St. Drs. Hardy M.L. Tobing
Di Usia 60 Tahun Semakin Setia Melayani

1112 dibaca
St. Drs. Hardy M.L. Tobing

Beritanarwastu.com. Hidup ini adalah perjuangan. Badai dalam kehidupan itu selalu ada, namun Tuhan Maha Kasih, Dia selalu memberikan solusi atas persoalan yang kita hadapi. Ketika ada kesulitan, tantangan atau pergumulan dalam hidup kita, tetaplah berjalan dengan teguh, sabar dan selalu berdoa kepada Tuhan. Dan jangan sesekali meninggalkan pekerjaan Tuhan atau pelayanan, karena bekerja di ladang Tuhan jerih payah kita tak akan sia-sia. Itulah refleksi profesional St. Drs. Hardy M.L. Tobing atas hari ulangtahunnya ke-60 pada 5 Agustus 1953 lalu. Acara ulangtahunnya pun digelar dalam sebuah ibadah syukur, baik di gereja tempatnya melayani maupun di rumahnya.

                St. Hardy Tobing yang merupakan seorang sintua (penatua) di Gereja HKBP Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sehari-harinya dikenal seorang auditor yang sukses dan pendiri Paduan Suara The Glorifiers, yang sudah punya nama besar di tengah gereja-gereja di Tanah Air. Ia juga mantan Bendahara HKBP Kebayoran Baru dan kini dipercaya lagi sebagai Ketua Majelis Perbendaharaan dan Administrasi HKBP Kebayoran Baru (2012-1016). Sehari-harinya St. Hardy menyisihkan 60 persen waktunya untuk pelayanan dan 40 persen untuk karier (pekerjaan).

                Meski waktunya lebih banyak untuk pelayanan, hebatnya berkat Tuhan tak habis-habisnya tercurah untuk pekerjaan dan keluarga St. Hardy. “Semakin saya aktif di pelayanan, semakin banyak berkatNya saya terima. Tapi saya tidak mau membuat relasi atau teman di gereja untuk kepentingan usaha. Karena urusan pelayanan biarlah urusan pelayanan, tak ada kaitannya dengan urusan usaha,” ujar suami tercinta Ida Beatrice Rudolfina Simbolon, dan punya tiga anak, John Anthony Manogari Tobing (27 tahun), Sarah Beatrice Bungauli Tobing (24 tahun) dan Adolf Parningotan Tobing (21 tahun).

                Sebagai sintua di gereja, hari-hari St. Hardy memang penuh dengan aktivitas. Ia pun dipercaya sebagai Sekretaris Keluarga Besar Punguan Si Raja Najujur Tobing se-Jabodetabek dan Wakil Bendahara Keluarga Besar Punguan Tobing se-Dunia. Sebagai kepala keluarga, St. Hardy dan istrinya selalu menanamkan nilai-nilai Kristiani, nilai-nilai moral, disiplin dan pendidikan kepada ketiga anaknya. Tak heran, kalau anak-anaknya bertumbuh menjadi kaum muda berprestasi, mandiri, berbakti kepada orangtua dan peduli pada pelayanan gereja.

                Anak pertamanya, John Manogari setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, Bandung, pada September 2013 ini akan melanjutkan studi ilmu hukum ke Cambridge University, Inggris. Sedangkan anak kedua, Sarah Beatrice baru-baru ini sudah diwisuda di Fashion Design Esmod, Paris, sebuah sekolah desain terbaik di Perancis. Sedangkan anak ketiga, Adolf Parningotan yang masih kuliah di Universitas Pelita Harapan (UPH), Kota Tangerang, baru-baru ini, diutus ke Italia untuk urusan sepakbola. Soalnya, Adolf punya bakat dalam sepak bola.

                “Kalau saya sekarang bisa seperti ini, itu karena anugerah Tuhan. Dulu saya pernah mengikuti pendidikan di Haggai Institute tentang kepemimpinan Kristen, dan saya berdoa kepada Tuhan agar anak-anak saya berhasil, punya spiritualitas yang baik, taat kepada orangtua serta mandiri dalam hidupnya,” ujarnya. Apa yang dibutuhkan St. Hardy dalam keluarganya, katanya, Tuhan cukupi dengan caraNya yang ajaib. “Kadang kami membutuhkan dana yang amat banyak untuk keperluan anak-anak, tapi Tuhan cukupkan,” ujar Ketua Yayasan The Glorifiers ini.

                Berbicara tentang usianya yang kini 60 tahun, katanya, ia merasakan luar biasa penyertaan Tuhan di dalam hidup dan keluarganya. “Semakin banyak berkat Tuhan yang kita tabur, maka semakin banyak pula berkatNya yang kita tuai,” ujar St. Hardy yang kerap menyediakan rumahnya untuk tempat rapat dan berdoa, baik untuk teman-teman gereja maupun dari Paduan Suara Glorifiers, keluarga besar Tobing dan keluarga besar pihak istrinya.

Pdt. Frits Henri Hutapea, S.Th dari HKBP Kebayoran Baru pernah menuturkan, “St. Hardy Tobing walaupun sangat sibuk ia tetap menyempatkan waktunya untuk melayani di gereja. St. Hardy orangnya loyal kepada atasan, dan ia memberi perhatian besar di tengah-tengah jemaat. Saya melihat bahwa dia siap untuk mengorbankan apa yang ada dalam dirinya untuk membantu pelayanan gereja. Orangnya pun terbuka dan menerima apa yang kita sarankan untuk dikerjakan,” ujarnya.

            Sekadar tahu, St. Hardy Tobing sejak masa mudanya sudah aktif dalam kegiatan gereja. Pada 1972-1980 ia jadi anggota Paduan Suara Pemuda HKBP Sudirman, Medan, Ketua Seksi Koor Pemuda HKBP Sudirman, Medan (1977), anggota Paduan Suara Anugerah HKBP Menteng (1985-1991), Sekretaris Umum Paduan Suara Anugerah (1989), anggota Paduan Suara The Glorifiers (1991- saat ini), saat ini anggota Paduan Suara Sektor Godung (1985), Ketua Paduan Suara The Glorifiers (1991-1999), Ketua Yayasan The Glorifiers dan Penasihat Paduan Suara The Glorifiers (1991-saat ini), jadi Sintua HKBP Kebayoran Baru (Januari 1999), Ketua II Panitia Jubileum 50 Tahun HKBP Kebayoran Baru (2001), dan Ketua III Jaringan Lembaga Akuntabilitas/JALA (2002- 2006).

Juga Bendahara Jaringan Lembaga Akuntabilitas (2006-2010), Ketua Panitia Pensil Night (April 2005), Sekretaris Badan Pemeriksa dan Pengawas (BPP) PGI Wilayah DKI Jakarta (2010-saat ini), mengikuti Christian Leadership Training Haggai Institute, Hawai ( 2006), anggota pengurus Ikatan Alumni Haggai Institude Jakarta (2006-saat ini), Koordinator Koor Nabolon (akbar) dan Naposo (pemuda) Perayaan Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP (Desember 2011), Bendahara Gereja HKBP Kebayoran Baru, Jakarta (2008-2012), Ketua Majelis Perbendaharaan dan Administrasi HKBP Kebayoran Baru (2012-saat ini), Parhalado Resort HKBP Kebayoran Utusan Sinode Godang Resort Kebayoran (2012-saat ini), Bendahara Umum Panitia Peresmian Distrik 25 HKBP DKI Jakarta (Desember 2012), dan anggota Komisi Penataan Aset HKBP Distrik 25 DKI Jakarta (Juli 2013). 

Berita Terkait