Ivan Rinaldi Luntungan, S.E., M.M.
Dulu Calon DPD-RI Kini Bendahara Umum PGI

736 dibaca
Ivan Rinaldi Luntungan, S.E., M.M.

Beritanarwastu.com. Di Pemilu 2014 lalu, rakyat Indonesia sudah memilih calon legislatif untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di parlemen. Termasuk di dalamnya telah dipilih calon DPD-RI untuk mewakili rakyat di sebuah provinsi. Di DKI Jakarta, misalnya, pria yang juga aktivis gereja ini berani maju sebagai Calon DPD-RI. Ivan Rinaldi Luntungan, S.E., M.M. di kalangan pemimpin dan warga gereja di DKI Jakarta, tentu sudah tak asing lagi.

                Ivan yang sudah aktif melayani di gereja selama 33 tahun pernah dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Umum PGI Wilayah DKI Jakarta. Di Sidang Raya XVI PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) di Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara, pada akhir 2014 lalu ia terpilih menjadi Bendahara Umum PGI karena dianggap dia punya kapasitas dan layak untuk jabatan itu. “Saya jadi Bendahara Umum PGI itu karena anugerah Tuhan,” ucapnya. Sejak usia 15 tahun ia sudah giat sebagai guru sekolah minggu, dan ia pernah jadi ketua pemuda gereja, majelis jemaat dan kini Bendahara Umum Sinode GEMINDO (Gereja Masehi Injili Indonesia).

             Di Gereja GEMINDO Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ia sudah tiga periode dipercaya menjadi ketua majelis jemaat. Lantaran itulah, pengalamannya dalam pelayanan di gereja tak diragukan lagi. Selain itu, Ivan yang juga pernah jadi anggota diskusi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta dan Ketua Ikatan Alumni SMAN 15 Jakarta ikut berperan menyukseskan HUT ke-60 PGI (2010) sebagai Ketua Seksi Humas. Di acara lainnya, pria yang juga pengusaha di lembaga pendidikan anak usia dini, seperti play group dan kinder garden yang kini tersebar di enam cabang di DKI Jakarta, termasuk panitia di acara Celebration of Unity (2013) dan KKR bersama DR. Michael Youssef (2013).

                Ketua Dewan Pembina Paguyuban Masyarakat Pademangan, Jakarta Utara, dan Ketua LSM Jasmaja DKI Jakarta ini menerangkan, ia dulu maju ke panggung politik dari jalur independen, karena terpanggil untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat demi kesejahteraan warga DKI Jakarta, terutama warga gereja di DKI Jakarta. “Selama ini saya sudah melayani di gereja selama 33 tahun, dan aktif di kegiatan kemasyarakatan. Dan saatnya kalau bisa saya berbuat sesuatu untuk masyarakat DKI Jakarta lewat politik. Saya tahu berpolitik itu berat dan keras, namun umat Kristen harus beretika dan cerdas berpolitik, agar masyarakat mendapat pendidikan politik,” ujar Ketua Panitia Oikoumene Expo PGI Wilayah DKI Jakarta-UKI (2010) ini.

                Ketika akan tampil sebagai Calon DPD-RI di Pemilu 2014 lalu, Ivan sering menyampaikan, jika ia berhasil terpilih sebagai anggota DPD-RI DKI Jakarta, maka ia akan berjuang di bidang pendidikan, mengupayakan keadilan bagi warga gereja agar bebas beribadah, memberi perhatian terhadap perumahan rakyat dan meningkatkan pelayanan kesehatan. “Saya maju sebagai calon DPD-RI mengedepankan semangat kasih, supaya kehidupan rakyat lebih sejahtera. Saya ingin mengajak rakyat DKI Jakarta agar memilih orang-orang cerdas, berkarakter, berani, punya integritas dan mau berkorban,” ujarnya saat itu. Di masa mendatang ia masih ingin tampil di panggung politik, namun kini ia komitmen melayani sebagai Bendahara Umum PGI.

                Menurut Ivan, dari data yang ia peroleh kala itu jumlah pemilih dari kalangan warga gereja di DKI Jakarta lebih dari 500.000 orang. “Di Pemilu 2004 ada calon DPD di DKI Jakarta beragama Kristen 13 orang, lalu di Pemilu 2009 ada 11 orang, dan di Pemilu 2014 dari Kristen tiga orang. Kalau suara yang harus diraih seorang calon DPD 350.000, maka sebenarnya di Pemilu 2004 dan Pemilu 2009 sudah selayaknya kita umat Kristen mendapat satu kursi. Namun banyak calon kita maju, suara pun terpecah. Dan peluang untuk meraih suara di 2014 amat terbuka untuk meraih satu kursi,” terangnya ketika itu.

                Warga gereja, katanya, sebaiknya bijaksana dan cerdas dalam memilih calon DPD-RI DKI Jakarta yang tahu persoalan warga gereja. “Kalau di Pemilu 2014 kemarin kita tak mendapatkan satu kursi, wah, sangat disayangkan. Warga gereja sebenarnya punya sumbangsih besar dalam membangun bangsa ini, sehingga di Pemilu 2014 lalu suaranya amat diperlukan,” pungkas mantan Sekretaris Panitia Sidang Raya PGI Wilayah DKI Jakarta (2010) yang saat itu sukses bersama Ketua Panitia Enny Lonkeng mengadakan acara PGI DKI Jakarta di Hotel Marbela, Anyer, Banten.  

Saat berkampanye, Ivan berulang kali menyampaikan, selain pimpinan gereja, kita harapkan supaya pimpinan ormas dan kaum intelektual Kristen juga mendukung kadernya di pencalegan 2014, termasuk di pencalegan berikut. “Saya ini Wakil Ketua DPD PIKI DKI Jakarta, tentu berharap agar pimpinan PIKI mendukung kaum intelektual Kristen yang sudah terjun sebagai caleg. Jadi PIKI sebaiknya mendukung kader PIKI juga,” paparnya waktu itu.

Hanya saja, meskipun Ivan tidak berhasil lolos sebagai anggota DPD-RI DKI Jakarta di Pemilu 2014 lalu, ia bijaksana mengatakan, warga gereja harus berdoa agar hasil Pemilu 2014 ditolong Tuhan, sehingga kondisi politik bangsa kita aman, tenteram, damai serta terpilih politisi-politisi terbaik, Pancasilais dan peduli terhadap rakyat. Pria yang punya jaringan ke Jaringan Doa Sekota DKI Jakarta dan Jaringan Doa Nasional (JDN) ini, bahkan sempat menyampaikan agar caleg-caleg Kristen jangan sampai ada yang masuk rumah sakit jiwa kalau rontok di Pemilu 2014. “Karena itu memalukan,” tegasnya.

              “Abraham Lincoln, yang legendaris di dunia, ternyata dua kali gagal menjadi senator dan hartanya habis. Sampai ia masuk rumah sakit jiwa, tapi ia bangkit dari keterpurukannya dan sehat kembali. Pada ke-3 kali ia berhasil jadi senator di Amerika Serikat (AS), bahkan berhasil naik jadi Presiden AS yang dikenang dunia sebagai pembebas perbudakan. Dia gigih memperjuangkan cita-citanya. Dia aktivis persekutuan gereja. Kegagalan, menurut dia, adalah proses untuk pembentukan karakternya,” papar Ivan Rinaldi yang suka membaca biografi tokoh-tokoh dunia. Ivan pun figur yang gigih. Meskipun ia belum berhasil jadi anggota DPD-RI, kini ia tetap bisa melayani sebagai Bendahara Umum PGI.

Berita Terkait