DPA GBI Nyatakan Perang Pada Radikalisme dan Terorisme

251 dibaca
Jumpa pers bersama pengurus Departemen Pemuda dan Anak Gereja Bethel Indonesia (DPA GBI) di Graha Bethel, Jakarta.

Beritanarwastu.com. Tragedi pengeboman yang menimpa tiga gereja di Surabaya pada 13 Mei 2018 lalu, yang memakan korban jiwa itu menuai rasa prihatin dan duka yang mendalam dari rakyat Indonesia. Terkait kejadian tersebut Departemen Pemuda dan Anak Gereja Bethel Indonesia (DPA GBI) mengeluarkan pernyataan sikapnya antara lain, mengecam dan menentang aksi kekerasan dan aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Dan aksi teror itu, katanya, hanya ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa, seperti aksi teror yang terjadi di negeri ini, khususnya di Surabaya terhadap beberapa rumah ibadah (gereja) dan Mapolrestabes Surabaya.

"Kami menyatakan keprihatinan yang dalam, apalagi dalam hal ini anak dan wanita dilibatkan dalam aksi tersebut," kata Sekretaris PP DPA GBI, Pdt. Yusuf Suranta Purba, S.Th saat konferensi pers dengan jurnalis media Kristiani yang diadakan di Graha Bethel, Jakarta Pusat, pada Selasa 15 Mei 2018 lalu. Sebagai bentuk kepedulian kepada bangsa dan negara, lalu untuk mengantisipasi dan menangkal bahaya radikalisme yang mulai merambah ke media sosial, dunia pendidikan dan lain sebagainya DPA GBI mencoba mengimplementasikannya dalam sebuah program. Menurut Pdt. Selnop Padang (Biro Goverment DPA GBI)  akan ada program yang dijalankan, seperti mengadakan gerakan doa di seluruh jemaat GBI di Indonesia. Dan akan diadakan bekerjasama dengan pemerintah serta membangun jaringan  dengan organisasi lainnya, termasuk di luar gereja dengan tujuan agar bisa menjalin persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketika disinggung mengenai keterlibatan perempuan dan anak sebagai teroris, katanya, hal itu sangat disayangkan. Seperti yang dituturkan oleh Pdt. Andre Imam (Wakil Ketua I DPA GBI), semua bisa terjadi sebab ada indoktrinasi menyesatkan yang diterima teroris itu. Konferensi pers ini dihadiri oleh para pengurus DPA GBI, seperti Pdt. Goring Abast (Biro Dewasa Muda), Pdt. Tonny Tanuwijaya (Wakil Ketua II), Pdt. Andreas T. (Biro Networking), Pdt. Ricky Rido Sinaga (Wakil Ketua III) dan Pdt. Risdianto (Biro Litbang). Sedangkan Ketua PP DPA GBI, Pdt. Joel Manalu, M.Th berhalangan hadir karena tengah berada di Nias. Dan DPA GBI berharap agar  generasi muda bisa terus bertumbuh kecintaannya kepada Tuhan, bangsa dan Negara, sehingga mampu menangkal segala paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. BTY

Berita Terkait