Dari MPK Diharapkan Lahir Tokoh-tokoh Kristiani

483 dibaca
Penasihat MPK, Pdt. DR. Nus Reimas. Meneladani Guru yang Agung.

Beritanarwastu.com. Tuhan Yesus Kristus itu sering disebut Guru yang Agung atau Gembala yang Agung. Dia seorang yang rendah hati dan memberi teladan kepada umat manusia saat Dia turun ke bumi. Demikian juga guru-guru di sekolah atau lembaga pendidikan Kristen harus rendah hati dan bisa memberi teladan. Kita mesti belajar dari Sang Guru Agung yang rendah hati itu. Sekarang banyak orang makin pintar di negeri ini, namun karakternya buruk dan membuat keadaan masyarakat semakin rusak.

Hal itu diungkapkan Penasihat MPK (Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia), Pdt. DR. Nus Reimas saat menyampaikan Firman Tuhan dalam ibadah pembukaan Kongres XVI MPK pada 2-4 November 2016 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, yang diadakan dengan tema “Yesus Kristus Adalah Guru dan Gembala Agung” dan sub tema: “Bersinergi Mengembangkan Pendidikan Kristen untuk Mewujudkan Generasi yang Mengasihi Tuhan dan Sesama.”

Sembari mengutip Injil Yohanes 13:12-17 Hamba Tuhan yang juga Ketua Majelis Pertimbangan PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia) dan dua periode dipercaya sebagai Ketua Umum PGLII ini menerangkan, melalui lembaga pendidikan Kristen di Indonesia kita harus sadar bahwa Guru yang Agung itu adalah Yesus Kristus.

Pdt. Nus Reimas menambahkan, orang Kristen atau orang percaya harus menempatkan Yesus sebagai Tuhan dan Guru yang Agung di dalam kehidupannya. “Orang yang mau dengan setia dan disiplin membaca Alkitab adalah orang yang mau mendengar ajaran Guru yang Agung. Dan Guru yang Agung berbicara kepada kita saat kita membaca Alkitab. Dan murid-murid yang setia pasti akan mengikuti teladan gurunya,” tukasnya.

Sekarang, kata Ketua Dewan Pembina LPMI (Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia) ini, keteladanan itu sesuatu yang langka. Sekarang orang semakin gampang mengakses informasi lewat gadget, namun moral banyak orang semakin tidak baik. Sehingga kita harus terus belajar dari Sang Guru yang Agung itu. “Dari seorang guru kita mewarisi nilai-nilai. Dan lembaga pendidikan Kristen atau sekolah Kristen harus bisa tampil beda. Karena itu kita harus punya persekutuan yang baik dengan Sang Guru yang Agung agar hidup kita semakin bernilai,” ujar Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU ini.

“Saya sudah 40 tahun melayani, dan saya banyak belajar dari Sang Guru yang Agung lewat ibadah-ibadah dan pembacaan Alkitab. Dan hidup saya bersama keluarga, baik setelah punya anak, punya menantu dan punya cucu tidak pernah kekurangan. Karena hari-hari saya selalu saya awali dengan berdoa pagi sambil berlutut kepada Gembala atau Guru yang Agung itu, sehingga kita dituntun dan diberkatiNya. Dia yang memelihara, menggembalakan dan membimbing hidup kita,” paparnya.

  Jadi dalam hidup ini, kata Pdt. Nus Reimas yang juga tokoh lintas agama dan salah satu pendiri FUKRI (Forum Umat Kristiani Indonesia), kita harus terus bergantung kepada Sang Guru yang Agung agar Dia yang memelihara kehidupan kita. Apapun tantangan dan persoalan kita, maka kita serahkan kepada Sang Guru yang Agung agar Dia yang menolong dan membimbing kita. “Kalau kita dipakai Tuhan sebagai alatNya, maka kita pasti akan diberkatiNya,” pungkas pria berdarah Ambon ini.

Dari lembaga-lembaga atau sekolah Kristen, kata Pdt. Nus Reimas, kita berharap dan berdoa agar bisa lahir pemimpin-pemimpin berintegritas, rendah hati, punya karakter dan punya nilai. “Pendidikan Kristen harus terus meneladani Tuhan Yesus. Ada banyak tantangan yang kita hadapi, namun gereja harus terus berjuang dan mendukung lembaga pendidikan Kristen. Mari kita doakan agar lima tahun ke depan MPK terus memberi warna di tengah gereja, masyarakat dan bangsa ini, agar kelak lahir tokoh-tokoh Kristiani berkualitas,” tukas Pdt. Nus Reimas. KT   

Berita Terkait