tokoh Pers Nasional, Drs. Sabam Leo Batubara

298 dibaca
Drs. Sabam Leo Batubara saat dikunjungi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos dan Redaktur Pelaksana Majalah "Berita Oikoumene PGI" di kantornya di Dewan Pers, Jakarta Pusat.

Beritanarwastu.com. Pada Rabu sore, 29 Agustus 2018 lalu, tokoh senior dan anggota FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU) serta tokoh pers nasional yang satu ini telah dipanggil Bapa Surgawi dengan damai dan tenang ke sisiNya. Padahal, Drs. Sabam Leo Batubara (80 tahun) baru pada Kamis, 23 Agustus 2018 lalu menjadi pembicara di acara diskusi FORKOM NARWASTU di gedung LAI Lantai 9, Jakarta Pusat. Ketika itu almarhum bicara tentang fenomena pers, media sosial dan hoax yang terasa mencerdaskan peserta diskusi setelah 73 tahun Indonesia merdeka.

Pak Leo, begitu ia akrab disapa juga menyampaikan kegelisahannya atas maraknya sekarang media abal-abal dan 43.000 media online yang kini rentan memproduk berita hoax. Selain itu, media sosial (medsos) pun dianggapnya berpengaruh dahsyat pada masyarakat, karena informasinya kerap berisi hoax. Sehingga, ujar figur yang termasuk dalam "21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan Majalah NARWASTU" ini, masyarakat harus terdidik dan cerdas menyikapi berita-berita di media sosial.

           Dan sebelum acara diskusi FORKOM NARWASTU pada 23 Agustus 2018 lalu, diawali dengan ibadah dan waktu itu Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU, Pdt. DR. Nus Reimas masih mendoakan almarhum secara khusus di acara itu, karena istri Pak Leo (Ibu Lintong boru Tambunan) juga sudah dipanggil ke sisiNya pada awal Agustus 2018 lalu. Waktu itu Pak Leo dan keluarga didoakan Pdt. Nus Reimas agar selalu sehat dan mendapat penghiburan dari Tuhan. Ternyata itu menjadi pertemuan terakhirnya dengan para sahabat yang tergabung di FORKOM NARWASTU.     

Pak Leo selama ini dikenal mantan Wakil Ketua Dewan Pers dan mantan Direktur Bidang Media dan Informasi BAKIN/Kini: BIN (Badan Intelijen Negara) serta mantan Pemimpin Redaksi harian nasional "Suara Karya." Sebagai tokoh pers, Pak Leo dikenal pejuang yang gigih memperjuangkan kebebasan pers di negeri ini. Itu sebabnya, ia disegani, dan tulisan-tulisannya seputar pers dan sosial politik banyak bertebaran di berbagai media nasional. Di pihak lain, ia sering diundang sebagai pembicara tentang masalah sosial, politik dan media massa di berbagai forum diskusi, baik di kalangan gereja maupun cendekiawan. Banyak kalangan yang merasa kehilangan atas kepergian pria Batak yang suaranya kerap menggelegar dan tegas berbicara itu.

           Pdt. DR. Nus Reimas, Pdt. DR. Anna Nenoharan, keduanya Penasihat Majalah NARWASTU menilai Pak Leo tokoh yang luar biasa dan peduli pada persoalan bangsa ini. Juga Sekretaris FORKOM NARWASTU, Sterra Pietersz, S.H., M.H. melihat sosok Pak Leo seorang tokoh yang nasionalis, cerdas dan religius, apalagi almarhum alumni PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia). Pada Kamis siang, 30 Agustus 2018 lalu, keluarga besar Majalah NARWASTU dan FORKOM NARWASTU sudah mengadakan ibadah penghiburan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Dan di situ jenazah almarhum disemayamkan.

Sejak tahun 2010 lalu hingga akhir hayatnya pada 29 Agustus 2018, Pak Leo yang selama ini aktif sebagai tenaga ahli dan anggota senior di pokja Pengaduan dan Advokasi di Dewan Pers aktif ikut di dalam acara-acara Forum Diskusi Daniel Indonesia (FDDI) dan FORKOM NARWASTU. Selama ini almarhum pun dikenal keras menentang keberadaan media abal-abal yang kerjanya hanya memeras pejabat, politisi dan pengusaha bermasalah untuk mendapatkan uang. Ia pun kerap mengkritisi wartawan yang tidak kompeten yang tidak memahami kode etik pers dan Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999. Almarhum yang punya lima anak dan 7 cucu meninggal dunia pada jam 16.00 WIB di kantor Dewan Pers karena terjatuh. Dan dimakamkan pada 1 September 2018. Selamat jalan, Pak Leo, ke rumah Bapa di Surga. Kiranya keluarga yang engkau tinggalkan diberi ketabahan, kesehatan dan berkatNya oleh Tuhan Yesus Kristus. KS

Berita Terkait