Pdt. Yann R. Kobogoyauw
Dipercaya Menjadi Wakil Bupati Intan Jaya

781 dibaca
Pdt. Yann Kobogoyauw, M.Th.

Beritanarwastu.com. Banyak hamba Tuhan, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang berhasil menjadi pimpinan daerah. Salah satunya adalah Pdt. Yann R.  Kobogoyauw, M.Th, yang kini dipercaya jadi Wakil Bupati Intan Jaya, Papua. Pdt. Yann R. Kobogoyauw lahir di Kampung Udikomo, Desa Danggata, Kecamatan Homeyo, Kabupaten Paniai, Nabire,  pada 20 Juni 1962. Dia seusia dengan saudaranya, Yonatan Agimbau, yang dipanggil Tuhan untuk bekerja di ladang Tuhan. Dia dilantik menjadi pendeta pada Konferensi GKII Klasis Mimika di Timika pada 8 Mei 1996. 
Sejak dilantik menjadi pendeta pada 1996 hingga 2012, ia melayani dan mengembangkan berbagai pelayanan di Timika, baik di bidang pengembangan gerejawi maupun di bidang pendidikan, organisasi, serta pengembangan ekonomi kemasyarakatan di Timika.  Menyadang jabatan sebagai seorang Hamba Tuhan sekaligus pimpinan daerah tentu tidaklah mudah. Sebab, selain dituntut profesional, nilai-nilai Kristiani juga harus tetap dipegangnya di dalam menjalankan tugasnya, seperti keadilan, kejujuran, kesabaran, lemah-lembut dan sebagainya. 
Nah, bagaimana Pdt. Yann, biasa dia disapa,  menyikapinya?  Menurut mantan Gembala Sidang di GKII (Gereja Kemah Injili Indonesia) Imanuel Kwami Namara ini, hal itu memang tidak mudah. Namun, dalam setiap tugas dan pelayanan yang dilakukan dia memegang teguh firman Tuhan yang terambil dari Markus 10:45, yaitu “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
“Jadi ini bagian dari pelayanan, dan saya hanya ingin melayani seperti Kristus, walaupun tidak seperti Kristus, tetapi sedapat mungkin saya melayani. Dan itu saya wujudkan dalam mengimplementasikan pembangunan-pembangunan di daerah. Sekarang saya sering dari kabupaten naik motor sendiri, dan setiap saat saya siap ditemui oleh masyarakat dan mendengarkan keluh-kesah mereka,” ujarnya.
Banyak kalangan menilai, pria yang sejak November 2012 dilantik menjadi Wakil Bupati Intan Jaya ini,  memang seorang pemimpin yang mudah ditemui dan berpenampilan sederhana. “Tetapi saya bukan orang sederhana, karena saya memiliki Kristus yang luar biasa. Saya juga orang tegas dalam menegakkan hal-hal yang benar,” tukasnya sambil tersenyum.
Karena kedekatannya dengan masyarakat, tidak jarang dia diminta untuk menenangkan masyarakat yang terlibat berbagai konflik, huru-hara atau perang antarsuku yang kerap terjadi di Papua, khususnya di wilayah Intan Jaya. Jelas bahwa sebagai seorang pendeta, dia betul-betul menjadi pembawa damai.  Hal menarik juga disampaikan dalam sebuah acara bincang-bincang baru-baru ini bersama sejumlah media Kristiani, bagaimana dirinya bisa menjadi orang nomor dua di Kabupaten Intan Jaya. Dia mengaku, awalnya bukan karena keinginan pribadi, tetapi masyarakat yang memohon kepadanya untuk bersedia maju sebagai calon kepala daerah.  
“Mereka datang ke saya. Namun saya katakana, saya harus berdoa dan berpuasa dulu meminta kepada Tuhan petunjuk. Karena ada potensi untuk melecehkan seorang Hamba Tuhan khusus di Papua itu cukup tinggi. Jika seorang Hamba Tuhan masuk politik,  lalu kalah akan dijelek-jelekkan. Dikatakan, tidak ada imanlah, dan sebagainya. Ini menjadi sebuah tantangan,” jelas mantan Kepala Biro Pendidikan Teologi GKII Wilayah Pengunungan Tengah, Papua, ini.
Karena takut akan dipermalukan, dan selain memohon petunjuk, apakah ini bagian dari rencana Tuhan,  maka doa dan puasa menjadi jalan yang dipilihnya. Tuhan pun menjawab doa Pdt. Yann. “Memang saya masuk atas rencana dan izin Tuhan,” cetusnya.

Intan Jaya Pintar, Sehat, dan Sejahtera
Pdt. Yann berharap, bersama Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, dengan pendekatan manusiawi dapat memajukan Kabupaten Intan Jaya bersama masyarakatnya. Dan untuk mewujudkannya, ada tiga pilar pembangunan yang ditetapkan, yaitu “Intan Jaya Pintar, Sehat, dan Sejahtera.” 
Untuk Intan Jaya Pintar dan Sehat, papar Pdt. Yann, pemerintah daerah sedang membiayai 600 mahasiswa dari daerah Intan Jaya yang tersebar di seluruh Indonesia, dan mempersiapkan mereka untuk mengenyam pendidikan yang jurusannya langka seperti kedokteran, penerbangan, dan lainnya. Sedangkan untuk Intan Jaya Sejahtera bertekad setiap tahun PAD meningkat, di samping itu membantu masyarakat melalui dinas peternakan, dan sebagainya.            JNP






Berita Terkait