Roganda Kristina Munthe, S.E.
Dekat Kepada Allah, Maka Kita akan Dikuatkan

720 dibaca
Roganda Kristina Munthe, S.E. dan keluarga.

Beritanarwastu.com. Dalam hidup ini pasti ada kita hadapi tantangan, penderitaan atau kesulitan. Sehingga kita harus saling menguatkan, saling mendoakan dan saling memotivasi antara satu dengan lainnya. Kita jangan goyah iman, karena pencobaan-pencobaan yang kita hadapi itu, diizinkan Tuhan terjadi di dalam hidup kita, dan tidak akan melebihi kekuatan kita. Anggaplah sebuah kebahagiaan kalau kita mendapat pencobaan, karena di situlah kita semakin meningkat dalam pertumbuhan iman. Kalau ada penderitaan dalam hidup kita, mintalah kekuatan kepada Tuhan lewat doa dan ibadah.

                Itulah yang disampaikan Roganda Kristina Munthe, S.E. saat memberikan siraman Firman Tuhan di tengah tim NARWASTU baru-baru ini. Ibu satu anak yang juga majelis di Gereja Isa Almasih (GIA) Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang juga seorang kepala accounting di sebuah perusahaan swasta di Jakarta itu menerangkan, di tim NARWASTU pun pasti akan kita hadapi pencobaan atau kesulitan. “Pencobaan itu sebenarnya berkat, agar kita tahan uji dan agar iman kita semakin bertumbuh,” ujar perempuan yang juga menangani accounting di NARWASTU.

                “Jika kita dekat kepada Tuhan di dalam menghadapi pencobaan atau masalah, maka kita akan kuat. Ada pencobaan justru sering membuat kita semakin bergantung kepada Tuhan. Namun ada orang yang sukses atau kaya, ia sering tidak sadar bahwa kesuksesannya berasal dari Tuhan, namun ironisnya ia tak bergantung kepada Tuhan,” ujarnya saat memberi renungan dan motivasi di kantor NARWASTU. Ada pergumulan dalam hal sakit penyakit, ekonomi, masalah keluarga dan masalah pekerjaan, tapi Tuhan mengatakan, bersukacitalah di dalam segala hal. Itu harus kita pegang.

                “Kalau kita selalu bersukacita di dalam Tuhan (Filipi 4 ayat 4), apapun masalah yang kita hadapi, maka Tuhan akan memberikan kekuatan atau ketenangan kepada kita. Sebab itu, kalau kita bekerja jangan suka mengeluh, tapi ucaplah syukur. Dari mulut kita itu akan muncul berkat atau kutuk, jadi jangan gampang menyanyikan lagu-lagu sedih atau lagu-lagu sakit. Karena lagu itu punya kuasa. Percayalah bahwa di dalam pujian atau lagu rohani, ada kuasa mukjizat. Sehingga naikkan pujian kepada Tuhan saat kita mendekat kepadaNya,” cetusnya.

                Dalam doa yang kita panjatkan kepada Tuhan, katanya, Tuhan memang kadang tidak menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Tapi Tuhan menjawab sesuai dengan kehendakNya, karena kehendakNya yang terbaik buat kita. Kita pun harus melekat kepada pohon anggur itu (Tuhan), dan kita adalah ranting-rantingnya. “Dalam hidup ini, tak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan, baik sedih maupun bahagia, di situ ada maksud Tuhan yang baik dan indah. Di dalam bekerja, pandanglah Tuhan bahwa Dialah pemimpin kita. Sehingga kasihilah sesamamu, dan ampunilah orang yang berbuat jahat kepadamu,” tukas ibunda Rahel Elita Siahaan, salah satu siswa yang dipercaya sebagai “Duta Anti Narkoba” dari SMU BPK Penabur Harapan Indah, Kota Bekasi itu.

                Kata istri tercinta Patikkos Siahaan, S.E.,Ak ini lagi, kalau kita selalu menempatkan Tuhan yang utama di dalam hidup, maka tak usah khawatir, tanpa kita minta pun Tuhan akan memberkati kita dengan melimpah. Ketika kita, misalnya, memperhatikan orang lemah dan miskin, percayalah, Tuhan akan memperhatikan kita. “Sehingga teruslah mendekat kepada Tuhan. Kalau ada persekutuan yang indah di antara orang-orang percaya, maka ke situ akan mengalir limpah kasihNya. Kalau kita fokus pada Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kita dengan berbagai cara, yang kadang sulit kita selami dengan akal pikiran caraNya memberkati kita,” papar mantan aktivis Persekutuan Mahasiswa di STEI Rawamangun, Jakarta Timur, ini. RR

Berita Terkait