Dr. Lasmaida S. Gultom, S.E., MBA, D.Min Natal Pembaharuan Akal Budi dalam Seluruh Aspek Kehidupan

20 dibaca
Dr. Lasmaida S. Gultom, S.E., MBA, D.Min. Selalu bersyukur.

Beritanarwastu.com Memaknai Hari Kelahiran Yesus di dunia yang diperingati sebagai Hari Natal memiliki arti yang dalam bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Dia yang lahir di kandang domba dan mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia, setelah hari ketiga bangkit, naik ke surge, dan akan datang lagi untuk kedua kalinya. Banyak orang menilai bahwa peristiwa tersebut merupakan dongeng semata. Namun, untuk orang percaya itu adalah sebuah kebenaran yang tidak dapat ditawar.  

Bicara tentang arti Natal, Dr. Lasmaida S. Gultom, S.E., MBA, D.Min, menuturkan, jika dilihat dari perjalanan dari pertobatannya selama 34 tahun mengikut Tuhan Yesus, ia merasakan kuasaNya sangat dahsyat dan luar biasa dari tahun ke tahun.  “Ada hal yang Tuhan bukakan. Misalnya, pertama sekali saya lahir baru. Bicara Natal tentang lahirnya Tuhan Yesus, kita sebenarnya merayakan bukan hanya seremonial Natalnya. Melainkan, apa makna kelahiran Tuhan Yesus itu dalam hidup kita,” terang perempuan yang menjabat sebagai Pengawas Bank Eksekutif  Senior (Direktur) di Departemen Pengendalian Kualitas Pengawasan Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini.

Mengalami kelahiran baru dan selalu berusaha untuk menjadi pelaku firman di mana pun ia berada, bukan berarti istri dari Maradat Situmorang ini hidupnya terbebas dari masalah. Menurut alumnus dari Universitas Pancasila Jurusan Ekonomi Manajemen tahun 1988 ini, Tuhan memberikan banyak hal di setiap Natal, tidak terkecuali hambatan dan rintangan, mulai dari dalam keluarga, pekerjaan, pertemanan, dan komunitas, tapi makna yang paling dalam setiap tahun berganti tahun, Tuhan bekerja sangat dahsyat.

Karena selalu ada hal baru yang Tuhan berikan, sehingga seringkali ia merasa terharu sebagai anak Tuhan. “Melalui hidup saya memberikan hal-hal yang baru, dan hal itu tidak pernah terpikirkan seperti firman Tuhan katakan dalam 1 Korintus 2:9, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di hati manusia, semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia,” ujarnya.

Ketika bergabung di Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas, peraih Master of  Business Administration (MBA) in International Management dengan major in Finance dari International University of Japan (1999) ini harus dapat bekerjasama dengan siapa saja, termasuk para pekerja seni. Ia mengatakan, bagaimana di situ dirinya dibentuk Tuhan sedemikian rupa. Saat itu, ia dipercaya salah satu anggota untuk menggarap sebuah iklan layanan masyarakat tentang bagaimana manusia tidak terlibat dengan korupsi dan money launderying bersama sineas terkenal Indonesia, Garin Nugroho.

“Jadi waktu itu bunyi iklannya tersebut kalau bersih kenapa harus risih. Jadi kalau kita punya integritas, jujur, adil dan benar, maka kita tidak perlu risih,” kata Ida yang mengaku iklan imbauan kepada masyarakat itu membuahkan kesuksesan. Dari situ Ida merasakan ada penyertaan Tuhan guna memampukannya untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Dengan pengalaman tersebut, Ida juga mendapatkan ilmu baru tentang cara membuat sebuah iklan layanan masyarakat mulai dari awal hingga akhir, dan tepat sasaran kepada masyarakat sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas sebagai Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2015.  

Apapun yang didapatnya, dan ada padanya merupakan berkat dari Tuhan dan kepunyaan Tuhan, sehingga bagi perempuan berdarah Tapanuli ini terlalu banyak dan sulit untuk dilukiskan. Oleh karenanya, kelahiran Yesus merupakan pembaharuan akal budi yang baru sekaligus pembentukan karakternya seperti karakter Yesus Kristus Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan seorang Ida. Baik itu dalam pekerjaan, keluarga, komunitas, bahkan di tengah masyarakat.

Di akhir percakapannya dengan Majalah NARWASTU, kala ditanya tentang perayaan tahun baru pada akhir tahun ini, seperti yang dilakukan setiap tahun, ia menjawab, bersama suami tercinta dan keluarga besar biasanya mereka mengadakan ibadah bersama tutup tahun tepat pukul 00.00 WIB. “Yang paling penting dalam ibadah dan acara tutup tahun adalah introspeksi diri atas hidup selama bertahun-tahun. Dan saling memaafkan satu dengan lainnya, khususnya dengan orangtua dan lainnya. Di situ kita juga berdoa bersama, meminta tuntunan dan pimpinan Tuhan supaya di tahun berikutnya kita tetap taat dan setia sebagai anak-anak Bapa di surga yang dikenan dan menyenangkan hati Tuhan,” ucapnya dengan tersenyum. BTY

Berita Terkait