Dr. Daniel Yusmic P. FoEkh, S.H.
Doktor Hukum yang Cerdas dari GMIT

1748 dibaca
Dr. Daniel Yusmic P. FoEkh, S.H.

Beritanarwastu.com. Kader Kristen yang dikenal cerdas, Dr. Daniel Yusmic P. FoEkh, S.H. pada 18 Juli 2011 lalu berhasil meraih gelar doktor hukum, setelah ia mengikuti ujian terbuka untuk promosi doktor ilmu hukum yang dilaksanakan di Balai Sidang Djoko Soetono, Gedung F Lantai 2, Fakultas Hukum UI (Universitas Indonesia), Depok, Jawa Barat. Judul disertasinya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu): Suatu Kajian Dari Perspektif HTN Normal dan HTN Darurat. Penguji Daniel dalam ujian terbuka itu, yakni, Prof. Dr. Harun Alrasid, S.H., Prof. Dr. Iur. Adnan Buyung Nasution, S.H., Prof. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H. dan Dr. Jufrina Risal, S.H., M.A.

                Sedangkan promotornya Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., Ko-Promotor I Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., M.H., Ko-Promotor II Prof. Dr. Maria Farida Indrati S., S.H., M.H., dan Ketua Sidang  Prof. Safri Nugraha, S.H., LL.M., Ph.D. Oleh para penguji, Daniel dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan. Daniel yang lahir di Kupang, NTT, 15 Desember 1964, saat ini bekerja sebagai dosen di Fakultas Hukum UNIKA Atma Jaya, Jakarta. Suami tercinta Sumiaty, S.ST ini punya tiga anak, yakni Refindie Micatie Esanie FoEkh,  Franklyn Putera Natal FoEkh, dan Abram Figust Olimpiano FoEkh.

Daniel Yusmic menyelesaikan pendidikan SD di Kupang pada 1979, SMP Negeri II Kupang (1982), SMA Negeri I Kupang (1985), Fakultas Hukum UNDANA Kupang (1990), Magister Hukum UI (1998) dan S3 Ilmu Hukum UI (2011). Sejak duduk di bangku sekolah, Daniel sudah dikenal cerdas dan aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi anggota Pramuka, dan Ketua Dewan Ambalan Pramuka Gugus Depan 03/04 RRI Kupang (1989-1990), anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Kupang (1985-1986), Sekretaris Filateli Cabang Kupang (1989-1990), Koordinator Bidang Minat dan Bakat Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum UNDANA Kupang (1989-1991).

    Ia pun pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua DPD Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) DKI Jakarta (2000-2005), Ketua Lembaga Pengkajian dan Advokasi Salemba Sepuluh (LePAS 10) pada 2001-2006, Ketua Partisipasi Kristen Indonesia (PARKINDO) Cabang Jakarta Pusat (2004-2009), Wakil Ketua Asosiasi Pengajar HTN-HAN DKI Jakarta (2000-2005), Sekretaris Badan Pengurus Perwakilan GMIT (Gereja Masehi Injili Timor) di Jakarta (2004-2008) dan Ketua Bidang Hubungan Kerjasama, Asosiasi Pengajar Mata Kuliah Hukum Acara Mahkamah Konstitusi (APHAMK) DKI Jakarta (2010-2015).

Daniel pernah bekerja sebagai staf pada PT. Data Search Indonesia di Jakarta (1991-1993), dosen tidak tetap di Fakultas Hukum UKI, Jakarta (1998-2000), Sekretaris Penelitian Fakultas Hukum UKI (1999-2000), dosen Fakultas Hukum UNIKA Atma Jaya Jakarta (2000 sampai sekarang), Koordinator Penelitian Fakultas Hukum UNIKA Atma Jaya Jakarta (2001-2004), serta Kepala Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UNIKA Atma Jaya Jakarta (2003-2005).

Selain itu, ia dosen Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk mata kuliah Sejarah Hukum (2006-2010), dan dosen Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Katolik Soegiyopranoto untuk mata kuliah Legal/Legislatif Drafting (2007-2009). Ia pun pernah aktif sebagai Majelis Kehormatan Ad Hoc Dewan Kehormatan Daerah Perhimpunan Advokat Indonesia PERADI DKI Jakarta Unsur Tenaga Ahli di Bidang Hukum (2005-2007).

         Di samping aktif sebagai akademisi, Daniel giat sebagai aktivis gereja. Pada Sabtu, 11 Mei 2013 lalu di Jakarta, telah diadakan serah terima jabatan dari Pdt. (Em) M.J. Takain, S.Th (BP Perwakilan GMIT 2008-2012) kepada Daniel Yusmic P. (BP Perwakilan GMIT 2013-2017) yang dipimpin Pdt. Marthen L. Djari. Pelantikan Daniel Yusmic sebagai BP Perwakilan GMIT di Jakarta (2013-2017) sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Majelis Sinode GMIT No. 259/SK/MS-GMIT/G/2013 tertanggal 10 Mei 2013.

Dalam menjalankan tugas BP Perwakilan GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) di Jakarta bertanggung jawab kepada Majelis Sinode GMIT. Sedangkan BP Perwakilan GMIT di Jakarta yang sebelumnya dipegang Pdt. (Em) M.J. Takain (2008 -2012) mengacu pada SK Majelis Sinode GMIT No. 258/SK/MS-GMIT/G/2013 tertanggal 10 Mei 2013, dan resmi memberhentikan pada 11 Mei 2013. Tanpa mengurangi rasa hormat segenap jemaat dan Pimpinan Majelis Sinode GMIT mengucapkan terima kasih atas segala pelayanan yang telah diberikan selama bertugas sebagai Badan Pengurus Perwakilan GMIT di Jakarta.

                Beberapa waktu lalu, saat publik di negeri ini ramai memperbincangkan kontroversi seputar RUU Ormas yang dibahas di parlemen, Daniel termasuk salah satu pakar hukum yang didatangi sejumlah pihak, termasuk media untuk meminta pendapatnya. Menurut Daniel, pengesahan RUU Ormas itu terlalu dipaksakan, dan pemerintah nampaknya ingin mengontrol ormas. ”Saya bingung, kenapa dipaksakan kalau bagi DPR ini suksesi, tapi bagi masyarakat ini sesuatu yang otoriter bila diterapkan akan berbahaya. Seharusnya ormaslah yang mengontrol negara, bukan sebaliknya. Atau jangan-jangan malah mereka dibawa ke ranah politik dan muaranya nanti ke Kesbangpol,” ujarnya mengkritisi.

           Sudah barang tentu, ujar Daniel, apabila RUU Ormas ini disahkan akan memberikan dampak kepada ormas-ormas Kristen. Untuk menyikapi hal itu, katanya, ”Segera lakukan kajian yang fokus, baik sosiologis, filosofis dan yuridis. Yang paling utama adalah definisi ormas itu sendiri. Di Indonesia ormas adalah sebuah kebutuhan. Namun, jika yayasan dan perkumpulan disebut ormas, maka akan terjadi tumpang tindih,” pungkas pria yang kerap juga dijadikan sejumlah media nasional sebagai nara sumber seputar masalah hukum itu. 

Berita Terkait